Di balik durinya yang tajam dan
penampilannya yang bersahaja, kaktus
merupakan tanaman yang sangat bermanfaat.
Salah satunya untuk memurnikan air, seperti
yang dilakukan oleh penduduk Amerika Latin
sejak zaman dahulu.
Pada zaman dahulu, penduduk asli Meksiko
menggunakan rebusan daun kaktus untuk
memurnikan air sungai yang kotor sebelum
diolah menjadi air minum. Partikel tanah dan
kotoran lain langsung mengendap begitu
dicampur dengan rebusan kaktus.
Perilaku penduduk Meksiko ini kemudian diteliti
oleh Norma Alcantar, seorang ahli teknik biokimia
dari University of South Florida. Kebetulan,
Norma sendiri merupakan keturunan warga asli
Meksiko yang menghuni Amerika Latin.
“Ketika kaktus direbus, yang keluar adalah
mucilago yaitu getah kental dan lengket seperti
lem, ” ungkap Norma, dikutip dari Discovery,
Rabu (18/8/2010).
Bagi tanaman kaktus, mucilago merupakan
pelindung terhadap terik matahari. Zat ini
mencegah penguapan air dari permukaan kaktus,
sehingga tanaman ini dapat bertahan hidup di
lingkungan yang kekurangan air seperti gurun
pasir.
Ketika bercampur dengan air kotor, mucilago
yang tersusun dari gula dan karbohidrat itu
mengikat partikel-partikel halus yang mengotori
air. Ikatan itu lalu menggumpal, sehingga mudah
dipisahkan dari bagian air yang bersih.
Norma juga meneliti bagaimana mucilago itu
membersihkan air dari arsenik, polutan
berbahaya dari limbah industri dan agrikultur.
Arsenik yang bisa menyebabkan kanker itu bisa
juga diikat oleh mucilago, menjadi molekul yang
cukup besar sehingga bisa disaring dengan pasir.
Bukan hanya itu saja, mucilago juga dapat
membunuh bakteri yang merupakan salah satu
polutan berbahaya dalam air minum. Belum
diketahui pasti bagaimana mekanismenya,
namun Norma mengklaim mucilago bisa
menghasilkan air bersih yang 98 persen bebas
bakteri.
Berdasarkan penelitiannya tersebut, Norma
mengembangkan sistem pemurnian air yang
menggunakan filter berisi mucilago. Sangat
ekonomis karena mucilago segar dari selembar
daun kaktus jenis pir berduri (prickly pear cactus)
yang cukup lebar dapat memurnikan air bersih
untuk memenuhi kebutuhan minum satu
keluarga selama 5 pekan
Minggu, 22 Mei 2011
Benarkah Mentega Lebih Sehat dari Margarin
Selama ini mungkin Anda berpikir
bahwa mentega dan margarin sama. Keduanya
memang sumber lemak. Hanya, kandungan jenis
lemaknya berbeda. Mengetaui perbedaannya
penting demi pilihan makanan sehat untuk
keluarga.
Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika
Serikat, margarin dan mentega adalah sumber
lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap
lebih baik karena mengandung lemak alami yang
penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga
mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.
Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh
yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan
sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi
dalam proses produksi margarin ini berpotensi
menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.
Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam
produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel
adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di
dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah
pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium
merupakan zat beracun dari logam berat yang
dapat menyebabkan penyakit serius, seperti
tekanan darah tinggi.
Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak
tak jenuh ganda mengandung asam lemak
omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh.
Margarin juga dikata dapat membantu menekan
kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari
penyakit kardiovaskular. Benarkah?
Tim peneliti Harvard University mengungkap,
margarin justru mengandung asam lemak yang
dapat meningkatkan risiko inflamasi,
meningkatkan risiko serangan jantung, dan
mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin
secara berlebihan juga bisa memicu penyakit
seperti colitis and arthritis.
Untuk itu, konsumsilah mentega dan margarin
secara wajar. Asal tak berlebihan, tak masalah.
Yang pasti, ketika dihadapkan dengan margarin
dan mentega, kini Anda bisa memutuskan mana
yang lebih sehat.
bahwa mentega dan margarin sama. Keduanya
memang sumber lemak. Hanya, kandungan jenis
lemaknya berbeda. Mengetaui perbedaannya
penting demi pilihan makanan sehat untuk
keluarga.
Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika
Serikat, margarin dan mentega adalah sumber
lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap
lebih baik karena mengandung lemak alami yang
penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga
mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.
Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh
yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan
sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi
dalam proses produksi margarin ini berpotensi
menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.
Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam
produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel
adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di
dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah
pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium
merupakan zat beracun dari logam berat yang
dapat menyebabkan penyakit serius, seperti
tekanan darah tinggi.
Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak
tak jenuh ganda mengandung asam lemak
omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh.
Margarin juga dikata dapat membantu menekan
kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari
penyakit kardiovaskular. Benarkah?
Tim peneliti Harvard University mengungkap,
margarin justru mengandung asam lemak yang
dapat meningkatkan risiko inflamasi,
meningkatkan risiko serangan jantung, dan
mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin
secara berlebihan juga bisa memicu penyakit
seperti colitis and arthritis.
Untuk itu, konsumsilah mentega dan margarin
secara wajar. Asal tak berlebihan, tak masalah.
Yang pasti, ketika dihadapkan dengan margarin
dan mentega, kini Anda bisa memutuskan mana
yang lebih sehat.
Kenapa Bayi Suka Memasukkan Barang ke Mulut?
Pada usia tertentu terkadang bayi senang sekali
memasukkan apapun ke dalam mulutnya yang
kadang membuat orangtua menjadi khawatir.
Kenapa ya bayi suka memasukkan barang ke
mulutnya?
Jika yang dimasukkan si kecil ke dalam mulutnya
adalah makanan, mungkin tidak akan menjadi
masalah. Tapi biasanya barang apapun yang
ditemukan si kecil akan selalu dimasukkan ke
dalam mulut baik berupa makanan, mainan atau
benda lainnya yang ditemukan di lantai.
“Mulut bayi memiliki ujung saraf yang lebih
banyak dibandingkan dengan bagian tubuh
lainnya, karena itu jika ia ingin mengetahui
tentang rasa atau tekstur dari sesuatu maka ia
akan memasukkan barang tersebut ke dalam
mulut, ” ujar Penney Hames, seorang psikolog
anak seperti dikutip dari Babycenter, Rabu
(25/8/2010).
Biasanya kondisi ini mulai terjadi saat bayi masih
berusia di bawah satu tahun atau sekitar usia 7
bulan saat ia sudah mulai bisa menggenggam
dan mengontrol tangannya. Bayi akan tertarik
dengan segala jenis barang terlebih jika ia melihat
mainan-mainan yang memiliki bentuk dan warna
menarik.
Beberapa mainan tertentu terkadang tidak
diperbolehkan untuk anak di bawah usia 3 tahun,
hal ini kemungkinan ada komponen tertentu pada
mainan tersebut yang bisa berbahaya jika tertelan
oleh anak.
Kebiasaan ini biasanya akan terus terjadi hingga si
kecil memasuki usia 2 tahun, namun pada usia
tersebut ia juga sudah mulai tertarik tentang apa
yang dilakukan atau terjadi pada mainannya
sehingga mulai mengeksplorasi gerakan tangan
dan matanya. Sebagian besar anak akan berhenti
memasukkan barang ke dalam mulutnya saat
berusia 3 tahun.
Hames mengungkapkan bahwa kebiasaan
memasukkan barang ke dalam mulut juga bisa
terjadi jika si kecil akan tumbuh gigi yang
biasanya disertai dengan menetesnya air liur.
Untuk itu orangtua perlu mengawasi benda-
benda dan mainan yang digunakan oleh si kecil,
pastikan barang-barang ini tidak berbahaya atau
tidak melukai mulut si kecil. Sebaiknya singkirkan
mainan yang berbentuk terlalu kecil atau memiliki
ujung tajam misalnya karena sudah ada bagian
yang patah.
Selain itu pastikan untuk selalu membersihkan
lantai, mainan dan tangan bayi untuk
menghindarinya dari bakteri atau virus yang bisa
membuatnya sakit, namun orangtua juga tak
perlu terlalu takut dengan kebiasaan ini. Serta
beritahu si kecil secara baik-baik jika ia
memasukkan benda-benda yang berbahaya atau
kotor ke dalam mulutnya.
memasukkan apapun ke dalam mulutnya yang
kadang membuat orangtua menjadi khawatir.
Kenapa ya bayi suka memasukkan barang ke
mulutnya?
Jika yang dimasukkan si kecil ke dalam mulutnya
adalah makanan, mungkin tidak akan menjadi
masalah. Tapi biasanya barang apapun yang
ditemukan si kecil akan selalu dimasukkan ke
dalam mulut baik berupa makanan, mainan atau
benda lainnya yang ditemukan di lantai.
“Mulut bayi memiliki ujung saraf yang lebih
banyak dibandingkan dengan bagian tubuh
lainnya, karena itu jika ia ingin mengetahui
tentang rasa atau tekstur dari sesuatu maka ia
akan memasukkan barang tersebut ke dalam
mulut, ” ujar Penney Hames, seorang psikolog
anak seperti dikutip dari Babycenter, Rabu
(25/8/2010).
Biasanya kondisi ini mulai terjadi saat bayi masih
berusia di bawah satu tahun atau sekitar usia 7
bulan saat ia sudah mulai bisa menggenggam
dan mengontrol tangannya. Bayi akan tertarik
dengan segala jenis barang terlebih jika ia melihat
mainan-mainan yang memiliki bentuk dan warna
menarik.
Beberapa mainan tertentu terkadang tidak
diperbolehkan untuk anak di bawah usia 3 tahun,
hal ini kemungkinan ada komponen tertentu pada
mainan tersebut yang bisa berbahaya jika tertelan
oleh anak.
Kebiasaan ini biasanya akan terus terjadi hingga si
kecil memasuki usia 2 tahun, namun pada usia
tersebut ia juga sudah mulai tertarik tentang apa
yang dilakukan atau terjadi pada mainannya
sehingga mulai mengeksplorasi gerakan tangan
dan matanya. Sebagian besar anak akan berhenti
memasukkan barang ke dalam mulutnya saat
berusia 3 tahun.
Hames mengungkapkan bahwa kebiasaan
memasukkan barang ke dalam mulut juga bisa
terjadi jika si kecil akan tumbuh gigi yang
biasanya disertai dengan menetesnya air liur.
Untuk itu orangtua perlu mengawasi benda-
benda dan mainan yang digunakan oleh si kecil,
pastikan barang-barang ini tidak berbahaya atau
tidak melukai mulut si kecil. Sebaiknya singkirkan
mainan yang berbentuk terlalu kecil atau memiliki
ujung tajam misalnya karena sudah ada bagian
yang patah.
Selain itu pastikan untuk selalu membersihkan
lantai, mainan dan tangan bayi untuk
menghindarinya dari bakteri atau virus yang bisa
membuatnya sakit, namun orangtua juga tak
perlu terlalu takut dengan kebiasaan ini. Serta
beritahu si kecil secara baik-baik jika ia
memasukkan benda-benda yang berbahaya atau
kotor ke dalam mulutnya.
J.E.N.U.H
J : Jangan Berlebihan Ada seorang wanita yang
datang pada Aisyah. Aisyah memuji wanita itu
sebagai ahli ibadah yang luar biasa, karena saking
tekunnya ia menyediakan tongkat untuk
berpegangan jika ia sudah tidak kuat berdiri ketika
sholat.
Ketika hal itu disampaikan pada Nabi saw. Nabi
bersabda : Jangan berlebihan, Allah itu tidak akan
jenuh hingga engkau jenuh.
Atur ritme dalam segala hal, agar tak usang.
E : Efektifkan Komunikasi Logika apa yang paling
bisa menjelaskan maraknya friendster, ramainya
sms, dan larisnya free talk walaupun tengah
malam. Intinya sederhana, karena manusia
diciptakan dengan kebutuhan untuk bercerita dan
berbagi. Curhat dong, cari teman bercerita
N : Naik Ke Tantangan Berikutnya Looking for
new challenges. Ummat ini dilahirkan untuk
menjadi ummat terbaik, khairu ummah, ini
sunatullah. Melanggarnya hanya akan melahirkan
kejenuhan. Kejenuhan bergerak, kejenuhan
beramal, kejenuhan berinisatif. Naiklah ke anak
tangga berikutnya, agar kau bisa uji kekuatanmu
lebih jauh.
U : Undur Sejenak untuk Maju Lebih Jauh Ijlis
Bina’ Nu’min Sa-ah, begitu ujar sahabat Nabi.
Berhentilah sejenak, perbaharui iman, bersihkan
sepatu yang sudah berdebu, asah kembali
pedang yang tumpul, ambil air wudhu cuci
wajahmu hingga bisa menatap ke depan lebih
jauh lagi.
H : Hasbiyallah wa Ni’mal Wakill Ni’mal Maula Wa
Ni’man Nashir Sungguh kejenuhan itu adalah
masalah hati. Dan Maha Penggenggam hati
hanyalah Allah semata. Qolbu itu artinya yang
berbolak-balik, ketika ia berbalik atau tertutup
debu maka cahaya Allah akan terhalang, maka
lahirlah kejenuhan. Maka tengadahkan tanganmu
padaNya, minta Ia jaga hatimu agar tidak mati
karena enggan dan malas.
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang
banyak bersumpah lagi hina, yang banyak
mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
yang sangat enggan berbuat baik, yang
melampaui batas lagi banyak dosa, (Al Quran Al
Karim Surah Al Qalam ayat 10 – 12)
Naudzubillahi min dzalik
datang pada Aisyah. Aisyah memuji wanita itu
sebagai ahli ibadah yang luar biasa, karena saking
tekunnya ia menyediakan tongkat untuk
berpegangan jika ia sudah tidak kuat berdiri ketika
sholat.
Ketika hal itu disampaikan pada Nabi saw. Nabi
bersabda : Jangan berlebihan, Allah itu tidak akan
jenuh hingga engkau jenuh.
Atur ritme dalam segala hal, agar tak usang.
E : Efektifkan Komunikasi Logika apa yang paling
bisa menjelaskan maraknya friendster, ramainya
sms, dan larisnya free talk walaupun tengah
malam. Intinya sederhana, karena manusia
diciptakan dengan kebutuhan untuk bercerita dan
berbagi. Curhat dong, cari teman bercerita
N : Naik Ke Tantangan Berikutnya Looking for
new challenges. Ummat ini dilahirkan untuk
menjadi ummat terbaik, khairu ummah, ini
sunatullah. Melanggarnya hanya akan melahirkan
kejenuhan. Kejenuhan bergerak, kejenuhan
beramal, kejenuhan berinisatif. Naiklah ke anak
tangga berikutnya, agar kau bisa uji kekuatanmu
lebih jauh.
U : Undur Sejenak untuk Maju Lebih Jauh Ijlis
Bina’ Nu’min Sa-ah, begitu ujar sahabat Nabi.
Berhentilah sejenak, perbaharui iman, bersihkan
sepatu yang sudah berdebu, asah kembali
pedang yang tumpul, ambil air wudhu cuci
wajahmu hingga bisa menatap ke depan lebih
jauh lagi.
H : Hasbiyallah wa Ni’mal Wakill Ni’mal Maula Wa
Ni’man Nashir Sungguh kejenuhan itu adalah
masalah hati. Dan Maha Penggenggam hati
hanyalah Allah semata. Qolbu itu artinya yang
berbolak-balik, ketika ia berbalik atau tertutup
debu maka cahaya Allah akan terhalang, maka
lahirlah kejenuhan. Maka tengadahkan tanganmu
padaNya, minta Ia jaga hatimu agar tidak mati
karena enggan dan malas.
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang
banyak bersumpah lagi hina, yang banyak
mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
yang sangat enggan berbuat baik, yang
melampaui batas lagi banyak dosa, (Al Quran Al
Karim Surah Al Qalam ayat 10 – 12)
Naudzubillahi min dzalik
Luasnya Neraka
“Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki
dan perempuan dan orang-orang kafir dengan
neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya.
Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
mela ’nati mereka, dan bagi mereka azab yang
kekal.” At Taubah, Ayat 68.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia
tidak biasa datang dalam keadaan berubah
mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.:
“ Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang
kepadamu di saat Allah menyuruh supaya
dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak
layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka
Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar,
dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka
sebelum ia merasa aman dari padanya. ”
Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan
padaku sifat Jahannam.” Jawabnya: “Ya. Ketika
Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan
selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian
dilanjutkan seribu tahun sehingga putih,
kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia
hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan
baranya. Demi Allah yg mengutus engkau
dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang
jarum niscaya akan dapat membakar penduduk
dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di
antara langit dan bumi niscaya akan mati
penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan
satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-
Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan
cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya
akan terbakar orang-orang yang di ujung timur
kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat
dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya
air panas campur nanah, dan pakaiannya
potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh
pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu
dari orang laki-laki dan perempuan. ”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya
bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jawabnya:
“Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di
bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak
perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas
dari yang lain 70 kali ganda. ” (nota kefahaman:
yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk
masing-masing pintu?” Jawab Jibril:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik,
dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan
hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga
Fir ’aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua
tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi ’in bernama
Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan
pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama
Sa ’eir.”
Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w.
sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan
penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di
dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari
ummatmu yg sampai mati belum sempat
bertaubat. ”
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar
keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala
nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar
kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda:
“ Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat
sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku
yang akan masuk ke dalam neraka ?” Jawabnya:
“Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari
ummatmu.”
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga
menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam
rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk
sembahyang kemudian kembali dan tidak
berbicara dengan orang dan bila sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik
dari kitab “Peringatan Bagi Yg Lalai”)
Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh
melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat
bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:
Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok
zarqum
Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 ekor ular
Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta
mengandung lautan racun yang hitam pekat.
Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 rantai
Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan
kepada kita semua.
Wallahua’lam.
dan perempuan dan orang-orang kafir dengan
neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya.
Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah
mela ’nati mereka, dan bagi mereka azab yang
kekal.” At Taubah, Ayat 68.
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:
Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia
tidak biasa datang dalam keadaan berubah
mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.:
“ Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang
kepadamu di saat Allah menyuruh supaya
dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak
layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka
Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar,
dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka
sebelum ia merasa aman dari padanya. ”
Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan
padaku sifat Jahannam.” Jawabnya: “Ya. Ketika
Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan
selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian
dilanjutkan seribu tahun sehingga putih,
kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia
hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan
baranya. Demi Allah yg mengutus engkau
dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang
jarum niscaya akan dapat membakar penduduk
dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di
antara langit dan bumi niscaya akan mati
penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi
Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan
satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-
Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan
cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,
andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya
akan terbakar orang-orang yang di ujung timur
kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat
dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya
air panas campur nanah, dan pakaiannya
potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh
pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu
dari orang laki-laki dan perempuan. ”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya
bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jawabnya:
“Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di
bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak
perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas
dari yang lain 70 kali ganda. ” (nota kefahaman:
yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk
masing-masing pintu?” Jawab Jibril:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik,
dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan
hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga
Fir ’aun sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua
tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi ’in bernama
Saqar. Pintu ke empat tempat Iblis dan
pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama
Sa ’eir.”
Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w.
sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan
penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di
dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari
ummatmu yg sampai mati belum sempat
bertaubat. ”
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar
keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala
nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar
kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda:
“ Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat
sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku
yang akan masuk ke dalam neraka ?” Jawabnya:
“Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari
ummatmu.”
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga
menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam
rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk
sembahyang kemudian kembali dan tidak
berbicara dengan orang dan bila sembahyang
selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik
dari kitab “Peringatan Bagi Yg Lalai”)
Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh
melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat
bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.
Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:
Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok
zarqum
Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 ekor ular
Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta
mengandung lautan racun yang hitam pekat.
Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai
70,000 rantai
Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat
Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan
kepada kita semua.
Wallahua’lam.
Lawan Penuaan Dini Dengan Anggur!
Kandungan antioksidan yang tinggi pada anggur
ampuh mencegah penuaan dini. Kandungan
vitamin C juga bermanfaat untuk kulitnya.
Untuk memanfaatkan kandungan tersebut pada
anggur, Anda harus menjadikannya sebuah
masker. Berikut bahan-bahan yang diperlukan
dalam membuat masker anggur:
Anggur merah tanpa biji, kira-kira setangkup
tangan, hancurkan anggur menggunakan
blender.
1 buah telur (bagian putihnya saja), kocok telur
sampai berbusa.
1 buah lemon yang sudah diperas.
Campur menjadi satu semua bahan dalam
sebuah wadah. Gunakan kuas untuk diaplikasikan
pada wajah.
Ratakan masker tersebut pada wajah, lalu
diamkan sampai 20 menit. Basuh wajah dengan
air dingin dan keringkan dengan handuk lembut.
Setelah itu, pakailah pelembab wajah. Wajah akan
terasa lebih segar dengan masker ini.
ampuh mencegah penuaan dini. Kandungan
vitamin C juga bermanfaat untuk kulitnya.
Untuk memanfaatkan kandungan tersebut pada
anggur, Anda harus menjadikannya sebuah
masker. Berikut bahan-bahan yang diperlukan
dalam membuat masker anggur:
Anggur merah tanpa biji, kira-kira setangkup
tangan, hancurkan anggur menggunakan
blender.
1 buah telur (bagian putihnya saja), kocok telur
sampai berbusa.
1 buah lemon yang sudah diperas.
Campur menjadi satu semua bahan dalam
sebuah wadah. Gunakan kuas untuk diaplikasikan
pada wajah.
Ratakan masker tersebut pada wajah, lalu
diamkan sampai 20 menit. Basuh wajah dengan
air dingin dan keringkan dengan handuk lembut.
Setelah itu, pakailah pelembab wajah. Wajah akan
terasa lebih segar dengan masker ini.
janganlah kau marah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘ anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi
shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya
nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus
mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap
menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam
Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna
jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan
kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada
rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya
marah adalah tabi ’at manusia, yang tidak
mungkin bisa dihilangkan dari perasaan
manusia ”.
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga
pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari
kalian marah dalam kondisi berdiri maka
hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum
juga hilang maka hendaknya dia berbaring. ” (HR.
Ahmad, Shohih)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang
menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam
dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah
kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan
saya ke surga dan menjauhkan dari neraka. ”
Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya
surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah
maksud beliau adalah melarang memiliki rasa
marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at
manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya
ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah.
Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan
dampak yang tidak baik. Sesungguhnya
kemarahan adalah bara api yang dilemparkan
oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam.
Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang
sedang marah maka kedua matanya pun menjadi
merah dan urat lehernya menonjol dan
menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut
rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan
berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di
belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya
merasa sangat menyesal atas perbuatan yang
telah dia lakukan. ”
Tips Menanggulangi Kemarahan
Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan
beberapa tips untuk menanggulangi marah.
Diantaranya ialah:
1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy
syaithanir rajiim”.
2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa
menahan luapan marahnya.
3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
4. Duduk atau berbaring.
5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila
sedang dalam keadaan marah.
6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang
mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
7. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian,
tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua
termasuk perangai orang-orang bodoh.
Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan,
“Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya
tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi
wa sallam, yang menjadikan murka dan
pembelaannya dilakukan demi mempertahankan
kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan
sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan
hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa
quwwata illa billaah
‘ anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi
shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya
nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus
mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap
menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam
Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna
jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan
kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada
rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya
marah adalah tabi ’at manusia, yang tidak
mungkin bisa dihilangkan dari perasaan
manusia ”.
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga
pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari
kalian marah dalam kondisi berdiri maka
hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum
juga hilang maka hendaknya dia berbaring. ” (HR.
Ahmad, Shohih)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang
menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam
dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah
kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan
saya ke surga dan menjauhkan dari neraka. ”
Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya
surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah
maksud beliau adalah melarang memiliki rasa
marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at
manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya
ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah.
Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan
dampak yang tidak baik. Sesungguhnya
kemarahan adalah bara api yang dilemparkan
oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam.
Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang
sedang marah maka kedua matanya pun menjadi
merah dan urat lehernya menonjol dan
menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut
rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan
berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di
belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya
merasa sangat menyesal atas perbuatan yang
telah dia lakukan. ”
Tips Menanggulangi Kemarahan
Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan
beberapa tips untuk menanggulangi marah.
Diantaranya ialah:
1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy
syaithanir rajiim”.
2. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa
menahan luapan marahnya.
3. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
4. Duduk atau berbaring.
5. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila
sedang dalam keadaan marah.
6. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang
mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
7. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian,
tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua
termasuk perangai orang-orang bodoh.
Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan,
“Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya
tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi
wa sallam, yang menjadikan murka dan
pembelaannya dilakukan demi mempertahankan
kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan
sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan
hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa
quwwata illa billaah
Orang Populer Lebih Dulu Kena Flu
Di kalangan remaja, menjadi orang yang populer
merupakan suatu pencapaian hebat. Tapi tahukah
Anda, orang yang lebih populer cenderung
menderita flu lebih dulu ketimbang lainnya.
Hal ini berdasarkan studi yang telah dipublikasikan
dalam jurnal PLoS ONE. Dengan hasil studi ini,
peneliti menemukan bahwa orang-orang yang
populer dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial,
dua minggu lebih awal terjangkit flu.
Peneliti juga mengatakan bahwa hal ini bisa
menjadi peringatan dini untuk epidemi wabah flu
dan penyakit infeksi lainnya.
Tim peneliti mendasarkan studi pada ‘friendship
paradox’, yang mana orang yang lebih aktif,
populer dan menjadi pusat perhatian dalam
pergaulan akan lebih mudah tertular dan
terserang penyakit infeksi.
Hal ini sangat beralasan, karena orang populer
akan lebih mudah bergaul dengan banyak dan
beragam orang, yang bisa jadi sedang menderita
penyakit infeksi yang mudah menular.
“Seseorang yang menjadi pusat perhatian akan
lebih dulu tertular penyakit flu,” ujar Nicholas
Christakis, MD, seorang profesor sosiologi
kedokteran di Harvard Medical School, Boston,
seperti dilansir dari Health.com, Kamis
(16/9/2010).
Dalam studi tersebut Dr Christakis dan rekannya
James Fowler, PhD, seorang profesor genetika
medis di University of California, memilih 319
mahasiswa Harvard secara acak dan ditanyai
tentang nama-nama temannya.
Sekitar sepertiga dari partisipan melaporkan
menderita flu di musim gugur dan dingin pada
tahun 2009. Dan partisipan yang lebih populer
ternyata didiagnosis 14 hari lebih awal ketimbang
teman-teman lainnya.
“Ini merupakan temuan yang menjanjikan dan
menarik,” tutur Philip Polgreen, MD, asisten
profesor kedokteran dan epidemiologi di
University of Iowa Iowa City.
Menurutnya, studi ini akan memberikan cara
yang sederhana untuk melacak dan memerangi
epidemi, terutama dalam komunitas dengan
pengaturan otonom seperti kampus dan
pangkalan militer
merupakan suatu pencapaian hebat. Tapi tahukah
Anda, orang yang lebih populer cenderung
menderita flu lebih dulu ketimbang lainnya.
Hal ini berdasarkan studi yang telah dipublikasikan
dalam jurnal PLoS ONE. Dengan hasil studi ini,
peneliti menemukan bahwa orang-orang yang
populer dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial,
dua minggu lebih awal terjangkit flu.
Peneliti juga mengatakan bahwa hal ini bisa
menjadi peringatan dini untuk epidemi wabah flu
dan penyakit infeksi lainnya.
Tim peneliti mendasarkan studi pada ‘friendship
paradox’, yang mana orang yang lebih aktif,
populer dan menjadi pusat perhatian dalam
pergaulan akan lebih mudah tertular dan
terserang penyakit infeksi.
Hal ini sangat beralasan, karena orang populer
akan lebih mudah bergaul dengan banyak dan
beragam orang, yang bisa jadi sedang menderita
penyakit infeksi yang mudah menular.
“Seseorang yang menjadi pusat perhatian akan
lebih dulu tertular penyakit flu,” ujar Nicholas
Christakis, MD, seorang profesor sosiologi
kedokteran di Harvard Medical School, Boston,
seperti dilansir dari Health.com, Kamis
(16/9/2010).
Dalam studi tersebut Dr Christakis dan rekannya
James Fowler, PhD, seorang profesor genetika
medis di University of California, memilih 319
mahasiswa Harvard secara acak dan ditanyai
tentang nama-nama temannya.
Sekitar sepertiga dari partisipan melaporkan
menderita flu di musim gugur dan dingin pada
tahun 2009. Dan partisipan yang lebih populer
ternyata didiagnosis 14 hari lebih awal ketimbang
teman-teman lainnya.
“Ini merupakan temuan yang menjanjikan dan
menarik,” tutur Philip Polgreen, MD, asisten
profesor kedokteran dan epidemiologi di
University of Iowa Iowa City.
Menurutnya, studi ini akan memberikan cara
yang sederhana untuk melacak dan memerangi
epidemi, terutama dalam komunitas dengan
pengaturan otonom seperti kampus dan
pangkalan militer
yang Penting kan Hatinya!
Banyak syubhat di lontarkan kepada kaum
muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang
‘ ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah “Buat apa
berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih,
masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan
dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab!
Yang penting kan hati !” lalu tercenunglah saudari
kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.
Syubhat lainnya lagi adalah “Liat tuh kan ada
hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak
melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat
pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati,
menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula
keislaman kita walau kita tidak berkerudung!.
Benarkah demikian ya ukhti,, ??
Saudariku muslimah semoga Allah
merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan
berpendapat demikian maka wajiblah baginya
untuk bertaubat kepada Allah Ta ’ala memohon
ampun atas kejahilannya dalam memahami
syariat yang mulia ini. Jika agama hanya
berlandaskan pada akal dan perasaan maka
rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan
kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci,
maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang
yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan
orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada
diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah
lembut, dermawan, bijaksana.
Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka
adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan
“ tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan
syahadatain, mereka tidak memeluk islam,
perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan
orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan
saya bahwa kita menghukumi seseorang
berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir)
dalam diri orang itu.
Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat
seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab,
apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah
ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya
karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan
wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul
fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir
amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya
hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak
adapun yang batin hukumnya adalah terserah
Allah.
Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan
kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula
istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat).
Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya,
paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi
mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka
berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31
dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat
termaktub mereka menolak perintah Allah Ta ’ala.
Justru yang kita dapati mereka merobek tirai
mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai
bukti ketaatan mereka.Apa yang ingin anda
katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas,
banyak diantara saudara kita yang tidak
mengetahui bahwa hadits diatas ada
sambungannya.
Lengkapnya adalah sebagai berikut: “Dari Abu
Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu
anhu dia berkata, Rasulullah bersabda:
“ Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk
tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk
rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati
kalian ” (HR. Muslim 2564/33).
Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada
nomor hadits 34 sebagai berikut: “Sesungguhnya
Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan
juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan
perbuatan kalian. ” (HR.Muslim 2564/34).
Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal.
Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan
hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu
kaum muslimin tidak perlu bersusah payah
menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan
Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau
bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga
untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah
atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat
tidak akan berlomba-lomba dalam beramal
(beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh
mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka
bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka
adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah
satu kisah indah diantara kisah-kisah indah
lainnya.
Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya,
Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya
adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah
adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah
Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah
Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab
dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang
hatinya, ia adalah orang yang paling lembut
hatinya toh masih bersusah payah giat beramal,
bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang
pohon yang tegak tidak bergeming karena
lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa
lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-
angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat
jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan
generasi pendahulu kita. Wallahu ’alam bish-
shawwab.
Muraja’ah oleh ust. Eko Hariyanto Lc, Mahasiswa
paska sarjana Fakultas Syari’ah Universitas Imam
Ibnu Saud, Riyadh,KSA.
muslimah yang ingin berjilbab. Syubhat yang
‘ ngetrend’ dan biasa kita dengar adalah “Buat apa
berjilbab kalau hati kita belum siap, belum bersih,
masih suka ‘ngerumpi’ berbuat maksiat dan
dosa-dosa lainnya, percuma dong pake jilbab!
Yang penting kan hati !” lalu tercenunglah saudari
kita ini membenarkan pendapat kawannya tadi.
Syubhat lainnya lagi adalah “Liat tuh kan ada
hadits yang berbunyi: Sesungguhnya Allah tidak
melihat pada bentuk(rupa) kalian tapi Allah melihat
pada hati kalian..!. Jadi yang wajib adalah hati,
menghijabi hati kalau hati kita baik maka baik pula
keislaman kita walau kita tidak berkerudung!.
Benarkah demikian ya ukhti,, ??
Saudariku muslimah semoga Allah
merahmatimu, siapapun yang berfikiran dan
berpendapat demikian maka wajiblah baginya
untuk bertaubat kepada Allah Ta ’ala memohon
ampun atas kejahilannya dalam memahami
syariat yang mulia ini. Jika agama hanya
berlandaskan pada akal dan perasaan maka
rusaklah agama ini. Bila agama hanya didasarkan
kepada orang-orang yang hatinya baik dan suci,
maka tengoklah disekitar kita ada orang-orang
yang beragama Nasrani, Hindu atau Budha dan
orang kafir lainnya liatlah dengan seksama ada
diantara mereka yang sangat baik hatinya, lemah
lembut, dermawan, bijaksana.
Apakah anda setuju untuk mengatakan mereka
adalah muslim? Tentu akal anda akan mengatakan
“ tentu tidak! karena mereka tidak mengucapkan
syahadatain, mereka tidak memeluk islam,
perbuatan mereka menunjukkan mereka bukan
orang islam. Tentu anda akan sependapat dengan
saya bahwa kita menghukumi seseorang
berdasarkan perbuatan yang nampak(zahir)
dalam diri orang itu.
Lalu bagaimana pendapatmu ketika anda melihat
seorang wanita di jalan berjalan tanpa jilbab,
apakah anda bisa menebak wanita itu muslimah
ataukah tidak? Sulit untuk menduga jawabannya
karena secara lahir (dzahir) ia sama dengan
wanita non muslimah lainnya.Ada kaidah ushul
fiqih yang mengatakan “alhukmu ala dzawahir
amma al bawathin fahukmuhu “ala llah’ artinya
hukum itu dilandaskan atas sesuatu yang nampak
adapun yang batin hukumnya adalah terserah
Allah.
Rasanya tidak ada yang bisa menyangsikan
kesucian hati ummahatul mukminin (istri-istri
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam) begitupula
istri-istri sahabat nabi yang mulia (shahabiyaat).
Mereka adalah wanita yang paling baik hatinya,
paling bersih, paling suci dan mulia. Tapi
mengapa ketika ayat hijab turun agar mereka
berjilbab dengan sempurna (lihat QS: 24 ayat 31
dan QS: 33 ayat 59) tak ada satupun riwayat
termaktub mereka menolak perintah Allah Ta ’ala.
Justru yang kita dapati mereka merobek tirai
mereka lalu mereka jadikan kerudung sebagai
bukti ketaatan mereka.Apa yang ingin anda
katakan? Sedangkan mengenai hadits diatas,
banyak diantara saudara kita yang tidak
mengetahui bahwa hadits diatas ada
sambungannya.
Lengkapnya adalah sebagai berikut: “Dari Abu
Hurairah, Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu
anhu dia berkata, Rasulullah bersabda:
“ Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk
tubuh-tubuh kalian dan tidak juga kepada bentuk
rupa-rupa kalian, tetapi Dia melihat hati-hati
kalian ” (HR. Muslim 2564/33).
Hadits diatas ada sambungannya yaitu pada
nomor hadits 34 sebagai berikut: “Sesungguhnya
Allah tidak melihat kepada bentuk rupa kalian dan
juga harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan
perbuatan kalian. ” (HR.Muslim 2564/34).
Semua adalah seiring dan sejalan, hati dan amal.
Apabila hanya hati yang diutamakan niscaya akan
hilanglah sebagian syariat yang mulia ini. Tentu
kaum muslimin tidak perlu bersusah payah
menunaikan shalat 5 waktu, berpuasa dibulan
Ramadhan, membayar dzakat dan sedekah atau
bersusah payah menghabiskan harta dan tenaga
untuk menunaikan ibadah haji ketanah suci Mekah
atau amal ibadah lainnya. Tentu para sahabat
tidak akan berlomba-lomba dalam beramal
(beribadah) cukup mengandalkan hati saja, toh
mereka adalah sebaik-baik manusia diatas muka
bumi ini. Akan tetapi justru sebaliknya mereka
adalah orang yang sangat giat beramal tengoklah
satu kisah indah diantara kisah-kisah indah
lainnya.
Urwah bin Zubair Radhiyallahu anhu misalnya,
Ayahnya adalah Zubair bin Awwam, Ibunya
adalah Asma binti Abu Bakar, Kakeknya Urwah
adalah Abu Bakar Ash-Shidik, bibinya adalah
Aisyah Radhiyallahu anha istri Rasulullah
Shalallahu alaihi wassalam. Urwah lahir dari nasab
dan keturunan yang mulia jangan ditanya tentang
hatinya, ia adalah orang yang paling lembut
hatinya toh masih bersusah payah giat beramal,
bersedekah dan ketika shalat ia bagaikan sebatang
pohon yang tegak tidak bergeming karena
lamanya ia berdiri ketika shalat. Aduhai,..betapa
lalainya kita ini,..banyak memanjangkan angan-
angan dan harapan padahal hati kita tentu sangat
jauh suci dan mulianya dibandingkan dengan
generasi pendahulu kita. Wallahu ’alam bish-
shawwab.
Muraja’ah oleh ust. Eko Hariyanto Lc, Mahasiswa
paska sarjana Fakultas Syari’ah Universitas Imam
Ibnu Saud, Riyadh,KSA.
Balasan Setelah Mati di Tanah Suci Makkah
Saat di Tanah Suci, Pak Ismail Saleh melihat
sendiri peristiwa dimana : Mayat dalam usungan
yang hendak disholatkan di Masjid Al-Haram
terombang-ambing di tengah lautan manusia,
tanpa bisa mendekati masjid.
Mayat itu adalah mayat penduduk di Mekah, yang
walaupun rumahnya di Mekah, tetapi hatinya
tidak tersentuh sama sekali untuk menunaikan
Ibadah Haji.
Betapa mayat itu tersingkir dan tersingkir
terus. ”Ya Allah….., luar biasa kekuasaan-Mu,
membalas perbuatannya setelah ia mati”, puji Pak
Ismail kepada Rabb Penguasa Semesta Alam.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
Amin
sendiri peristiwa dimana : Mayat dalam usungan
yang hendak disholatkan di Masjid Al-Haram
terombang-ambing di tengah lautan manusia,
tanpa bisa mendekati masjid.
Mayat itu adalah mayat penduduk di Mekah, yang
walaupun rumahnya di Mekah, tetapi hatinya
tidak tersentuh sama sekali untuk menunaikan
Ibadah Haji.
Betapa mayat itu tersingkir dan tersingkir
terus. ”Ya Allah….., luar biasa kekuasaan-Mu,
membalas perbuatannya setelah ia mati”, puji Pak
Ismail kepada Rabb Penguasa Semesta Alam.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua.
Amin
Jenius Itu Benar 99 Persen Keringat
“Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99
persen keringat”. Kutipan terkenal itu adalah
milik ilmuwan Thomas Alva Edison. Ungkapan itu
semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan
hebat itu muncul bukan karena sekedar pintar.
Penulis buku-buku ilmiah Andrew Robinson
dalam bukunya ‘Sudden Genius?’ menemukan
kesamaan baik pada ilmuwan masa kini maupun
ilmuwan masa lampau ternyata ilmuwan menjadi
jenius tidak terjadi dalam waktu sekejap.
Bagaimana sampai ilmuwan-ilmuwan itu
mempunyai banyak ide di kepalanya, ternyata
ada jalan bertahap dalam membuat terobosan-
terobosan yang kreatif. Proses kreatifitas inilah
yang membuat ilmuwan jenius.
Menurut Andrew, jenius merupakan hasil dari
kerja keras yang konsisten dan sebuah
ketekunan. Jadi jika kini banyak orangtua yang
ingin mencetak anak jenius menurutnya tidak bisa
dengan jalan pintas.
Andrew menemukan proses kreatif membuat
seseorang memiliki ide yang begitu banyak
dengan kata lain tidak pernah menyerah untuk
mencoba hingga menemukan formula yang
tepat.
Studi ilmiah tentang kreativitas ini meliputi banyak
hal seperti bakat, kecerdasan, memori, mimpi,
alam bawah sadar, kerja keras dan banyak lagi
sehingga menjadi jenius bukan semata-mata
karena pintar.
Pola tersebut ditemukan hampir sama baik pada
ilmuwan maupun pada seniman seperti pada
bidang arkeologi, arsitektur, seni, biologi, kimia,
film, musik, sastra, fotografi dan fisika.
Masalah kreativitas yang menjadi kunci orang
jenius jauh sebelumnya pernah diungkap oleh
polymath Prancis terkenal yaitu Henri Poincare
pada tahun 1881. Sekitar 30 tahun kemudian,
Poincare menerbitkan sebuah analisis proses
berpikir sendiri.
Model Poincare ini melalui empat tahap yaitu
pikiran sadar, pikiran tidak sadar (inkubasi),
iluminasi (menjelaskan) dan juga verifikasi. Hal ini
disimpulkan sejak ia mempelajarinya secara
mendalam.
Ilmuwan seperti Albert Einstein, Hermann von
Helmholtz dan Werner Heisenberg pernah
menggambarkan proses kreativitasnya mirip
dengan model Poincare tersebut. Hingga kini
empat tahapan tersebut adalah model kreativitas
terbaik yang dimiliki.
Seperti dikutip dari Medindia, Kamis (16/9/2010)
sebuah percobaan menunjukkan bahwa dalam
kondisi ketidaksadaran, seseorang dapat
mengaktifkan informasi kompleks yang
menghambat alam sadarnya. Dan itu baru salah
satu faktor.
Karena itu kejeniusan seseorang tidak bisa
didapatkan melalui cara singkat, namun
membutuhkan sebuah ketekunan dan kerja keras
yang konsisten
persen keringat”. Kutipan terkenal itu adalah
milik ilmuwan Thomas Alva Edison. Ungkapan itu
semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan
hebat itu muncul bukan karena sekedar pintar.
Penulis buku-buku ilmiah Andrew Robinson
dalam bukunya ‘Sudden Genius?’ menemukan
kesamaan baik pada ilmuwan masa kini maupun
ilmuwan masa lampau ternyata ilmuwan menjadi
jenius tidak terjadi dalam waktu sekejap.
Bagaimana sampai ilmuwan-ilmuwan itu
mempunyai banyak ide di kepalanya, ternyata
ada jalan bertahap dalam membuat terobosan-
terobosan yang kreatif. Proses kreatifitas inilah
yang membuat ilmuwan jenius.
Menurut Andrew, jenius merupakan hasil dari
kerja keras yang konsisten dan sebuah
ketekunan. Jadi jika kini banyak orangtua yang
ingin mencetak anak jenius menurutnya tidak bisa
dengan jalan pintas.
Andrew menemukan proses kreatif membuat
seseorang memiliki ide yang begitu banyak
dengan kata lain tidak pernah menyerah untuk
mencoba hingga menemukan formula yang
tepat.
Studi ilmiah tentang kreativitas ini meliputi banyak
hal seperti bakat, kecerdasan, memori, mimpi,
alam bawah sadar, kerja keras dan banyak lagi
sehingga menjadi jenius bukan semata-mata
karena pintar.
Pola tersebut ditemukan hampir sama baik pada
ilmuwan maupun pada seniman seperti pada
bidang arkeologi, arsitektur, seni, biologi, kimia,
film, musik, sastra, fotografi dan fisika.
Masalah kreativitas yang menjadi kunci orang
jenius jauh sebelumnya pernah diungkap oleh
polymath Prancis terkenal yaitu Henri Poincare
pada tahun 1881. Sekitar 30 tahun kemudian,
Poincare menerbitkan sebuah analisis proses
berpikir sendiri.
Model Poincare ini melalui empat tahap yaitu
pikiran sadar, pikiran tidak sadar (inkubasi),
iluminasi (menjelaskan) dan juga verifikasi. Hal ini
disimpulkan sejak ia mempelajarinya secara
mendalam.
Ilmuwan seperti Albert Einstein, Hermann von
Helmholtz dan Werner Heisenberg pernah
menggambarkan proses kreativitasnya mirip
dengan model Poincare tersebut. Hingga kini
empat tahapan tersebut adalah model kreativitas
terbaik yang dimiliki.
Seperti dikutip dari Medindia, Kamis (16/9/2010)
sebuah percobaan menunjukkan bahwa dalam
kondisi ketidaksadaran, seseorang dapat
mengaktifkan informasi kompleks yang
menghambat alam sadarnya. Dan itu baru salah
satu faktor.
Karena itu kejeniusan seseorang tidak bisa
didapatkan melalui cara singkat, namun
membutuhkan sebuah ketekunan dan kerja keras
yang konsisten
taubatnya cat steven
Aku dilahirkan di London, jantung dunia barat.
Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan
angkasa. Era dimana teknologi telah sampai
puncaknya, di Britania. Aku berkembang
dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik
yang telah memberikan pengajaran kepadaku
konsep kristiani tentang Allah, Al Masih, Kepastian
baik dan buruk. Mereka banyak bercerita
kepadaku tentang Allah, sedikit tentang Al Masih
dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus.
Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang
tertumpah dari seluruh sarana informasi. Mereka
mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah
kekayaan yang sebenarnya yang hakiki,
sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang
hakiki, Amerika adalah lambang kekayaan,
sementara dunia ketiga adalah symbol
kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan
keterbelakangan.
Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan
dan menempuh jalurnya, supaya aku dapat
hidup bahagia, beruntung dengan kenikmatan
dunia. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan
yang tak ada hubungannya dengan agama. Aku
mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan
kebahagiaan jiwa.
Dan akupun mulai mencari sarana yang
mengantarkanku mencapai sukses. Dan jalan
yang paling mudah ialah dengan cara membeli
gitar, mengarang beberapa lagu serta
menyanyikanya, kemudian aku bergerak ditengah
khalayak ramai. Inilah yang kenyataannya telah
kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Dalam
waktu yang relative singkat, ketika aku berumur
18 tahun, sudah ada 8 kaset rekamanku. Aku
mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak
sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang
melimpah dan ketenaran yang memuncak.
Ketika aku sudah sampai puncak, aku melihat
kebawah karena takutr terjatuh. Kegoncangan
menghantui diriku, dan akupun mulai meminum
segelas arak penuh setiap hari untuk menambah
keberanian dalam menyanyi.Aku merasakan
bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng,
tak seorangpun yang membukanya, topeng yang
menutupi kenyataan. Aku merasa ini adalah
kesesatan. Aku mulai membenci kehidupanku
serta menjauhi manusia. Sakitpun tak ayal
menimpaku. Aku dipindah ke rumah sakit karena
TBC. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik
bagiku sebab telah membawaku berfikir.
Aku memiliki keimanan kepada Allah, namun
gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ?
Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang
dibicarakannya. Pemikiran itu sungguh pelik,
maka aku berpikir mencari jalan menempuh
hidup baru. Kebetulan aku memiliki buku tentang
akidah dan ketimuran. Aku sedang mencari
kedamaian dan hakekat. Aku dihantui perasaan
untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu, tapi aku
tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku tak
sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong,
sehingga aku mulai berpikir dan mencari
kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan,.
Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun
dalam gereja.
Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku
mempelajarinya dan ber anggapan bahwa
kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa
yang akan terjadi esok sehingga anda dapat
menghindari kejahatannya. Aku jadi percaya
bintang serta ramalan yang akan terjadi, namun
kudapati semua itu kosong belaka.
Kuketuk Komunis, kusangka bahwa kebaikan
adalah dengan membagi seluruh kekayaan
kepada setiap manusia. Namun aku merasa
konsep ini tidak sesuai fitrah, karena yang adil
adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih
payah anda dan tidak boleh diberikan kepada
orang lain. Kemudian aku beralih menelan Pil
untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran
dan kebingungan yang menyakitkan. Akhirnya
akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun
akidah yang sanggup memberikan jawaban dan
menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang
sedang aku cari. Pada saat itu aku belum mengenl
islam sedikitpun. Akhirnya aku tetap pada
keyakinan dan pemahaman pertama yang aku
terima dari gereja. Semua akidah lain hanyalah
bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik
daripadanya.Aku kembali ke pangkuan gereja
untuk kedua kalinya dan menekuni musik
kembali. Aku merasa dialah agamaku, tak ada
agama lain bagiku.
Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah
kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL
Qur ’an kepadaku. Qur’an itu tetap aku simpan
sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina.
Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan
kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut,
yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang
dibicarakannya.Kemudian aku mencari
terjemahan Qur ’an dan itulah pertama kali aku
berpikir tentang islam. Islam dimata orang barat
dianggap sebagai agama rasial, sedang umat
islam dianggap sebagai orang orang asing baik
dari Arab ataupun dari Turki. Kedua orang tuaku
berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci
muslim Turki karena motivasi warisan. Tapi aku
berpendapat untuk melihat terjemahannya dan
tak ada salahnya untuk mengetahui isinya.
Dari pertama kali kurasakan, Al Qur’an dimulai
dengan Bismillah, dengan nama Allah bukan
lainya. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah
measuk mempengaruhi jiwaku. Kemudian
dilanjutkan dengan Al Fatihah, pembukaan AL
Kitab, Alhamdulillaahirobbil “alamin, segala puji
hanya bagi Allah pencipta alam semesta,
penguasa dan pengatur seluruh Makhluk.
Waktu itu, pemikiranku tentang Tuhan, dangkal
sekali. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu
Esa dan terbagi menjadi tiga. Bagaimana ? Aku tak
tahu.
Adapun AL Qur;an telah mulai dengan
penyembahan kepada Allah yang Esa, Tuhan
seluruh alam, Allah satu satunya pencipta, tiada
sekutu baginya. Ini merupakan konsep baru
bagiku. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal
Qur ’an, bahwa didalamnya ada konsep
persesuaian dan kekuatan yang mampu
mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ),
adapun sekarang, maka dalam konsep islam,
Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala
sesuatu.
Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam,
maka aku penuhi ajakannya. Adapun gereja yang
telah menghancurkanku serta mendatangkan
kesengsaraan dan kepayahan, dialah yang
menyuruhku menemui Al Qur ’an, ketika ia tak
sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh.
Aku benar benar melihat sesuatu yang unik
dalam Qur ’an. Al Qur’an tidak seperti kitab yang
terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan
keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab
yang saya pelajari sebelumnya. Di sampul Al
Qur ’an tidak ada nama pengarangnya. Karena
itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu
yang telah Allah wahyukan kepada nabi
Muhammad Saw. Telah menjadi jelas bagiku,
perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan
pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah
yang bermacam pula. Kucoba mencari kesalahan
kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan.
Semua selaras dengan paham keesaan yang
murni, akupun mulai tahu apa itu islam. Kudapati
didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan
Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan
yang lainya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana
misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya
permulaan makhluk hidup dan manusia
sepanjang sejarahnya ada dua macam, Mukmin
dan Kafir. Al Qur ’an telah menjawab seluruh
pertanyaanku. Ketika selam 1 tahun, saya
mempelajari AL Qur ’an. Pada saat itu aku merasa
bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia
ini.
Kemudian aku berpikir, bagaimana caranya
menjadi muslim yang sebenarnya. Akhirnya di
Masjid di London, aku mengumumkan
keislamanku dengan bersyahad, dan meyakini
secara toal seluruh ajaran ini. Aku yakin, islam
yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat,
bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya
dengan membaca dua kalimat syahadad.
Aku seperti dilahirkan kembali. Sebelumnya aku
belum pernah ketemu dengan seorangpun dari
mereka. Sekiranya aku bertemu dengan seorang
muslim yang berusaha mengajakku ke islam,
tentu akan kutolak ajakanya karena melihat
kondisi umat islam yang memprihatinkan, dan
gambaran buruk yang diberikan oleh sarana
informasi barat yang selama ini menjadi rujukan
banyak orang.
Aku telah datang kepada islam dari sumber
terbaiknya. Kemudian aku pelajari Siroh
Rosulullah, bagaimana beliau berperilaku juga
sunnahnya. Aku dapatkan perbendaharaan yang
melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan
sunnahnya. Aku telah lupa dengan musik, dan
bertanya apakah aku teruskan? Mereka
menasehatiku untuk berhenti, sebab musik itu
melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah
bahaya besar. Akhirnya bergantilah namaku
menjadi Yusuf Islam.
Inilah jalanku. Semua hasil kekayaan yang aku
peroleh, semuanya kini telah kuberikan untuk
dakwah islam.
Saudaraku, itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal
Cat Steven yang telah berganti nama dengan
Yusuf Islam. Kita ketahui, kehidupan selanjutnya
ialah, betapa penampilannya yang islami
menjadikan Amerika geram dan menolaknya
ketika mau datang kesana, namun disisi lain
jutaan umat ini bangga dengan kehadiran
seorang yang telah ber azzam untuk
memanfaatkan segenap waktunya untuk
berjuang dalam dakwah yang mulia ini.
Marilah kita bercermin dari kisah ini. Tidak salah
juga jika kita bertanya pada diri sendiri, Sudah
bersemangatkah kita untuk bergabung dalam
barisan dakwah seperti yang telah Allah dan
rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan
jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika
demikian. Mari kita bangkit!!! Karena
sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti !
Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan
angkasa. Era dimana teknologi telah sampai
puncaknya, di Britania. Aku berkembang
dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik
yang telah memberikan pengajaran kepadaku
konsep kristiani tentang Allah, Al Masih, Kepastian
baik dan buruk. Mereka banyak bercerita
kepadaku tentang Allah, sedikit tentang Al Masih
dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus.
Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang
tertumpah dari seluruh sarana informasi. Mereka
mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah
kekayaan yang sebenarnya yang hakiki,
sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang
hakiki, Amerika adalah lambang kekayaan,
sementara dunia ketiga adalah symbol
kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan
keterbelakangan.
Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan
dan menempuh jalurnya, supaya aku dapat
hidup bahagia, beruntung dengan kenikmatan
dunia. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan
yang tak ada hubungannya dengan agama. Aku
mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan
kebahagiaan jiwa.
Dan akupun mulai mencari sarana yang
mengantarkanku mencapai sukses. Dan jalan
yang paling mudah ialah dengan cara membeli
gitar, mengarang beberapa lagu serta
menyanyikanya, kemudian aku bergerak ditengah
khalayak ramai. Inilah yang kenyataannya telah
kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Dalam
waktu yang relative singkat, ketika aku berumur
18 tahun, sudah ada 8 kaset rekamanku. Aku
mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak
sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang
melimpah dan ketenaran yang memuncak.
Ketika aku sudah sampai puncak, aku melihat
kebawah karena takutr terjatuh. Kegoncangan
menghantui diriku, dan akupun mulai meminum
segelas arak penuh setiap hari untuk menambah
keberanian dalam menyanyi.Aku merasakan
bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng,
tak seorangpun yang membukanya, topeng yang
menutupi kenyataan. Aku merasa ini adalah
kesesatan. Aku mulai membenci kehidupanku
serta menjauhi manusia. Sakitpun tak ayal
menimpaku. Aku dipindah ke rumah sakit karena
TBC. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik
bagiku sebab telah membawaku berfikir.
Aku memiliki keimanan kepada Allah, namun
gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ?
Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang
dibicarakannya. Pemikiran itu sungguh pelik,
maka aku berpikir mencari jalan menempuh
hidup baru. Kebetulan aku memiliki buku tentang
akidah dan ketimuran. Aku sedang mencari
kedamaian dan hakekat. Aku dihantui perasaan
untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu, tapi aku
tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku tak
sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong,
sehingga aku mulai berpikir dan mencari
kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan,.
Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun
dalam gereja.
Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku
mempelajarinya dan ber anggapan bahwa
kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa
yang akan terjadi esok sehingga anda dapat
menghindari kejahatannya. Aku jadi percaya
bintang serta ramalan yang akan terjadi, namun
kudapati semua itu kosong belaka.
Kuketuk Komunis, kusangka bahwa kebaikan
adalah dengan membagi seluruh kekayaan
kepada setiap manusia. Namun aku merasa
konsep ini tidak sesuai fitrah, karena yang adil
adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih
payah anda dan tidak boleh diberikan kepada
orang lain. Kemudian aku beralih menelan Pil
untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran
dan kebingungan yang menyakitkan. Akhirnya
akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun
akidah yang sanggup memberikan jawaban dan
menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang
sedang aku cari. Pada saat itu aku belum mengenl
islam sedikitpun. Akhirnya aku tetap pada
keyakinan dan pemahaman pertama yang aku
terima dari gereja. Semua akidah lain hanyalah
bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik
daripadanya.Aku kembali ke pangkuan gereja
untuk kedua kalinya dan menekuni musik
kembali. Aku merasa dialah agamaku, tak ada
agama lain bagiku.
Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah
kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL
Qur ’an kepadaku. Qur’an itu tetap aku simpan
sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina.
Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan
kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut,
yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang
dibicarakannya.Kemudian aku mencari
terjemahan Qur ’an dan itulah pertama kali aku
berpikir tentang islam. Islam dimata orang barat
dianggap sebagai agama rasial, sedang umat
islam dianggap sebagai orang orang asing baik
dari Arab ataupun dari Turki. Kedua orang tuaku
berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci
muslim Turki karena motivasi warisan. Tapi aku
berpendapat untuk melihat terjemahannya dan
tak ada salahnya untuk mengetahui isinya.
Dari pertama kali kurasakan, Al Qur’an dimulai
dengan Bismillah, dengan nama Allah bukan
lainya. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah
measuk mempengaruhi jiwaku. Kemudian
dilanjutkan dengan Al Fatihah, pembukaan AL
Kitab, Alhamdulillaahirobbil “alamin, segala puji
hanya bagi Allah pencipta alam semesta,
penguasa dan pengatur seluruh Makhluk.
Waktu itu, pemikiranku tentang Tuhan, dangkal
sekali. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu
Esa dan terbagi menjadi tiga. Bagaimana ? Aku tak
tahu.
Adapun AL Qur;an telah mulai dengan
penyembahan kepada Allah yang Esa, Tuhan
seluruh alam, Allah satu satunya pencipta, tiada
sekutu baginya. Ini merupakan konsep baru
bagiku. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal
Qur ’an, bahwa didalamnya ada konsep
persesuaian dan kekuatan yang mampu
mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ),
adapun sekarang, maka dalam konsep islam,
Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala
sesuatu.
Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam,
maka aku penuhi ajakannya. Adapun gereja yang
telah menghancurkanku serta mendatangkan
kesengsaraan dan kepayahan, dialah yang
menyuruhku menemui Al Qur ’an, ketika ia tak
sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh.
Aku benar benar melihat sesuatu yang unik
dalam Qur ’an. Al Qur’an tidak seperti kitab yang
terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan
keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab
yang saya pelajari sebelumnya. Di sampul Al
Qur ’an tidak ada nama pengarangnya. Karena
itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu
yang telah Allah wahyukan kepada nabi
Muhammad Saw. Telah menjadi jelas bagiku,
perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan
pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah
yang bermacam pula. Kucoba mencari kesalahan
kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan.
Semua selaras dengan paham keesaan yang
murni, akupun mulai tahu apa itu islam. Kudapati
didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan
Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan
yang lainya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana
misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya
permulaan makhluk hidup dan manusia
sepanjang sejarahnya ada dua macam, Mukmin
dan Kafir. Al Qur ’an telah menjawab seluruh
pertanyaanku. Ketika selam 1 tahun, saya
mempelajari AL Qur ’an. Pada saat itu aku merasa
bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia
ini.
Kemudian aku berpikir, bagaimana caranya
menjadi muslim yang sebenarnya. Akhirnya di
Masjid di London, aku mengumumkan
keislamanku dengan bersyahad, dan meyakini
secara toal seluruh ajaran ini. Aku yakin, islam
yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat,
bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya
dengan membaca dua kalimat syahadad.
Aku seperti dilahirkan kembali. Sebelumnya aku
belum pernah ketemu dengan seorangpun dari
mereka. Sekiranya aku bertemu dengan seorang
muslim yang berusaha mengajakku ke islam,
tentu akan kutolak ajakanya karena melihat
kondisi umat islam yang memprihatinkan, dan
gambaran buruk yang diberikan oleh sarana
informasi barat yang selama ini menjadi rujukan
banyak orang.
Aku telah datang kepada islam dari sumber
terbaiknya. Kemudian aku pelajari Siroh
Rosulullah, bagaimana beliau berperilaku juga
sunnahnya. Aku dapatkan perbendaharaan yang
melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan
sunnahnya. Aku telah lupa dengan musik, dan
bertanya apakah aku teruskan? Mereka
menasehatiku untuk berhenti, sebab musik itu
melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah
bahaya besar. Akhirnya bergantilah namaku
menjadi Yusuf Islam.
Inilah jalanku. Semua hasil kekayaan yang aku
peroleh, semuanya kini telah kuberikan untuk
dakwah islam.
Saudaraku, itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal
Cat Steven yang telah berganti nama dengan
Yusuf Islam. Kita ketahui, kehidupan selanjutnya
ialah, betapa penampilannya yang islami
menjadikan Amerika geram dan menolaknya
ketika mau datang kesana, namun disisi lain
jutaan umat ini bangga dengan kehadiran
seorang yang telah ber azzam untuk
memanfaatkan segenap waktunya untuk
berjuang dalam dakwah yang mulia ini.
Marilah kita bercermin dari kisah ini. Tidak salah
juga jika kita bertanya pada diri sendiri, Sudah
bersemangatkah kita untuk bergabung dalam
barisan dakwah seperti yang telah Allah dan
rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan
jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika
demikian. Mari kita bangkit!!! Karena
sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti !
air mata
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka
sambil menangis dan mereka bertambah
khusyuk. ” (QS Al-Israa [17]: 109).
Seringkali, ketika sesuatu terjadi di luar rencana,
harapan dan keinginan lewat tak tertangkap
barulah manusia mengingat Dia. Sadar dirinya tak
mampu berbuat apa-apa, jika Allah sudah
berkehendak. Saat itu biasanya manusia
menangis atau berkeinginan untuk menangis.
Namun, tak lama bila ada harapan dan keinginan
yang terwujud, maka tertawalah ia dan lupa lagi
kepada Sang Pemberi Harapan.
Amat biasa, manusia menangis, melelehkan air
matanya, ketika merasa hancur, tujuannya gagal,
harapannya kabur, dan cita-citanya berantakan.
Atau, apabila yang telah diupayakannya
mengalami kebuntuan. Menangis adalah cara
Allah menunjukkan kekuasaan dan
kemahabesaran-Nya. Air mata itu mungkin saja
diciptakan untuk menyadarkan manusia agar
senantiasa mengingat-Nya. Titik-titik air bening
dari kelopak mata itu bisa jadi adalah teguran
Allah terhadap riak kenistaan yang kerap
mewarnai kehidupan ini.
Seperti Allah menurunkan hujan dari gumpalan
awan untuk membasahi bumi dari kekeringan
hingga tumbuh sayur segar dan buah yang
ranum. Seperti itulah barangkali tangis manusia
akan membasahi kekeringan hati dan melelehkan
kerak kegersangan agar menghadirkan kembali
wajah Dia yang mengiringi setiap langkah
selanjutnya.
Semestinya, tangisan meluluhkan bongkah-
bongkah keangkuhan dalam dada, hingga timbul
kesadaran hanya Dia yang berhak berlaku
sombong. Air mata itu akan melelehkan
pandangan mata dari meremehkan orang lain
dan semakin menjernihkan kacamata untuk lebih
bisa melihat kemahabesaran dan kekuasaan Allah.
Titik-titik bening itu akan membersihkan debu-
debu pengingkaran yang menyesaki kelopak
mata yang menjadikan sering kali lupa bersyukur
atas nikmat pemberian-Nya.
Semestinya pula, melelehkan air mata membuat
hati tetap basah oleh ke-tawadlu-an, qona ’ah, dan
juga cinta terhadap sesama. Air mata menjadi
penyadar bahwa apa pun yang kita upayakan
semua tergantung pada-Nya. Tak ada yang patut
disombongkan pada diri di hadapan sesama
apalagi di hadapan Dia. Air mata akan
mengantarkan kita pada kekhusyukan.
Bersyukurlah bila masih bisa meneteskan air
mata. Namun, air mata menjadi tak ada artinya
jika setelah tetes terakhir, tak ada perubahan apa
pun dalam langkah kita. Tak akan ada hikmahnya,
bila kesombongan masih menjadi baju utama
kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
sambil menangis dan mereka bertambah
khusyuk. ” (QS Al-Israa [17]: 109).
Seringkali, ketika sesuatu terjadi di luar rencana,
harapan dan keinginan lewat tak tertangkap
barulah manusia mengingat Dia. Sadar dirinya tak
mampu berbuat apa-apa, jika Allah sudah
berkehendak. Saat itu biasanya manusia
menangis atau berkeinginan untuk menangis.
Namun, tak lama bila ada harapan dan keinginan
yang terwujud, maka tertawalah ia dan lupa lagi
kepada Sang Pemberi Harapan.
Amat biasa, manusia menangis, melelehkan air
matanya, ketika merasa hancur, tujuannya gagal,
harapannya kabur, dan cita-citanya berantakan.
Atau, apabila yang telah diupayakannya
mengalami kebuntuan. Menangis adalah cara
Allah menunjukkan kekuasaan dan
kemahabesaran-Nya. Air mata itu mungkin saja
diciptakan untuk menyadarkan manusia agar
senantiasa mengingat-Nya. Titik-titik air bening
dari kelopak mata itu bisa jadi adalah teguran
Allah terhadap riak kenistaan yang kerap
mewarnai kehidupan ini.
Seperti Allah menurunkan hujan dari gumpalan
awan untuk membasahi bumi dari kekeringan
hingga tumbuh sayur segar dan buah yang
ranum. Seperti itulah barangkali tangis manusia
akan membasahi kekeringan hati dan melelehkan
kerak kegersangan agar menghadirkan kembali
wajah Dia yang mengiringi setiap langkah
selanjutnya.
Semestinya, tangisan meluluhkan bongkah-
bongkah keangkuhan dalam dada, hingga timbul
kesadaran hanya Dia yang berhak berlaku
sombong. Air mata itu akan melelehkan
pandangan mata dari meremehkan orang lain
dan semakin menjernihkan kacamata untuk lebih
bisa melihat kemahabesaran dan kekuasaan Allah.
Titik-titik bening itu akan membersihkan debu-
debu pengingkaran yang menyesaki kelopak
mata yang menjadikan sering kali lupa bersyukur
atas nikmat pemberian-Nya.
Semestinya pula, melelehkan air mata membuat
hati tetap basah oleh ke-tawadlu-an, qona ’ah, dan
juga cinta terhadap sesama. Air mata menjadi
penyadar bahwa apa pun yang kita upayakan
semua tergantung pada-Nya. Tak ada yang patut
disombongkan pada diri di hadapan sesama
apalagi di hadapan Dia. Air mata akan
mengantarkan kita pada kekhusyukan.
Bersyukurlah bila masih bisa meneteskan air
mata. Namun, air mata menjadi tak ada artinya
jika setelah tetes terakhir, tak ada perubahan apa
pun dalam langkah kita. Tak akan ada hikmahnya,
bila kesombongan masih menjadi baju utama
kita.
Wallahu a’lam bish-shawab
7 Langkah Kecil dengan Manfaat Besar Yang Menyehatkan
Tubuh langsing, energi prima bahkan hidup lebih
lama, semuanya berawal dari sebuah perubahan
kecil yang dapat Anda lakukan mulai hari ini juga.
“Seseorang akan sukses ketika dia memutuskan
mengawali segala sesuatu dari sebuah langkah
kecil, ” ujar Catherine Champagne, Ph.D, seorang
professor di Pennington Biomedical Research
Center, Louisiana State University System, seperti
dikutip detikHealth dari MSN, Senin (6/7/2009).
Begitu juga halnya dengan kesehatan. Tidak ada
seorang pun yang dapat mencapai sehat
sempurna tanpa melakukan pola hidup sehat, dan
dimulai dari hal yang paling sederhana.
Mulai sekarang, ubahlah hari Anda menjadi lebih
sehat dengan 10 langkah kecil di bawah ini dan
perhatikan apa yang Anda rasakan dan dapatkan
setelahnya.
1. Tersenyumlah
Perubahan kecil: mengurangi 10% berat badan.
“Kami menemukan bahwa mereka yang hanya
menurunkan berat badannya 1% setiap
minggunya, dapat menurunkannya hingga 10%
dalam dua atau tiga bulan tanpa merasakan
bahwa mereka melakukan suatu pengorbanan
berat, ” ujar Maciej Buchowski, Ph.D., Direktur
Energy Balance Core Laboratory pada Vanderbilt
University Medical Center.
Keuntungan besarnya: menurunkan tekanan
darah, kolesterol LDL dan trigliserida, mencegah
serangan jantung, stroke, dan diabetes.
Sebuah penelitian di Universitas California, San
Fransisco mencatat, wanita obesitas dengan pola
makan tidak normal yang dapat mengurangi
beratnya kurang dari 10% saja, mengalami
penurunan tingkat kebocoran 47% setelah enam
bulan.
2. Ajak keliling binatang piaraan
Perubahan kecil: meningkatkan aktivitas olahraga
10%. Bahkan jika Anda tidak berlama-lama
keliling, tubuh Anda tetap membakar setidaknya
1.000 kalori. Tidak punya hewan piaraan? Cobalah
naik turun tangga selama 15 menit.
Keuntungan besarnya: membakar lebih dari 100
kalori tiap harinya dapat menurunkan 10 pon
dalam setahun dan jantung pun menjadi lebih
sehat.
Women’s Health Initiative mengatakan bahwa,
bergerak dapat mengurangi risiko kanker
payudara. Berjalan selama 75 menit (10 menit tiap
harinya) hingga 2 atau 3 jam seminggu dapat
mengurangi 18% risiko tersebut.
3. Sewa Film Komedi
Perubahan kecil: Tertawa setidaknya 10 menit
dapat membakar kalori dan menjadikan jantung
sehat. Tontonlah film komedi kesukaan Anda dan
ajak teman Anda untuk menonton bersama dapat
mengurangi 10-20% kalori ketimbang menonton
film drama atau action.
Keuntungan besar: Tertawa sama saja seperti
berolahraga di sofa. Tertawa membuat otot perut
menegang, jantung berdetak lebih cepat, dan
memicu nafas lebih cepat sehingga lebih banyak
oksigen yang masuk tubuh.
“Semua hal itu dapat membakar energi,” ujar
Buchowski, seorang peneliti yang memperkirakan
bahwa tertawa dapat membakar 10-40 kalori tiap
10-15 menit seharinya. Artinya, dalam setahun
Anda dapat lebih langsing dengan mengurangi 4
pon berat badan, hanya dengan menonton TV!
4. Ambil buah atau sayuran untuk camilan
Perubahan kecil: meningkatkan 10% konsumsi
sayuran dan buah-buahan. Ganti camilan Anda
dengan wortel atau apel untuk memenuhi asupan
vitamin yang diperlukan tubuh.
Keuntungan besar: menambahkan menu sayur
dan buah sebagai camilan dapat mengurangi
risiko stroke hingga 11% dan serangan jantung
hingga 7%.
5. Kurangi asupan garam
Perubahan kecil: menurunkan tekanan darah 10%.
Sebuah penelitian mengatakan, seseorang yang
menghindari garam umumnya lebih memilih
mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.
Ditambah dengan olahraga teratur, Anda akan
mendapatkan tubuh langsing yang alami.
Keuntungan besar: dengan mencegah tekanan
darah meningkat, Anda melindungi diri sendiri
dan mencegah penyakit ginjal.
6. Konsumsi lemak yang sehat
Perubahan kecil : mendapatkan 10% kalori dari
makanan-makanan yang mengandung omega 6,
seperti kacang, minyak zaitun dan salad dressing.
American Heart Association merekomendasikan
5-10% kalori dari omega 6 tiap harinya.
Keuntungan besar: AHA Science Advisory
melaporkan bahwa konsumsi omega 6 dapat
mengurangi kolesterol LDL dan mencegah
penyakit jantung hingga 24%.
7. Tutup mata sejenak
Perubahan kecil: mengistirahatkan pikiran,
setidaknya 10 menit. Carilah tempat yang tenang
menjelang siang hari, istirahatlah sejenak
terutama jika semalam tidak cukup tidur.
Keuntungan besar: Tidur di siang hari bagus
untuk jantung. Peneliti Yunani yang meneliti
kematian dari penyakit jantung mengatakan
bahwa 37% orang yang melakukan tidur siang
secara rutin, hidup lebih lama dibanding mereka
yang tidak tidur atau istirahat siang.
Namun untuk mencegah berkurangnya
kesadaran, cukup istirahat selama 10 menit saja.
Sebuah studi di Australia menyebutkan bahwa
mereka yang tidur siang selama 20-30 menit lebih
lambat menjalankan aktivitasnya kembali
lama, semuanya berawal dari sebuah perubahan
kecil yang dapat Anda lakukan mulai hari ini juga.
“Seseorang akan sukses ketika dia memutuskan
mengawali segala sesuatu dari sebuah langkah
kecil, ” ujar Catherine Champagne, Ph.D, seorang
professor di Pennington Biomedical Research
Center, Louisiana State University System, seperti
dikutip detikHealth dari MSN, Senin (6/7/2009).
Begitu juga halnya dengan kesehatan. Tidak ada
seorang pun yang dapat mencapai sehat
sempurna tanpa melakukan pola hidup sehat, dan
dimulai dari hal yang paling sederhana.
Mulai sekarang, ubahlah hari Anda menjadi lebih
sehat dengan 10 langkah kecil di bawah ini dan
perhatikan apa yang Anda rasakan dan dapatkan
setelahnya.
1. Tersenyumlah
Perubahan kecil: mengurangi 10% berat badan.
“Kami menemukan bahwa mereka yang hanya
menurunkan berat badannya 1% setiap
minggunya, dapat menurunkannya hingga 10%
dalam dua atau tiga bulan tanpa merasakan
bahwa mereka melakukan suatu pengorbanan
berat, ” ujar Maciej Buchowski, Ph.D., Direktur
Energy Balance Core Laboratory pada Vanderbilt
University Medical Center.
Keuntungan besarnya: menurunkan tekanan
darah, kolesterol LDL dan trigliserida, mencegah
serangan jantung, stroke, dan diabetes.
Sebuah penelitian di Universitas California, San
Fransisco mencatat, wanita obesitas dengan pola
makan tidak normal yang dapat mengurangi
beratnya kurang dari 10% saja, mengalami
penurunan tingkat kebocoran 47% setelah enam
bulan.
2. Ajak keliling binatang piaraan
Perubahan kecil: meningkatkan aktivitas olahraga
10%. Bahkan jika Anda tidak berlama-lama
keliling, tubuh Anda tetap membakar setidaknya
1.000 kalori. Tidak punya hewan piaraan? Cobalah
naik turun tangga selama 15 menit.
Keuntungan besarnya: membakar lebih dari 100
kalori tiap harinya dapat menurunkan 10 pon
dalam setahun dan jantung pun menjadi lebih
sehat.
Women’s Health Initiative mengatakan bahwa,
bergerak dapat mengurangi risiko kanker
payudara. Berjalan selama 75 menit (10 menit tiap
harinya) hingga 2 atau 3 jam seminggu dapat
mengurangi 18% risiko tersebut.
3. Sewa Film Komedi
Perubahan kecil: Tertawa setidaknya 10 menit
dapat membakar kalori dan menjadikan jantung
sehat. Tontonlah film komedi kesukaan Anda dan
ajak teman Anda untuk menonton bersama dapat
mengurangi 10-20% kalori ketimbang menonton
film drama atau action.
Keuntungan besar: Tertawa sama saja seperti
berolahraga di sofa. Tertawa membuat otot perut
menegang, jantung berdetak lebih cepat, dan
memicu nafas lebih cepat sehingga lebih banyak
oksigen yang masuk tubuh.
“Semua hal itu dapat membakar energi,” ujar
Buchowski, seorang peneliti yang memperkirakan
bahwa tertawa dapat membakar 10-40 kalori tiap
10-15 menit seharinya. Artinya, dalam setahun
Anda dapat lebih langsing dengan mengurangi 4
pon berat badan, hanya dengan menonton TV!
4. Ambil buah atau sayuran untuk camilan
Perubahan kecil: meningkatkan 10% konsumsi
sayuran dan buah-buahan. Ganti camilan Anda
dengan wortel atau apel untuk memenuhi asupan
vitamin yang diperlukan tubuh.
Keuntungan besar: menambahkan menu sayur
dan buah sebagai camilan dapat mengurangi
risiko stroke hingga 11% dan serangan jantung
hingga 7%.
5. Kurangi asupan garam
Perubahan kecil: menurunkan tekanan darah 10%.
Sebuah penelitian mengatakan, seseorang yang
menghindari garam umumnya lebih memilih
mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.
Ditambah dengan olahraga teratur, Anda akan
mendapatkan tubuh langsing yang alami.
Keuntungan besar: dengan mencegah tekanan
darah meningkat, Anda melindungi diri sendiri
dan mencegah penyakit ginjal.
6. Konsumsi lemak yang sehat
Perubahan kecil : mendapatkan 10% kalori dari
makanan-makanan yang mengandung omega 6,
seperti kacang, minyak zaitun dan salad dressing.
American Heart Association merekomendasikan
5-10% kalori dari omega 6 tiap harinya.
Keuntungan besar: AHA Science Advisory
melaporkan bahwa konsumsi omega 6 dapat
mengurangi kolesterol LDL dan mencegah
penyakit jantung hingga 24%.
7. Tutup mata sejenak
Perubahan kecil: mengistirahatkan pikiran,
setidaknya 10 menit. Carilah tempat yang tenang
menjelang siang hari, istirahatlah sejenak
terutama jika semalam tidak cukup tidur.
Keuntungan besar: Tidur di siang hari bagus
untuk jantung. Peneliti Yunani yang meneliti
kematian dari penyakit jantung mengatakan
bahwa 37% orang yang melakukan tidur siang
secara rutin, hidup lebih lama dibanding mereka
yang tidak tidur atau istirahat siang.
Namun untuk mencegah berkurangnya
kesadaran, cukup istirahat selama 10 menit saja.
Sebuah studi di Australia menyebutkan bahwa
mereka yang tidur siang selama 20-30 menit lebih
lambat menjalankan aktivitasnya kembali
Kisah Dialog Rasulullah SAW Dengan Iblis
Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn
Abbas r.a., ia berkata : ”Kami bersama Rasululah
SAW berada di rumah seorang sahabat dari
golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-
tiba, ada yang memanggil dari luar : ”Wahai para
penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku
masuk, karena kalian membutuhkanku ”.
Rasulullah SAW bertanya kepada para
sahabat : ”Apakah kalian tahu siapa yang menyeru
itu?”. Para sahabat menjawab,”Tentu Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah
berkata :”Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga
Allah senantiasa melaknatnya”.
Umar bin Khattab r.a. berkata :”Ya, Rasulullah ,
apakah engkau mengijinkanku untuk
membunuhnya ?”.
Nabi SAW berkata pelan :”Bersabarlah wahai
Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia
termasuk mereka yang tertunda kematiannya
sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena
ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah
apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang
akan dia sampaikan kepada kalian!”.
Ibnu Abbas berkata :”Maka dibukalah pintu,
kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami.
Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua
bangka dan buta sebelah mata. Dagunya
berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang
panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak
matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah
ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti
kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya
memanjang keluar seperti taring babi, kedua
bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur].
Dia berkata,”Assalamu ‘alaika ya Muhammad,
assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin [salam
untuk kalian semua wahai golongan muslimin]“.
Nabi SAW menjawab : ”Assamu lillah ya la’iin
[Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai
makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa
keperluanmu wahai Iblis".
Iblis berkata : ”Wahai Muhammad, aku datang
bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku
datang karena terpaksa [diperintah] . ”
Nabi SAW berkata : ”Apa yang membuatmu
terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?”.
Iblis berkata,”Aku didatangi oleh seorang malaikat
utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata
kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT
menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad
SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau
harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu
muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap
Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan
merayu mereka. Engkau harus menjawab
dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-
damu ’ . Allah SWT bersabda,”Demi kemulia-an
dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali
saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan
kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku
puaskan musuhmu karena bencana yang
menimpamu ”. Wahai Muhammad, sekarang aku
datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.
Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.
Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang
kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan
puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada
beban yang lebih berat bagiku daripada leganya
musuh-musuhku yang menimpa diriku”.
Rasulullah kemudian mulai bertanya :”Jika kamu
jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang
yang paling kamu benci ?”.
Iblis menjawab :”Engkau, wahai Muhammad,
engkau adalah makhluq Allah yang paling aku
benci, dan kemudian orang-orang yang
mengikuti agamamu ”.
Rasulullah SAW :”Siapa lagi yang kamu benci?”.
Iblis :”Anak muda yang taqwa, yang
menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.
Rasulullah :”Lalu siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari
syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang yang terus menerus menjaga diri
dalam keadaan suci dari kotoran”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak
menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan
tidak mengadukan keluh-kesahnya ”.
Rasulullah :”Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu
penyabar ?”.
Iblis :”Wahai Muhammad, jika ia mengadukan
keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya
selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan
dirinya ke dalam golongan orang-orang yang
sabar ”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang kaya yang bersyukur”.
Rasulullah bertanya :”Bagaimana kamu tahu
bahwa ia bersyukur ?”.
Iblis :”Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan
meletakkannya pada tempat yang halal”.
Rassulullah :”Bagaimana keadaanmu jika umatku
mengerjakan shalat ?”.
Iblis :”Aku merasa panas dan gemetar”.
Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”.
Iblis :”Sesungguhnya, jika seorang hamba
bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka
Allah mengangkat derajatnya satu tingkat ”.
Rassulullah :”Jika mereka shaum ?”.
Iblis :”Saya terbelenggu sampai mereka berbuka
puasa”.
Rasulullah :”Jika mereka menunaikan haji ?”.
Iblis :”Saya menjadi gila”.
Rasulullah :”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.
Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas
api”.
Rasulullah :”Jika mereka berzakat ?”.
Iblis :”Seakan-akan orang yang berzakat itu
mengambil gergaji / kapak dan memotongku
menjadi dua ”.
Rasulullah :”Mengapa begitu, wahai Abu
Murrah ?”.
Iblis :”Sesungguhnya ada empat manfaat dalam
zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah
atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang
bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga,
menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara
dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan
zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka
agar tidak menimpanya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Abu
Bakar?”.
Iblis :”Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,
dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia
akan mentaatiku pada masa Islam ”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Umar ?”.
Iblis :”Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya
kecuali aku lari darinya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.
Iblis :”Aku malu dengan orang yang para malaikat
saja malu kepadanya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi
Thalib ?”.
Iblis :”Andai saja aku dapat selamat darinya dan
tidak pernah bertemu dengannya [menukar
darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia
meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi
dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu ”.
Rasulullah :”Segala puji hanya bagi Allah yang
telah membahagiakan umatku dan
menyengsarakanmu sampai hari kiamat”.
Iblis yang terlaknat berkata kepada
Muhammad : ”Hay-hata hay-hata [tidak mungkin-
tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia
sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari
kiamat. Bagaimana kamu senang dengan
umatmu sementara aku masuk ke dalam diri
mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan
mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang
menciptakanku dan membuatku menunggu
sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku
sesatkan mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang
melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah,
kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas ]“.
Rasulullah :”Siapa yang mukhlis itu
menurutmu ?”.
Iblis dengan panjang-lebar menjawab :”Apakah
engkau tidak tahu, wahai Muhammad.
Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak
termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku
melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak
suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu
ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia.
Sesungguhnya hamba yang mencintai harta,
pujian dan hatinya tergantung pada nafsu
[syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang
saya jelaskan kepadamu.
Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk
salah satu dosa besar. Wahai Muhammad, tak
tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga
termasuk dosa besar. Wahai Muhammad, tidak
tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh
ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh
puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku
tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan
sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian
lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian
lagi menggoda orang-orang lemah.
Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di
antara kami dan mereka, sementara anak-anak
kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka
kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku
tugaskan untuk menggoda orang-orang yang
rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang
menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam
dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke
keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang
lain, sampai mereka mempengaruhi manusia
dengan satu sebab dari sebab-sebab yang
banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari
mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah
tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa.
Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha,
sang pendeta yang beribadah secara ikhlas
selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang
yang sakit menjadi sehat berkat da ’wahnya. Aku
tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,
membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang
disebut oleh Allah dalam Qur ’an dengan
firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :”
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti
(bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada
manusia: ”Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia
itu telah kafir ia berkata:”Sesungguhn ya aku
berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku
takut kepada Allah, Rabb semesta alam ”. (QS.
59:16).
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad,
bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah
orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa
berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku.
Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku
bersumpah kepada Adam dan Hawa,”Demi Allah
aku adalah penasihat kamu berdua”. Maka,
sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku,
ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan
namimah, meng-adu domba adalah buah
kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah
kesukaan dan kesenanganku. Barangsiapa thalaq,
bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan
dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia
benar. Barangsiapa membiasakan lisannya
dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram
baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan
sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka
masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara
umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang
satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani
dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan
kepadanya: ”Masih ada waktu, sementara engkau
sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan
mengerjakannya tidak pada waktunya, maka
Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang
atasku, maka aku kirim satu syaithan yang
membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang
atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika
mengerjakan shalat aku katakan kepadanya, ’
Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku
usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium
antara kedua matanya dan aku katakan
kepadanya, ’ Aku telah menyuruh apa yang tidak
baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai
Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam
shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika
shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk
tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti
ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa.
Jika ia menang atasku, maka ketika shalat
berjamaah aku cambuk dia dengan
‘ lijam’ [cambuk] lalu aku angkat kepalanya
sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku
letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu
bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah
shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya
dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.
Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia
untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat
sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika
ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia
menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di
mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya
dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia
dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami
yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia sementara aku
menyuruh orang miskin untuk meninggalkan
shalat. Aku katakan kepadanya, ’ Shalat tidak wajib
atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-
orang yang mendapatkan ni ’mat dari Allah’. Aku
katakan kepada orang yang sakit :”Tinggalkanlah
shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya
wajib atas orang yang sehat, karena Allah
berkata : ”Tidak ada halangan bagi orang buta,
tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi
orang sakit, ………
Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya)
bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61)
Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu
sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan ”.
Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati
dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu
Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai
Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka
mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi
pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau
bahagia melihat umatmu, sementara aku
mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.
Nabi berkata :”Wahai terlaknat, siapa teman
dudukmu ?”.
Iblis :”Pemakan riba”.
Nabi :”Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?”.
Iblis :”Pe-zina”.
Nabi :”Siapa teman tidurmu ?”.
Iblis :”Orang yang mabuk”.
Nabi :”Siapa tamumu ?”.
Iblis :”Pencuri”.
Nabi :”Siapa utusanmu ?”.
Iblis :”Tukang Sihir”.
Nabi :”Apa kesukaanmu ?”.
Iblis :”Orang yang bersumpah cerai”.
Nabi :”Siapa kekasihmu ?”.
Iblis :”Orang yang meninggalkan shalat Jum’at”.
Nabi :”Wahai terlaknat, siapa yang memotong
punggungmu ?”.
Iblis :”Ringkikan kuda untuk berperang di jalan
Allah”.
Nabi :”Apa yang melelehkan badanmu ?”.
Iblis :”Tobatnya orang yang bertaubat”.
Nabi :”Apa yang menggosongkan [membuat
panas] hatimu ?”.
Iblis :”Istighfar yang banyak kepada Allah siang-
malam.
Nabi :”Apa yang memuramkan wajahmu
(membuat merasa malu dan hina)?”.
Iblis :”Zakat secara sembunyi-sembunyi”.
Nabi :”Apa yang membutakan matamu ?”.
Iblis :”Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]”.
Nabi :”Apa yang memukul kepalamu ?”.
Iblis :”Memperbanyak shalat berjamaah”.
Nabi :”Siapa yang paling bisa
membahagiakanmu ?”.
Iblis :”Orang yang sengaja meninggalkan shalat”.
Nabi :”siapa manusia yang paling sengsara
[celaka] menurutmu?”.
Iblis :”Orang kikir / pelit”.
Nabi :”Siapa yang paling menyita pekerjaanmu
[menyibukkanmu] ?”.
Iblis :”Majlis-majlis ulama”.
Nabi :”Bagaimana kamu makan ?”.
Iblis :”Dengan tangan kiriku dan dengan jari-
jariku”.
Nabi :”Dimana kamu lindungkan anak-anakmu
ketika panas ?”.
Iblis :”Dibalik kuku-kuku manusia”.
Nabi :”Berapa keperluanmu yang kau mintakan
kepada Allah ?”.
Iblis :”Sepuluh perkara”.
Nabi :”Apa itu wahai terlaknat ?”.
Iblis :”Aku minta kepada-Nya untuk agar saya
dapat berserikat dalam diri Bani Adam, dalam
harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku
berserikat dalam kelompok mereka. Itulah
maksud firman Allah : Dan hasunglah siapa yang
kamu sanggupi di antara mereka dengan
ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan
kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta
dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak
ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka
melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka
saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan
makanan yang bercampur riba dan haram serta
segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan
kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap
orang yang tidak memohon perlindungan kepada
Allah dari syaithan ketika bersetubuih dengan
istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh.
Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan
taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik
kendaraan dengan maksud mencari penghasilan
yang tidak dihalalkan, maka saya adalah
temannya.
Itulah maksud firman Allah :”……. , dan
kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda
dan pasukanmu yang berjalan kaki …… (QS.
17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya
punya rumah, maka rumahku adalah kamar-
mandi. Saya memohon agar saya punya masjid,
akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon
agar saya punya al-Qur ’an, maka syair adalah al-
Qur’anku. Saya memohon agar punya adzan,
maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka
orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya
memohon agar saya punya teman-teman yang
menolongku, maka maka kelompok al-
Qadariyyah menjadi teman-teman yang
membantuku. Dan saya memohon agar saya
memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang
yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk
kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia
kemudian membaca ayat : Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27)
Rasulullah berkata :”Andaikata tidak setiap apa
yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat
dari Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu ”.
Lalu Iblis meneruskan :”Wahai Muhammad, saya
memohon kepada Allah agar saya bisa melihat
anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat
melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat
mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku
dapat berjalan kemanapun sesuai dengan
kemauanku dan dengan cara bagaimanapun.
Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian
Allah berfirman kepadaku: ”Engkau dapat
melakukan apa saja yang kau minta”. Akhirnya
saya merasa senang dan bangga sampai hari
kiamat . Sesungguhnya orang yang mengikutiku
lebih banyak daripada yang mengikutimu.
Sebagian besar anak-cucu Adam akan
mengikutiku sampai hari kiamat.
Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah.
Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia
tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak
karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu
sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya
anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada
seorang hamba melakukan ketaatan ibadah
dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka
anak saya tersebut senantiasa membatalkannya
dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia
sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah
membatalkan sembilan puluh sembilan dari
seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya
satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan
secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya
punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia
bertugas mengusapi celak mata semua orang
yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika
khatib sedang memberikan khutbah, sehingga,
mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat
mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.
Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala
sedikitpun untuk selamanya.
Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada
syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula
yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya.
Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-
orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu
kemudian berkata kepadanya, ‘ keluarkan
tanganmu’. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,
kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan
nodanya.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat
menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya
akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata
saya memiliki hak dan kemampuan untuk
menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan
segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang
masih sempat mengucapkan”Tidak ada tuhan
selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya”,
dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan
berpuasa. Sebagaimana engkau wahai
Muhammad, tidak berhak memberikan hidayat
sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau
adalah seorang utusan dan penyampai amanah
dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan
kemampuan untuk memberi hidayah, tentu
engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-
pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah
sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap
makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah
menjadi sebab celakanya orang yang
sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi
orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung
adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah
sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang
celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh
Allah sejak dalam perut ibunya.
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman
dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu menghendaki,
tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,
tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS.
11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat
oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan
mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi
neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang
durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi
tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya.
(Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai
sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu
dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu
ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38 )”.
Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada
Iblis : ”Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau
masih mungkin bertaubat dan kembali kepada
Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk
surga ”.
Ia iblis menjawab :”Wahai Rasulullah, ketentuan
telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering
dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari
kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah
menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib
para penduduk surga. Dia, telah memilih dan
meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah
menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang
celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya
adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir
dari apa yang saya beritahukan kepadamu dan
saya mengatakan yang sejujurnya ”.
Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan
Semesta Alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin.
Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu
diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan
kepada para keluarga dan sahabatnya serta para
Utusan dan Para Nabi.
Hikmah dari Kisah tersebut di atas Sebagai upaya
mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman
ini barangkali berguna untuk direnungkan :
Kita perlu semakin menancapkan keyakinan,
bahwa syaithan tidak punya kuasa sedikitpun bagi
orang-orang yang disucikan-Nya.
Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah
Ta ’Ala agar Dia ridho dan berkenan
membersihkan segala dosa baik sengaja maupun
tidak untuk mendapatkan ampunan-Nya.
Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan
Iblis adalah tidak ada keinginannya untuk
bertaubat, walau Rasulullah SAW telah
menghimbaunya bahkan dengan menawarkan
jaminan untuk mendapatkan ampunan. Dengan
tegas Allah berfirman : Dan sesungguhnya Aku
Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat,
beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82).
Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang
akan dilakukan oleh Iblis dari kisah tersebut
membuat kesadaran bahwa upaya untuk
menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-
Nya sajalah kita akan selamat dalam menjalani
kehidupan ini hingga akan selamat dari jebakan-
jebakan syaithan.
***
Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat
beberapa perbedaan kecil atas terjemahan, kami
mencoba merangkumnya.
Source -I : Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka
Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999. Dari Kitab
Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul
‘ Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Translated by : Nur Mufid, Nur Fu’ad.
Source-II : Dari Judul Asli : Syajaratul Kaun dan
Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al- ’Arabi
[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh,
1360/1941 ] Translated By : Wasmukan, Risalah
Gusti / Cetakan-II, Mei 2001
Abbas r.a., ia berkata : ”Kami bersama Rasululah
SAW berada di rumah seorang sahabat dari
golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-
tiba, ada yang memanggil dari luar : ”Wahai para
penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku
masuk, karena kalian membutuhkanku ”.
Rasulullah SAW bertanya kepada para
sahabat : ”Apakah kalian tahu siapa yang menyeru
itu?”. Para sahabat menjawab,”Tentu Allah dan
Rasul-Nya lebih mengetahui”. Rasulullah
berkata :”Dia adalah Iblis yang terkutuk – semoga
Allah senantiasa melaknatnya”.
Umar bin Khattab r.a. berkata :”Ya, Rasulullah ,
apakah engkau mengijinkanku untuk
membunuhnya ?”.
Nabi SAW berkata pelan :”Bersabarlah wahai
Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia
termasuk mereka yang tertunda kematiannya
sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?.
Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena
ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah
apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang
akan dia sampaikan kepada kalian!”.
Ibnu Abbas berkata :”Maka dibukalah pintu,
kemudian Iblis masuk ke tengah-tengah kami.
Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua
bangka dan buta sebelah mata. Dagunya
berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang
panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak
matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah
ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti
kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya
memanjang keluar seperti taring babi, kedua
bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur].
Dia berkata,”Assalamu ‘alaika ya Muhammad,
assalamu ‘alaikum ya jamaa’atal-muslimin [salam
untuk kalian semua wahai golongan muslimin]“.
Nabi SAW menjawab : ”Assamu lillah ya la’iin
[Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai
makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada kami. Apa
keperluanmu wahai Iblis".
Iblis berkata : ”Wahai Muhammad, aku datang
bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku
datang karena terpaksa [diperintah] . ”
Nabi SAW berkata : ”Apa yang membuatmu
terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?”.
Iblis berkata,”Aku didatangi oleh seorang malaikat
utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata
kepada-ku ‘Sesungguhnya Allah SWT
menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad
SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau
harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu
muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap
Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan
merayu mereka. Engkau harus menjawab
dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-
damu ’ . Allah SWT bersabda,”Demi kemulia-an
dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali
saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan
kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku
puaskan musuhmu karena bencana yang
menimpamu ”. Wahai Muhammad, sekarang aku
datang kepadamu sebagaimana aku diperintah.
Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan.
Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang
kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan
puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada
beban yang lebih berat bagiku daripada leganya
musuh-musuhku yang menimpa diriku”.
Rasulullah kemudian mulai bertanya :”Jika kamu
jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang
yang paling kamu benci ?”.
Iblis menjawab :”Engkau, wahai Muhammad,
engkau adalah makhluq Allah yang paling aku
benci, dan kemudian orang-orang yang
mengikuti agamamu ”.
Rasulullah SAW :”Siapa lagi yang kamu benci?”.
Iblis :”Anak muda yang taqwa, yang
menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT”.
Rasulullah :”Lalu siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari
syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang yang terus menerus menjaga diri
dalam keadaan suci dari kotoran”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak
menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan
tidak mengadukan keluh-kesahnya ”.
Rasulullah :”Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu
penyabar ?”.
Iblis :”Wahai Muhammad, jika ia mengadukan
keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya
selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan
dirinya ke dalam golongan orang-orang yang
sabar ”.
Rasulullah :”Lalu, siapa lagi ?”.
Iblis :”Orang kaya yang bersyukur”.
Rasulullah bertanya :”Bagaimana kamu tahu
bahwa ia bersyukur ?”.
Iblis :”Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan
meletakkannya pada tempat yang halal”.
Rassulullah :”Bagaimana keadaanmu jika umatku
mengerjakan shalat ?”.
Iblis :”Aku merasa panas dan gemetar”.
Rasulullah :”Kenapa, wahai terlaknat?”.
Iblis :”Sesungguhnya, jika seorang hamba
bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka
Allah mengangkat derajatnya satu tingkat ”.
Rassulullah :”Jika mereka shaum ?”.
Iblis :”Saya terbelenggu sampai mereka berbuka
puasa”.
Rasulullah :”Jika mereka menunaikan haji ?”.
Iblis :”Saya menjadi gila”.
Rasulullah :”Jika mereka membaca Al Qur’an ?’.
Iblis :’ Aku meleleh seperti timah meleleh di atas
api”.
Rasulullah :”Jika mereka berzakat ?”.
Iblis :”Seakan-akan orang yang berzakat itu
mengambil gergaji / kapak dan memotongku
menjadi dua ”.
Rasulullah :”Mengapa begitu, wahai Abu
Murrah ?”.
Iblis :”Sesungguhnya ada empat manfaat dalam
zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah
atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang
bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga,
menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara
dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan
zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka
agar tidak menimpanya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Abu
Bakar?”.
Iblis :”Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah,
dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia
akan mentaatiku pada masa Islam ”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Umar ?”.
Iblis :”Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya
kecuali aku lari darinya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Utsman ?”.
Iblis :”Aku malu dengan orang yang para malaikat
saja malu kepadanya”.
Rasulullah :”Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi
Thalib ?”.
Iblis :”Andai saja aku dapat selamat darinya dan
tidak pernah bertemu dengannya [menukar
darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia
meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi
dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu ”.
Rasulullah :”Segala puji hanya bagi Allah yang
telah membahagiakan umatku dan
menyengsarakanmu sampai hari kiamat”.
Iblis yang terlaknat berkata kepada
Muhammad : ”Hay-hata hay-hata [tidak mungkin-
tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia
sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari
kiamat. Bagaimana kamu senang dengan
umatmu sementara aku masuk ke dalam diri
mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan
mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang
menciptakanku dan membuatku menunggu
sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku
sesatkan mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang
melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah,
kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas ]“.
Rasulullah :”Siapa yang mukhlis itu
menurutmu ?”.
Iblis dengan panjang-lebar menjawab :”Apakah
engkau tidak tahu, wahai Muhammad.
Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak
termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku
melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak
suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu
ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia.
Sesungguhnya hamba yang mencintai harta,
pujian dan hatinya tergantung pada nafsu
[syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang
saya jelaskan kepadamu.
Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk
salah satu dosa besar. Wahai Muhammad, tak
tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah]
termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga
termasuk dosa besar. Wahai Muhammad, tidak
tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh
ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh
puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku
tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan
sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian
lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian
lagi menggoda orang-orang lemah.
Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di
antara kami dan mereka, sementara anak-anak
kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka
kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku
tugaskan untuk menggoda orang-orang yang
rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang
menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam
dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke
keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang
lain, sampai mereka mempengaruhi manusia
dengan satu sebab dari sebab-sebab yang
banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari
mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah
tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa.
Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha,
sang pendeta yang beribadah secara ikhlas
selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang
yang sakit menjadi sehat berkat da ’wahnya. Aku
tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina,
membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang
disebut oleh Allah dalam Qur ’an dengan
firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :”
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti
(bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada
manusia: ”Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia
itu telah kafir ia berkata:”Sesungguhn ya aku
berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku
takut kepada Allah, Rabb semesta alam ”. (QS.
59:16).
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad,
bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah
orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa
berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku.
Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku
bersumpah kepada Adam dan Hawa,”Demi Allah
aku adalah penasihat kamu berdua”. Maka,
sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku,
ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan
namimah, meng-adu domba adalah buah
kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah
kesukaan dan kesenanganku. Barangsiapa thalaq,
bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan
dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia
benar. Barangsiapa membiasakan lisannya
dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram
baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan
sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka
masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara
umatmu ada yang meng-akhirkan shalat barang
satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani
dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan
kepadanya: ”Masih ada waktu, sementara engkau
sibuk”. Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan
mengerjakannya tidak pada waktunya, maka
Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang
atasku, maka aku kirim satu syaithan yang
membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang
atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika
mengerjakan shalat aku katakan kepadanya, ’
Lihatlah kiri-kanan’, lalu ia menengok. Saat itu aku
usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium
antara kedua matanya dan aku katakan
kepadanya, ’ Aku telah menyuruh apa yang tidak
baik selamanya’. Dan engkau sendiri tahu wahai
Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam
shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika
shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk
tergesa-gesa. Maka ia ‘mencucuk’ shalat seperti
ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa.
Jika ia menang atasku, maka ketika shalat
berjamaah aku cambuk dia dengan
‘ lijam’ [cambuk] lalu aku angkat kepalanya
sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku
letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu
bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah
shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya
dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.
Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia
untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat
sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika
ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia
menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di
mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya
dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia
dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami
yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia sementara aku
menyuruh orang miskin untuk meninggalkan
shalat. Aku katakan kepadanya, ’ Shalat tidak wajib
atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-
orang yang mendapatkan ni ’mat dari Allah’. Aku
katakan kepada orang yang sakit :”Tinggalkanlah
shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya
wajib atas orang yang sehat, karena Allah
berkata : ”Tidak ada halangan bagi orang buta,
tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi
orang sakit, ………
Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya)
bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61)
Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu
sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan ”.
Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati
dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu
Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai
Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka
mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi
pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau
bahagia melihat umatmu, sementara aku
mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.
Nabi berkata :”Wahai terlaknat, siapa teman
dudukmu ?”.
Iblis :”Pemakan riba”.
Nabi :”Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?”.
Iblis :”Pe-zina”.
Nabi :”Siapa teman tidurmu ?”.
Iblis :”Orang yang mabuk”.
Nabi :”Siapa tamumu ?”.
Iblis :”Pencuri”.
Nabi :”Siapa utusanmu ?”.
Iblis :”Tukang Sihir”.
Nabi :”Apa kesukaanmu ?”.
Iblis :”Orang yang bersumpah cerai”.
Nabi :”Siapa kekasihmu ?”.
Iblis :”Orang yang meninggalkan shalat Jum’at”.
Nabi :”Wahai terlaknat, siapa yang memotong
punggungmu ?”.
Iblis :”Ringkikan kuda untuk berperang di jalan
Allah”.
Nabi :”Apa yang melelehkan badanmu ?”.
Iblis :”Tobatnya orang yang bertaubat”.
Nabi :”Apa yang menggosongkan [membuat
panas] hatimu ?”.
Iblis :”Istighfar yang banyak kepada Allah siang-
malam.
Nabi :”Apa yang memuramkan wajahmu
(membuat merasa malu dan hina)?”.
Iblis :”Zakat secara sembunyi-sembunyi”.
Nabi :”Apa yang membutakan matamu ?”.
Iblis :”Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]”.
Nabi :”Apa yang memukul kepalamu ?”.
Iblis :”Memperbanyak shalat berjamaah”.
Nabi :”Siapa yang paling bisa
membahagiakanmu ?”.
Iblis :”Orang yang sengaja meninggalkan shalat”.
Nabi :”siapa manusia yang paling sengsara
[celaka] menurutmu?”.
Iblis :”Orang kikir / pelit”.
Nabi :”Siapa yang paling menyita pekerjaanmu
[menyibukkanmu] ?”.
Iblis :”Majlis-majlis ulama”.
Nabi :”Bagaimana kamu makan ?”.
Iblis :”Dengan tangan kiriku dan dengan jari-
jariku”.
Nabi :”Dimana kamu lindungkan anak-anakmu
ketika panas ?”.
Iblis :”Dibalik kuku-kuku manusia”.
Nabi :”Berapa keperluanmu yang kau mintakan
kepada Allah ?”.
Iblis :”Sepuluh perkara”.
Nabi :”Apa itu wahai terlaknat ?”.
Iblis :”Aku minta kepada-Nya untuk agar saya
dapat berserikat dalam diri Bani Adam, dalam
harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku
berserikat dalam kelompok mereka. Itulah
maksud firman Allah : Dan hasunglah siapa yang
kamu sanggupi di antara mereka dengan
ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan
kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta
dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak
ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka
melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)
Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka
saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan
makanan yang bercampur riba dan haram serta
segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan
kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap
orang yang tidak memohon perlindungan kepada
Allah dari syaithan ketika bersetubuih dengan
istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh.
Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan
taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik
kendaraan dengan maksud mencari penghasilan
yang tidak dihalalkan, maka saya adalah
temannya.
Itulah maksud firman Allah :”……. , dan
kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda
dan pasukanmu yang berjalan kaki …… (QS.
17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya
punya rumah, maka rumahku adalah kamar-
mandi. Saya memohon agar saya punya masjid,
akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon
agar saya punya al-Qur ’an, maka syair adalah al-
Qur’anku. Saya memohon agar punya adzan,
maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya
memohon agar saya punya tempat tidur, maka
orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya
memohon agar saya punya teman-teman yang
menolongku, maka maka kelompok al-
Qadariyyah menjadi teman-teman yang
membantuku. Dan saya memohon agar saya
memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang
yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk
kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia
kemudian membaca ayat : Sesungguhnya
pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27)
Rasulullah berkata :”Andaikata tidak setiap apa
yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat
dari Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu ”.
Lalu Iblis meneruskan :”Wahai Muhammad, saya
memohon kepada Allah agar saya bisa melihat
anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat
melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat
mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku
dapat berjalan kemanapun sesuai dengan
kemauanku dan dengan cara bagaimanapun.
Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian
Allah berfirman kepadaku: ”Engkau dapat
melakukan apa saja yang kau minta”. Akhirnya
saya merasa senang dan bangga sampai hari
kiamat . Sesungguhnya orang yang mengikutiku
lebih banyak daripada yang mengikutimu.
Sebagian besar anak-cucu Adam akan
mengikutiku sampai hari kiamat.
Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah.
Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia
tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak
karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu
sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya
anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada
seorang hamba melakukan ketaatan ibadah
dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka
anak saya tersebut senantiasa membatalkannya
dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia
sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah
membatalkan sembilan puluh sembilan dari
seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya
satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan
secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya
punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia
bertugas mengusapi celak mata semua orang
yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika
khatib sedang memberikan khutbah, sehingga,
mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat
mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.
Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala
sedikitpun untuk selamanya.
Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada
syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula
yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya.
Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-
orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu
kemudian berkata kepadanya, ‘ keluarkan
tanganmu’. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya,
kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan
nodanya.
Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat
menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya
akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata
saya memiliki hak dan kemampuan untuk
menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan
segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang
masih sempat mengucapkan”Tidak ada tuhan
selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya”,
dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan
berpuasa. Sebagaimana engkau wahai
Muhammad, tidak berhak memberikan hidayat
sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau
adalah seorang utusan dan penyampai amanah
dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan
kemampuan untuk memberi hidayah, tentu
engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-
pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah
sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap
makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah
menjadi sebab celakanya orang yang
sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi
orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung
adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah
sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang
celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh
Allah sejak dalam perut ibunya.
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman
dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu menghendaki,
tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,
tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS.
11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat
oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan
mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi
neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang
durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi
tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya.
(Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai
sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu
dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu
ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38 )”.
Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada
Iblis : ”Wahai Abu Murrah [Iblis], apakah engkau
masih mungkin bertaubat dan kembali kepada
Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk
surga ”.
Ia iblis menjawab :”Wahai Rasulullah, ketentuan
telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering
dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari
kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah
menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib
para penduduk surga. Dia, telah memilih dan
meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah
menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang
celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya
adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir
dari apa yang saya beritahukan kepadamu dan
saya mengatakan yang sejujurnya ”.
Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan
Semesta Alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin.
Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu
diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan
kepada para keluarga dan sahabatnya serta para
Utusan dan Para Nabi.
Hikmah dari Kisah tersebut di atas Sebagai upaya
mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman
ini barangkali berguna untuk direnungkan :
Kita perlu semakin menancapkan keyakinan,
bahwa syaithan tidak punya kuasa sedikitpun bagi
orang-orang yang disucikan-Nya.
Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah
Ta ’Ala agar Dia ridho dan berkenan
membersihkan segala dosa baik sengaja maupun
tidak untuk mendapatkan ampunan-Nya.
Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan
Iblis adalah tidak ada keinginannya untuk
bertaubat, walau Rasulullah SAW telah
menghimbaunya bahkan dengan menawarkan
jaminan untuk mendapatkan ampunan. Dengan
tegas Allah berfirman : Dan sesungguhnya Aku
Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat,
beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82).
Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang
akan dilakukan oleh Iblis dari kisah tersebut
membuat kesadaran bahwa upaya untuk
menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.
Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-
Nya sajalah kita akan selamat dalam menjalani
kehidupan ini hingga akan selamat dari jebakan-
jebakan syaithan.
***
Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat
beberapa perbedaan kecil atas terjemahan, kami
mencoba merangkumnya.
Source -I : Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka
Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999. Dari Kitab
Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul
‘ Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
Translated by : Nur Mufid, Nur Fu’ad.
Source-II : Dari Judul Asli : Syajaratul Kaun dan
Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al- ’Arabi
[Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh,
1360/1941 ] Translated By : Wasmukan, Risalah
Gusti / Cetakan-II, Mei 2001
Baterai Arloji Bisa Membakar Kerongkongan Bayi
Meski ukurannya kecil, baterai arloji bisa
berbahaya bagi anak kecil. Jika tertelan, kontak
dengan cairan di dalam tubuh bisa memicu
sengatan listrik yang cukup kuat untuk membakar
kerongkongan bayi.
Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di
Mount Carmel Health System. Penelitian yang
diterbitkan dalam Archives of Otolaryngology ini
melibatkan 10 pasien berusia 10 bulan yang tidak
sengaja menelan baterai.
Dari 10 kasus tersebut, 5 di antaranya langsung
dibawa ke rumah sakit segera setelah kecelakaan
terjadi. Sementara 2 pasien telah mengalami sakit
tenggorokan saat dibawa ke rumah sakit,
sedangkan 3 lainnya bahkan baru ketahuan
menelan baterai saat dirawat di rumah sakit
karena sebab lain.
Pasien yang langsung mendapat penanganan
umumnya hanya mengalami cedera ringan,
namun tidak demikian dengan pasien yang harus
menunggu lama hingga mengalami sakit
tenggorokan. Pada 2 kasus yang mengalami
penundaan paling lama, sengatan listrik bahkan
sampai membentuk lubang di antara
kerongkongan dan tenggorokan.
Ketika tertelan, baterai tersebut seringkali
tersangkut di kerongkongan. Cairan tubuh yang
terdapat di tempat itu bisa menghubungkan
kedua kutub baterai dan mengakibatkan sengatan
listrik yang merusak kerongkongan.
Ukuran baterai arloji cukup beragam, demikian
juga dengan tegangannya. Umumnya memiliki
tegangan paling kecil sekitar 1,5 volt dengan
bentuk lingkaran pipih dengan diameter paling
kecil kurang lebih seukuran kancing baju.
Baterai kancing bisa tertelan bukan saja saat ada
yang tercecer karena tidak digunakan, sebab bayi
kadang-kadang bisa mendapatkannya dari
perangkat seperti remote mobil.
Oleh karena itu peneliti menyarankan untuk lebih
mewaspadai mainan atau perangkat elektronik
yang menggunakan baterai semacam itu.
Produsen juga diimbau untuk lebih
memperhatikan keamanan produk elektroniknya.
Jika sekiranya baterai yang digunakan mudah
tertelan, penutupnya harus diberi baut pengaman
agar tidak mudah dibuka tanpa obeng. (up/ir)
***
berbahaya bagi anak kecil. Jika tertelan, kontak
dengan cairan di dalam tubuh bisa memicu
sengatan listrik yang cukup kuat untuk membakar
kerongkongan bayi.
Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di
Mount Carmel Health System. Penelitian yang
diterbitkan dalam Archives of Otolaryngology ini
melibatkan 10 pasien berusia 10 bulan yang tidak
sengaja menelan baterai.
Dari 10 kasus tersebut, 5 di antaranya langsung
dibawa ke rumah sakit segera setelah kecelakaan
terjadi. Sementara 2 pasien telah mengalami sakit
tenggorokan saat dibawa ke rumah sakit,
sedangkan 3 lainnya bahkan baru ketahuan
menelan baterai saat dirawat di rumah sakit
karena sebab lain.
Pasien yang langsung mendapat penanganan
umumnya hanya mengalami cedera ringan,
namun tidak demikian dengan pasien yang harus
menunggu lama hingga mengalami sakit
tenggorokan. Pada 2 kasus yang mengalami
penundaan paling lama, sengatan listrik bahkan
sampai membentuk lubang di antara
kerongkongan dan tenggorokan.
Ketika tertelan, baterai tersebut seringkali
tersangkut di kerongkongan. Cairan tubuh yang
terdapat di tempat itu bisa menghubungkan
kedua kutub baterai dan mengakibatkan sengatan
listrik yang merusak kerongkongan.
Ukuran baterai arloji cukup beragam, demikian
juga dengan tegangannya. Umumnya memiliki
tegangan paling kecil sekitar 1,5 volt dengan
bentuk lingkaran pipih dengan diameter paling
kecil kurang lebih seukuran kancing baju.
Baterai kancing bisa tertelan bukan saja saat ada
yang tercecer karena tidak digunakan, sebab bayi
kadang-kadang bisa mendapatkannya dari
perangkat seperti remote mobil.
Oleh karena itu peneliti menyarankan untuk lebih
mewaspadai mainan atau perangkat elektronik
yang menggunakan baterai semacam itu.
Produsen juga diimbau untuk lebih
memperhatikan keamanan produk elektroniknya.
Jika sekiranya baterai yang digunakan mudah
tertelan, penutupnya harus diberi baut pengaman
agar tidak mudah dibuka tanpa obeng. (up/ir)
***
zuhud
Zuhud adalah salah satu akhlak utama seorang
muslim. Terutama saat di hadapannya terbentang
lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan
segala macam perbendaharaannnya. Apakah itu
kekuasaan, harta, kedudukan, dan segala fasilitas
lainnya. Karenanya, zuhud adalah karakteristik
dasar yang membedakan antara seorang
mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika tidak
memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini,
seorang mukmin tidak dapat dibedakan lagi dari
manusia kebanyakan yang terkena fitnah dunia.
Apalagi seorang dai. Jika orang banyak
mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang
didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati
orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya
layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap
mukmin, terutama para dai, harus menjadikan
zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah
saw. bersabda, ”Zuhudlah terhadap apa yang ada
di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan
zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia,
maka manusia pun akan mencintaimu ” (HR Ibnu
Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Makna dan Hakikat Zuhud
Makna dan hakikat zuhud banyak diungkap Al-
Qur ’an, hadits, dan para ulama. Misalnya surat Al-
Hadiid ayat 20-23 berikut ini. “Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan
dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani; kemudian tanaman
itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya
kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat
(nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari
Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia
ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan)
ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang beriman kepada Allah dan
Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-
Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan
(tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah
tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian
itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang
demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya
kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri. ”
Ayat di atas tidak menyebutkan kata zuhud, tetapi
mengungkapkan tentang makna dan hakikat
zuhud. Ayat ini menerangkan tentang hakikat
dunia yang sementara dan hakikat akhirat yang
kekal. Kemudian menganjurkan orang-orang
beriman untuk berlomba meraih ampunan dari
Allah dan surga-Nya di akhirat.
Selanjutnya Allah menyebutkan tentang musibah
yang menimpa manusia adalah ketetapan Allah
dan bagaimana orang-orang beriman harus
menyikapi musibah tersebut. Sikap yang benar
adalah agar tidak mudah berduka terhadap
musibah dan apa saja yang luput dari jangkauan
tangan. Selain itu, orang yang beriman juga tidak
terlalu gembira sehingga hilang kesadaran
terhadap apa yang didapatkan. Begitulah
metodologi Al-Qur ’an ketika berbicara tentang
nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengarahkan
manusia untuk bersikap zuhud.
Dari ayat itu juga, kita mendapat pelajaran bahwa
akhlak zuhud tidak mungkin diraih kecuali dengan
mengetahui hakikat dunia (yang bersifat
sementara, cepat berubah, rendah, hina dan
bahayanya ketika manusia mencintanya) dan
hakikat akhirat (yang bersifat kekal, baik
kenikmatannya maupun penderitaannya).
Demikian juga ketika Rasulullah saw., ingin
membawa para sahabatnya pada sikap zuhud,
beliau memberikan panduan bagaimana
seharusnya orang-orang beriman menyikapi
kehidupannya di dunia. Rasulullah bersabda,
” Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau
musafir.”(HR Bukhari).
Selanjutnya Rasulullah mencontohkan langsung
kepada para sahabat dan umatnya bagaimana
hidup di dunia. Beliau adalah orang yang paling
rajin bekerja dan beramal shalih, paling semangat
dalam ibadah, paling gigih dalam berjihad. Tetapi
pada saat yang sama beliau tidak mengambil hasil
dari semua jerih payahnya di dunia berupa harta
dan kenikmatan dunia. Kehidupan Rasulullah saw.
sangat sederhana dan bersahaja. Beliau lebih
mementingkan kebahagiaan hidup di akhirat dan
keridhaan Allah swt.
Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di
atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di
pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah
saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu
kasur ?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk
apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia
seperti pengendara yang mampir sejenak di
bawah pohon, kemudian pergi dan
meninggalkannya. ” (HR At-Tirmidzi)
Para ulama memperjelas makna dan hakikat
zuhud. Secara syar ’i, zuhud bermakna
mengambil sesuatu yang halal hanya sebatas
keperluan. Abu Idris Al-Khaulani berkata, ”Zuhud
terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang
halal dan membuang semua harta. Akan tetapi
zuhud terhadap dunia adalah lebih menyakini apa
yang ada di sisi Allah ketimbang apa yang ada di
tangan kita. Dan jika kita ditimpa musibah, maka
kita sangat berharap untuk mendapatkan pahala.
Bahkan ketika musibah itu masih bersama kita,
kita pun berharap bisa menambah dan
menyimpan pahalanya. ” Ibnu Khafif berkata,
”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa
terpaksa.” Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah
meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di
akhirat nanti, sedangkan wara ’ adalah
meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di
akhirat nanti. ”
Keutamaan Zuhud terhadap Dunia
Zuhud merupakan sifat mulia orang beriman
karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala
kelezatannya baik harta, wanita, maupun tahta.
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi,
orang beriman beramal shalih di dunia,
memakmurkan bumi, dan berbuat untuk
kemaslahatan manusia, kemudian mereka meraih
hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan
yang halal di dunia. Pada saat yang sama, hati
mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini
betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah
yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-
orang beriman beramal di dunia dengan segala
kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan
kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih
ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.
Berikut ini ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa
Hadits yang menerangkan keutamaan zuhud
terhadap dunia: “Dijadikan indah pada
(pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di
sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu
apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”
Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah),
pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di
dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri
yang disucikan serta keridhaan Allah; dan Allah
Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ” (Ali
Imran: 14-15).
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka
(manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air
hujan yang Kami turunkan dari langit, maka
menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di
muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu
menjadi kering yang diterbangkan oleh angin.
Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan
dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh
adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta
lebih baik untuk menjadi harapan. ” (Al-Kahfi:
45-46)
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan
senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya
akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau
mereka mengetahui. ” (Al-Ankabut: 64).
Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, bukanlah
kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku
takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian
sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum
kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba
sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan
menghancurkan kalian sebagaimana telah
menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Rasulullah saw. mengabarkan kepada kita bahwa
didatangkan orang yang paling senang di dunia
sedang dia adalah ahli neraka di hari kiamat,
dicelupkan ke dalam api neraka satu kali celupan.
Kemudian ditanya, ”Wahai anak Adam, apakah
engkau pernah merasakan kebaikan? Apakah
engkau merasakan kenikmatan (di dunia )?” Maka
dia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai
Rabbku.” Kemudian didatangkan orang yang
paling menderita di dunia dan dia ahli surga,
dicelupkan satu kali celupan di surga. Kemudian
ditanya, ”Wahai Anak Adam, apakah engkau
pernah menderita kesulitan? Apakah lewat
padamu suatu kesusahan (di dunia )?” Maka ia
menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku,
tidak pernah aku mengalami kesusahan dan
kesulitan sedikitpun. ” (HR Muslim)
Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan
dunia dengan akhirat seperti seorang
menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah
apa yang tersisa. ” (HR Muslim)
Tanda-tanda Zuhud
Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3 tanda-tanda
zuhud, yaitu:
Pertama, tidak bergembira dengan apa yang ada
dan tidak bersedih karena hal yang hilang.
Kedua, sama saja di sisinya orang yang mencela
dan mencacinya, baik terkait dengan harta
maupun kedudukan.
Ketiga, hendaknya senantiasa bersama Allah dan
hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan.
Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan.
Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya
tidak dapat bersatu.
Jadi, tanda zuhud adalah tidak adanya perbedaan
antara kemiskinan dan kekayaan, kemuliaan dan
kehinaan, pujian dan celaan karena adanya
dominasi kedekatan kepada Allah. Yahya bin Yazid
berkata, ”Tanda zuhud ada dermawan dengan
apa yang ada.” Imam Ahmad bin Hambal dan
Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah
pendeknya angan-angan.”
Kehidupan zuhud ini dicontoh oleh para
sahabatnya: Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan,
dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah
beberapa sahabat yang kaya raya, tetapi tidak
mengambil semua harta kekayaannya untuk diri
sendiri dan keluarganya. Sebagian besar harta
mereka habis untuk dakwah, jihad, dan
menolong orang-orang beriman. Mereka adalah
tokoh pemimpin dunia yang dunia ada dalam
genggamannya, namun tidak tertipu oleh dunia.
Bahkan, mereka lebih mementingkan kehidupan
akhirat dengan segala kenikmatannya. Abu Bakar
berkata, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan
kami, bukan di hati kami.”
Suatu saat Ibnu Umar mendengar seseorang
bertanya, ”Dimana orang-orang yang zuhud
terhadap dunia dan mencintai akhirat?” Lalu Ibnu
Umar menunjukkan kuburan Rasulullah saw.,
Abu Bakar, dan Umar, seraya balik bertanya,
” Bukankah kalian bertanya tentang mereka?”
Abu Sulaiman berkata, ”Utsman bin ‘Affan dan
Abdurrahman bin Auf adalah dua gudang harta
dari sekian banyak gudang harta Allah yang ada
di bumi. Keduanya menginfakkan harta tersebut
dalam rangka mentaati Allah, dan bersiap menuju
Allah dengan hati dan ilmunya. ”
Dengan demikian hanya orang yang berimanlah
yang dapat memakmurkan bumi dan memimpin
dunia dengan baik, karena mereka tidak
menghalalkan segala cara untuk meraihnya.
Demikianlah cara umat Islam memimpin dunia,
mulai dari Rasulullah saw., khulafaur rasyidin
sampai pemimpin berikutnya. Pemerintahan
Islam berhasil menghadirkan keamanan,
perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
Perdaban dibangun atas dasar keimanan dan
moral. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul
Aziz, salah satu pemimpin yang paling zuhud,
masyarakat merasakan ketentraman,
kesejahteraan, dan keberkahan. Tidak ada lagi
orang yang miskin yang meminta-minta, karena
kebutuhannya sudah tercukupi.
Tingkatan Zuhud
Zuhud orang-orang beriman memiliki tingkatan.
Zuhud terhadap yang haram, zuhud terhadap
yang makruh, zuhud terhadap yang syubhat,
dan zuhud terhadap segala urusan dunia yang
tidak ada manfaatnya untuk kebaikan hidup di
akhirat.
Zuhud terhadap yang haram hukumnya wajib.
Orang-orang beriman harus zuhud atau
meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan
Allah. Bahkan sifat-sifat orang beriman, bukan
hanya meninggalkan yang diharamkan, tetapi
meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna.
Kualitas keimanan dan keislaman seseorang
sangat terkait dengan kemampuannya dalam
meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna.
Allah swt. berfirman, “Dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna. ” (Al-Mu’minun: 3).
Rasulullah saw. bersabda, ”Diantara tanda
kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan
hal-hal yang tidak berguna. ” (HR At-Tirmidzi)
Imam Ahmad mengatakan, ”Zuhud ada tiga
bentuk. Pertama, meninggalkan sesuatu yang
haram, dan ini adalah zuhudnya orang awwam.
Kedua, meninggalkan berlebihan terhadap yang
halal, ini adalah zuhudnya golong yang khusus.
Ketiga, meninggalkan segala sesuatu yang
menyibukkannya dari mengingat Allah, dan ini
adalah zuhudnya orang-orang arif.”
Hal yang berkaitan dengan zuhud ada 6 perkara.
Seseorang tidak berhak menyandang sebutan
zuhud sehingga bersikap zuhud terhadap 6
perkara tersebut, yaitu; harta, rupa (wajah),
kedudukan (kekuasaan), manusia, nafsu, dan
segala sesuatu selain Allah. Namun demikian, ini
bukan berarti menolak kepemilikan terhadapnya.
Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. adalah
orang yang paling zuhud di zamannya, tetapi
memiliki banyak harta, wanita, dan kedudukan.
Nabi Muhammad saw. adalah nabi yang paling
zuhud, tetapi juga punya beristri lebih dari satu.
Sembilan dari sepuluh sahabat yang dijamin
masuk surga tanpa hisab, kecuali Ali bin Abi
Thalib, semuanya kaya raya, tetapi pada saat
yang sama mereka adalah orang yang paling
zuhud. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq,
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Abu
Ubaidah bin Jarrah, Abdurahman bin Auf, Zubair
bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi
Waqqas, dan Said bin Abdullah.
Sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yang
paling zuhud. Meskipun demikian ketika
meninggal dunia, beliau meninggalkan 21 wanita:
4 orang istri merdeka dan 17 budak wanita.
Setiap orang beriman harus senantiasa
meningkatkan kualitas zuhudnya. Itulah yang
akan memberinya kebahagiaan hidup di dunia
dan akhirat serta meraih ridha Allah swt. Orang-
orang yang berkerja keras mencari nafkah
dengan cara yang halal. Ketika berhasil meraih
banyak harta kemudian menunaikan kewajiban
atas harta tersebut, seperti zakat, infak, dan
lainnya. Dengan berlaku seperti itu, dia termasuk
orang zuhud. Orang-orang yang beriman yang
memiliki istri lebih dari satu untuk membersihkan
dirinya (iffah) adalah termasuk orang yang zuhud.
Sedangkan orang kafir, karakteristiknya adalah
rakus terhadap kehidupan dunia dan
menghalalkan segala cara untuk
mendapatkannya. Bagi mereka tidak ada istilah
halal dan haram. Mereka tidak mengenal
perbedaan antara nikah dengan zina, antara
hadiah dengan suap, antara bisnis dengan riba,
antara makanan halal dengan yang haram.
Bahkan pada hal yang dianggap tabu saja orang-
orang kafir berupaya menghalakan semuanya.
Perzinaan mereka menghalalkan dengan dalil hak
asasi manusia.
Berawal dari kebebasan hak untuk membuka
aurat dalam berbusana. Permisif dalam pergaulan
dengan membolehkan berduaan di tempat sepi.
Berciuman di tempat umum dijadikan hal lumrah.
Sehingga, perilaku perzinaan menjadi berita yang
selalu dipertontonkan di teve dan dikabarkan di
tabliod. Dari mulai perzinaan lelaki dengan
perempuan yang belum menikah, perzinaan lelaki
dan perempuan yang sudah menikah, sampai
perzinaan sejenis: lelaki dengan lelaki, perempuan
dengan perempuan. Dari perzinaan inces sampai
perzinaan yang dilakukan bukan pada tempatnya.
Begitulah kehidupan orang kafir. Mereka seperti
hewan, bahkan lebih rendah lagi. Allah berfirman,
“ Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-
senang (di dunia) dan mereka makan seperti
makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah
tempat tinggal mereka. ” (Muhammad: 12)
Fudhail bin ‘Iyyadh berkata, “Allah menjadikan
segenap keburukan dalam sebuah rumah, dan
menjadikan kuncinya adalah cinta dunia. Dan
Allah menjadikan segenap kebaikan dalam sebuah
rumah, dan menjadikan kuncinya adalah zuhud
dari dunia. ”
Tragisnya, kepemimpinan dunia saat ini dikuasai
oleh orang-orang kafir. Sehingga, kerusakannya
sangat dahsyat. Jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.
Pola hidup materialisme mendominasi di hampir
semua lapangan kehidupan. Tolok ukur
kesusesan diukur dari sejauh mana berhasil
meraup sebanyak-banyak materi, tanpa
memperhatikan ukuran agama dan moral. Maka
berlomba-lombalah setiap orang menjual diri dan
harga diri untuk meraih sebanyak-banyaknya
materi. Dan mayoritas umat Islam terimbas
budaya materialisme itu. Pola hidupnya mirip
dengan orang kafir sehingga terjadilah kerusakan
yang sangat dahsyat. Realitas seperti inilah yang
dikhawatirkan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah
haditsnya dimana umat Islam terkena virus wahn
(cinta dunia dan takut mati) dan berpola hidup
materialisme hampir sama dengan orang kafir.
Cinta dunia dan rakus terhadap harta adalah
penyakit yang paling berbahaya. Segala bentuk
kejahatan bermuara dari kerakusan terhadap
dunia dan pola hidup materialisme: perzinaan dan
seks bebas, penjualan bayi, narkoba, perjudian,
riba, korupsi, dan lain sebagainya. Karenanya,
Rasulullah saw. mengingatkan akan bahaya rakus
terhadap harta, ”Tidaklah dua serigala lapar yang
dikirim pada kambing melebihi bahayanya
daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan
kedudukan. ” (HR At-Tirmidzi)
Upaya penyadaran kembali umat Islam tentang
hakikat dunia dan akhirat sangat penting. Bahwa
keimanan terhadap hari akhir adalah prinsip yang
harus terus menerus diingat dan ditanamkan
kepada umat Islam sehingga motivasi dan tujuan
hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Semakin kuat keimanan seseorang kepada hari
akhir, akan semakin baik dan semakin zuhud.
Sebaliknya, semakin lemah keimanan seseorang
kepada hari akhir, akan semakin jahat dan
semakin rakus.
Dalam sebuah riwayat disebutkan dua orang
zuhud bertemu, Ibrahim bin Adham dan Syaqiq
Al-Balkhi. Syaqiq bertanya kepada Ibrahim, “Apa
yang Anda ketahui tentang dunia?” Ibrahim balik
bertanya, “Kalau menurut Anda, bagaimana?”
Syaqiq menjawab, “Jika kami tidak
mendapatkanya, maka kami harus bersabar. Dan
jika mendapatkannya, maka kami harus
bersyukur. ” Ibrahim bin Adham berkata, “Kalau
seperti itu, maka anjing Balakh (sebuah kota di
Afghanistan) pun melakukannya. ” Syaqiq
bertanya, “Lalu, bagaimana menurut pendapat
anda?” Ibrahim menjawab, “Jika tidak
mendapatkan dunia, kami bersyukur. Dan jika
mendapatnya, kami itsaar (mengutamakannya
untuk orang lain). ” Demikianlah bahwa zuhud
memang memiliki tingkatan.
Kesalahpahaman terhadap Zuhud
Banyak orang yang salah paham terhadap zuhud.
Banyak yang mengira kalau zuhud adalah
meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan
dunia, dan mengharamkan yang halal. Tidak
demikian, karena meninggalkan harta adalah
sangat mudah, apalagi jika mengharapkan pujian
dan popularitas dari orang lain. Zuhud yang
demikian sangat dipengaruhi oleh pikiran sufi
yang berkembang di dunia Islam. Kerja mereka
cuma minta-minta mengharap sedekah dari
orang lain, dengan mengatakan bahwa dirinya
ahli ibadah atau keturunan Rasulullah saw.
Padahal Islam mengharuskan umatnya agar
memakmurkam bumi, bekerja, dan menguasai
dunia, tetapi pada saat yang sama tidak tertipu
oleh dunia.
Segala yang halal itu jelas dan segala yang haram
itu jelas, di antara keduanya ada yang syubhat
yang harus kita jauhi dan tinggalkan. Semoga
Allah menjadi kita bagian orang yang zuhud dan
diberi kita p emimpin zuhud yang membimbing
kita dalam memakmurkan dunia
muslim. Terutama saat di hadapannya terbentang
lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan
segala macam perbendaharaannnya. Apakah itu
kekuasaan, harta, kedudukan, dan segala fasilitas
lainnya. Karenanya, zuhud adalah karakteristik
dasar yang membedakan antara seorang
mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika tidak
memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini,
seorang mukmin tidak dapat dibedakan lagi dari
manusia kebanyakan yang terkena fitnah dunia.
Apalagi seorang dai. Jika orang banyak
mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang
didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati
orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya
layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap
mukmin, terutama para dai, harus menjadikan
zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah
saw. bersabda, ”Zuhudlah terhadap apa yang ada
di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan
zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia,
maka manusia pun akan mencintaimu ” (HR Ibnu
Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
Makna dan Hakikat Zuhud
Makna dan hakikat zuhud banyak diungkap Al-
Qur ’an, hadits, dan para ulama. Misalnya surat Al-
Hadiid ayat 20-23 berikut ini. “Ketahuilah, bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan
dan bermegah-megah antara kamu serta
berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya
mengagumkan para petani; kemudian tanaman
itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya
kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat
(nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari
Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia
ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan)
ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya
seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi
orang-orang yang beriman kepada Allah dan
Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-
Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan
Allah mempunyai karunia yang besar. Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan
(tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah
tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian
itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang
demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya
kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang sombong lagi
membanggakan diri. ”
Ayat di atas tidak menyebutkan kata zuhud, tetapi
mengungkapkan tentang makna dan hakikat
zuhud. Ayat ini menerangkan tentang hakikat
dunia yang sementara dan hakikat akhirat yang
kekal. Kemudian menganjurkan orang-orang
beriman untuk berlomba meraih ampunan dari
Allah dan surga-Nya di akhirat.
Selanjutnya Allah menyebutkan tentang musibah
yang menimpa manusia adalah ketetapan Allah
dan bagaimana orang-orang beriman harus
menyikapi musibah tersebut. Sikap yang benar
adalah agar tidak mudah berduka terhadap
musibah dan apa saja yang luput dari jangkauan
tangan. Selain itu, orang yang beriman juga tidak
terlalu gembira sehingga hilang kesadaran
terhadap apa yang didapatkan. Begitulah
metodologi Al-Qur ’an ketika berbicara tentang
nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mengarahkan
manusia untuk bersikap zuhud.
Dari ayat itu juga, kita mendapat pelajaran bahwa
akhlak zuhud tidak mungkin diraih kecuali dengan
mengetahui hakikat dunia (yang bersifat
sementara, cepat berubah, rendah, hina dan
bahayanya ketika manusia mencintanya) dan
hakikat akhirat (yang bersifat kekal, baik
kenikmatannya maupun penderitaannya).
Demikian juga ketika Rasulullah saw., ingin
membawa para sahabatnya pada sikap zuhud,
beliau memberikan panduan bagaimana
seharusnya orang-orang beriman menyikapi
kehidupannya di dunia. Rasulullah bersabda,
” Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau
musafir.”(HR Bukhari).
Selanjutnya Rasulullah mencontohkan langsung
kepada para sahabat dan umatnya bagaimana
hidup di dunia. Beliau adalah orang yang paling
rajin bekerja dan beramal shalih, paling semangat
dalam ibadah, paling gigih dalam berjihad. Tetapi
pada saat yang sama beliau tidak mengambil hasil
dari semua jerih payahnya di dunia berupa harta
dan kenikmatan dunia. Kehidupan Rasulullah saw.
sangat sederhana dan bersahaja. Beliau lebih
mementingkan kebahagiaan hidup di akhirat dan
keridhaan Allah swt.
Ibnu Mas’ud ra. melihat Rasulullah saw. tidur di
atas kain tikar yang lusuh sehingga membekas di
pipinya, kemudian berkata, ”Wahai Rasulullah
saw., bagaimana kalau saya ambilkan untukmu
kasur ?” Maka Rasulullah saw. menjawab, ”Untuk
apa dunia itu! Hubungan saya dengan dunia
seperti pengendara yang mampir sejenak di
bawah pohon, kemudian pergi dan
meninggalkannya. ” (HR At-Tirmidzi)
Para ulama memperjelas makna dan hakikat
zuhud. Secara syar ’i, zuhud bermakna
mengambil sesuatu yang halal hanya sebatas
keperluan. Abu Idris Al-Khaulani berkata, ”Zuhud
terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang
halal dan membuang semua harta. Akan tetapi
zuhud terhadap dunia adalah lebih menyakini apa
yang ada di sisi Allah ketimbang apa yang ada di
tangan kita. Dan jika kita ditimpa musibah, maka
kita sangat berharap untuk mendapatkan pahala.
Bahkan ketika musibah itu masih bersama kita,
kita pun berharap bisa menambah dan
menyimpan pahalanya. ” Ibnu Khafif berkata,
”Zuhud adalah menghindari dunia tanpa
terpaksa.” Ibnu Taimiyah berkata, ”Zuhud adalah
meninggalkan apa yang tidak bermanfaat di
akhirat nanti, sedangkan wara ’ adalah
meninggalkan sesuatu yang ditakuti bahayanya di
akhirat nanti. ”
Keutamaan Zuhud terhadap Dunia
Zuhud merupakan sifat mulia orang beriman
karena tidak tertipu oleh dunia dengan segala
kelezatannya baik harta, wanita, maupun tahta.
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Tapi,
orang beriman beramal shalih di dunia,
memakmurkan bumi, dan berbuat untuk
kemaslahatan manusia, kemudian mereka meraih
hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan
yang halal di dunia. Pada saat yang sama, hati
mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini
betul bahwa dunia itu tidak kekal dan akhiratlah
yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, orang-
orang beriman beramal di dunia dengan segala
kesungguhan bukan hanya untuk mendapatkan
kenikmatan sesaat di dunia, tetapi untuk meraih
ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.
Berikut ini ayat-ayat Al-Qur’an dan beberapa
Hadits yang menerangkan keutamaan zuhud
terhadap dunia: “Dijadikan indah pada
(pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda
pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di
sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu
apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”
Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah),
pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di
dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri
yang disucikan serta keridhaan Allah; dan Allah
Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. ” (Ali
Imran: 14-15).
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka
(manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air
hujan yang Kami turunkan dari langit, maka
menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di
muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu
menjadi kering yang diterbangkan oleh angin.
Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan
dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh
adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta
lebih baik untuk menjadi harapan. ” (Al-Kahfi:
45-46)
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan
senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya
akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau
mereka mengetahui. ” (Al-Ankabut: 64).
Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, bukanlah
kefakiran yang aku takuti atas kalian, tetapi aku
takut pada kalian dibukakannya dunia bagi kalian
sebagaimana telah dibuka bagi umat sebelum
kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba
sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan
menghancurkan kalian sebagaimana telah
menghancurkan mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Rasulullah saw. mengabarkan kepada kita bahwa
didatangkan orang yang paling senang di dunia
sedang dia adalah ahli neraka di hari kiamat,
dicelupkan ke dalam api neraka satu kali celupan.
Kemudian ditanya, ”Wahai anak Adam, apakah
engkau pernah merasakan kebaikan? Apakah
engkau merasakan kenikmatan (di dunia )?” Maka
dia menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai
Rabbku.” Kemudian didatangkan orang yang
paling menderita di dunia dan dia ahli surga,
dicelupkan satu kali celupan di surga. Kemudian
ditanya, ”Wahai Anak Adam, apakah engkau
pernah menderita kesulitan? Apakah lewat
padamu suatu kesusahan (di dunia )?” Maka ia
menjawab, ”Tidak, demi Allah, wahai Rabbku,
tidak pernah aku mengalami kesusahan dan
kesulitan sedikitpun. ” (HR Muslim)
Rasulullah bersabda, “Demi Allah, perbandingan
dunia dengan akhirat seperti seorang
menyelupkan tangannya ke dalam lautan, lihatlah
apa yang tersisa. ” (HR Muslim)
Tanda-tanda Zuhud
Imam Al-Ghazali menyebutkan ada 3 tanda-tanda
zuhud, yaitu:
Pertama, tidak bergembira dengan apa yang ada
dan tidak bersedih karena hal yang hilang.
Kedua, sama saja di sisinya orang yang mencela
dan mencacinya, baik terkait dengan harta
maupun kedudukan.
Ketiga, hendaknya senantiasa bersama Allah dan
hatinya lebih didominasi oleh lezatnya ketaatan.
Karena hati tidak dapat terbebas dari kecintaan.
Apakah cinta Allah atau cinta dunia. Dan keduanya
tidak dapat bersatu.
Jadi, tanda zuhud adalah tidak adanya perbedaan
antara kemiskinan dan kekayaan, kemuliaan dan
kehinaan, pujian dan celaan karena adanya
dominasi kedekatan kepada Allah. Yahya bin Yazid
berkata, ”Tanda zuhud ada dermawan dengan
apa yang ada.” Imam Ahmad bin Hambal dan
Sufyan r.a. berkata, ”Tanda zuhud adalah
pendeknya angan-angan.”
Kehidupan zuhud ini dicontoh oleh para
sahabatnya: Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan,
dan Abdurrahman bin Auf. Mereka adalah
beberapa sahabat yang kaya raya, tetapi tidak
mengambil semua harta kekayaannya untuk diri
sendiri dan keluarganya. Sebagian besar harta
mereka habis untuk dakwah, jihad, dan
menolong orang-orang beriman. Mereka adalah
tokoh pemimpin dunia yang dunia ada dalam
genggamannya, namun tidak tertipu oleh dunia.
Bahkan, mereka lebih mementingkan kehidupan
akhirat dengan segala kenikmatannya. Abu Bakar
berkata, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan
kami, bukan di hati kami.”
Suatu saat Ibnu Umar mendengar seseorang
bertanya, ”Dimana orang-orang yang zuhud
terhadap dunia dan mencintai akhirat?” Lalu Ibnu
Umar menunjukkan kuburan Rasulullah saw.,
Abu Bakar, dan Umar, seraya balik bertanya,
” Bukankah kalian bertanya tentang mereka?”
Abu Sulaiman berkata, ”Utsman bin ‘Affan dan
Abdurrahman bin Auf adalah dua gudang harta
dari sekian banyak gudang harta Allah yang ada
di bumi. Keduanya menginfakkan harta tersebut
dalam rangka mentaati Allah, dan bersiap menuju
Allah dengan hati dan ilmunya. ”
Dengan demikian hanya orang yang berimanlah
yang dapat memakmurkan bumi dan memimpin
dunia dengan baik, karena mereka tidak
menghalalkan segala cara untuk meraihnya.
Demikianlah cara umat Islam memimpin dunia,
mulai dari Rasulullah saw., khulafaur rasyidin
sampai pemimpin berikutnya. Pemerintahan
Islam berhasil menghadirkan keamanan,
perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
Perdaban dibangun atas dasar keimanan dan
moral. Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul
Aziz, salah satu pemimpin yang paling zuhud,
masyarakat merasakan ketentraman,
kesejahteraan, dan keberkahan. Tidak ada lagi
orang yang miskin yang meminta-minta, karena
kebutuhannya sudah tercukupi.
Tingkatan Zuhud
Zuhud orang-orang beriman memiliki tingkatan.
Zuhud terhadap yang haram, zuhud terhadap
yang makruh, zuhud terhadap yang syubhat,
dan zuhud terhadap segala urusan dunia yang
tidak ada manfaatnya untuk kebaikan hidup di
akhirat.
Zuhud terhadap yang haram hukumnya wajib.
Orang-orang beriman harus zuhud atau
meninggalkan segala sesuatu yang diharamkan
Allah. Bahkan sifat-sifat orang beriman, bukan
hanya meninggalkan yang diharamkan, tetapi
meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna.
Kualitas keimanan dan keislaman seseorang
sangat terkait dengan kemampuannya dalam
meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna.
Allah swt. berfirman, “Dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan)
yang tiada berguna. ” (Al-Mu’minun: 3).
Rasulullah saw. bersabda, ”Diantara tanda
kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan
hal-hal yang tidak berguna. ” (HR At-Tirmidzi)
Imam Ahmad mengatakan, ”Zuhud ada tiga
bentuk. Pertama, meninggalkan sesuatu yang
haram, dan ini adalah zuhudnya orang awwam.
Kedua, meninggalkan berlebihan terhadap yang
halal, ini adalah zuhudnya golong yang khusus.
Ketiga, meninggalkan segala sesuatu yang
menyibukkannya dari mengingat Allah, dan ini
adalah zuhudnya orang-orang arif.”
Hal yang berkaitan dengan zuhud ada 6 perkara.
Seseorang tidak berhak menyandang sebutan
zuhud sehingga bersikap zuhud terhadap 6
perkara tersebut, yaitu; harta, rupa (wajah),
kedudukan (kekuasaan), manusia, nafsu, dan
segala sesuatu selain Allah. Namun demikian, ini
bukan berarti menolak kepemilikan terhadapnya.
Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. adalah
orang yang paling zuhud di zamannya, tetapi
memiliki banyak harta, wanita, dan kedudukan.
Nabi Muhammad saw. adalah nabi yang paling
zuhud, tetapi juga punya beristri lebih dari satu.
Sembilan dari sepuluh sahabat yang dijamin
masuk surga tanpa hisab, kecuali Ali bin Abi
Thalib, semuanya kaya raya, tetapi pada saat
yang sama mereka adalah orang yang paling
zuhud. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq,
Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Abu
Ubaidah bin Jarrah, Abdurahman bin Auf, Zubair
bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi
Waqqas, dan Said bin Abdullah.
Sedangkan Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yang
paling zuhud. Meskipun demikian ketika
meninggal dunia, beliau meninggalkan 21 wanita:
4 orang istri merdeka dan 17 budak wanita.
Setiap orang beriman harus senantiasa
meningkatkan kualitas zuhudnya. Itulah yang
akan memberinya kebahagiaan hidup di dunia
dan akhirat serta meraih ridha Allah swt. Orang-
orang yang berkerja keras mencari nafkah
dengan cara yang halal. Ketika berhasil meraih
banyak harta kemudian menunaikan kewajiban
atas harta tersebut, seperti zakat, infak, dan
lainnya. Dengan berlaku seperti itu, dia termasuk
orang zuhud. Orang-orang yang beriman yang
memiliki istri lebih dari satu untuk membersihkan
dirinya (iffah) adalah termasuk orang yang zuhud.
Sedangkan orang kafir, karakteristiknya adalah
rakus terhadap kehidupan dunia dan
menghalalkan segala cara untuk
mendapatkannya. Bagi mereka tidak ada istilah
halal dan haram. Mereka tidak mengenal
perbedaan antara nikah dengan zina, antara
hadiah dengan suap, antara bisnis dengan riba,
antara makanan halal dengan yang haram.
Bahkan pada hal yang dianggap tabu saja orang-
orang kafir berupaya menghalakan semuanya.
Perzinaan mereka menghalalkan dengan dalil hak
asasi manusia.
Berawal dari kebebasan hak untuk membuka
aurat dalam berbusana. Permisif dalam pergaulan
dengan membolehkan berduaan di tempat sepi.
Berciuman di tempat umum dijadikan hal lumrah.
Sehingga, perilaku perzinaan menjadi berita yang
selalu dipertontonkan di teve dan dikabarkan di
tabliod. Dari mulai perzinaan lelaki dengan
perempuan yang belum menikah, perzinaan lelaki
dan perempuan yang sudah menikah, sampai
perzinaan sejenis: lelaki dengan lelaki, perempuan
dengan perempuan. Dari perzinaan inces sampai
perzinaan yang dilakukan bukan pada tempatnya.
Begitulah kehidupan orang kafir. Mereka seperti
hewan, bahkan lebih rendah lagi. Allah berfirman,
“ Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-
senang (di dunia) dan mereka makan seperti
makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah
tempat tinggal mereka. ” (Muhammad: 12)
Fudhail bin ‘Iyyadh berkata, “Allah menjadikan
segenap keburukan dalam sebuah rumah, dan
menjadikan kuncinya adalah cinta dunia. Dan
Allah menjadikan segenap kebaikan dalam sebuah
rumah, dan menjadikan kuncinya adalah zuhud
dari dunia. ”
Tragisnya, kepemimpinan dunia saat ini dikuasai
oleh orang-orang kafir. Sehingga, kerusakannya
sangat dahsyat. Jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.
Pola hidup materialisme mendominasi di hampir
semua lapangan kehidupan. Tolok ukur
kesusesan diukur dari sejauh mana berhasil
meraup sebanyak-banyak materi, tanpa
memperhatikan ukuran agama dan moral. Maka
berlomba-lombalah setiap orang menjual diri dan
harga diri untuk meraih sebanyak-banyaknya
materi. Dan mayoritas umat Islam terimbas
budaya materialisme itu. Pola hidupnya mirip
dengan orang kafir sehingga terjadilah kerusakan
yang sangat dahsyat. Realitas seperti inilah yang
dikhawatirkan oleh Rasulullah saw. dalam sebuah
haditsnya dimana umat Islam terkena virus wahn
(cinta dunia dan takut mati) dan berpola hidup
materialisme hampir sama dengan orang kafir.
Cinta dunia dan rakus terhadap harta adalah
penyakit yang paling berbahaya. Segala bentuk
kejahatan bermuara dari kerakusan terhadap
dunia dan pola hidup materialisme: perzinaan dan
seks bebas, penjualan bayi, narkoba, perjudian,
riba, korupsi, dan lain sebagainya. Karenanya,
Rasulullah saw. mengingatkan akan bahaya rakus
terhadap harta, ”Tidaklah dua serigala lapar yang
dikirim pada kambing melebihi bahayanya
daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan
kedudukan. ” (HR At-Tirmidzi)
Upaya penyadaran kembali umat Islam tentang
hakikat dunia dan akhirat sangat penting. Bahwa
keimanan terhadap hari akhir adalah prinsip yang
harus terus menerus diingat dan ditanamkan
kepada umat Islam sehingga motivasi dan tujuan
hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Semakin kuat keimanan seseorang kepada hari
akhir, akan semakin baik dan semakin zuhud.
Sebaliknya, semakin lemah keimanan seseorang
kepada hari akhir, akan semakin jahat dan
semakin rakus.
Dalam sebuah riwayat disebutkan dua orang
zuhud bertemu, Ibrahim bin Adham dan Syaqiq
Al-Balkhi. Syaqiq bertanya kepada Ibrahim, “Apa
yang Anda ketahui tentang dunia?” Ibrahim balik
bertanya, “Kalau menurut Anda, bagaimana?”
Syaqiq menjawab, “Jika kami tidak
mendapatkanya, maka kami harus bersabar. Dan
jika mendapatkannya, maka kami harus
bersyukur. ” Ibrahim bin Adham berkata, “Kalau
seperti itu, maka anjing Balakh (sebuah kota di
Afghanistan) pun melakukannya. ” Syaqiq
bertanya, “Lalu, bagaimana menurut pendapat
anda?” Ibrahim menjawab, “Jika tidak
mendapatkan dunia, kami bersyukur. Dan jika
mendapatnya, kami itsaar (mengutamakannya
untuk orang lain). ” Demikianlah bahwa zuhud
memang memiliki tingkatan.
Kesalahpahaman terhadap Zuhud
Banyak orang yang salah paham terhadap zuhud.
Banyak yang mengira kalau zuhud adalah
meninggalkan harta, menolak segala kenikmatan
dunia, dan mengharamkan yang halal. Tidak
demikian, karena meninggalkan harta adalah
sangat mudah, apalagi jika mengharapkan pujian
dan popularitas dari orang lain. Zuhud yang
demikian sangat dipengaruhi oleh pikiran sufi
yang berkembang di dunia Islam. Kerja mereka
cuma minta-minta mengharap sedekah dari
orang lain, dengan mengatakan bahwa dirinya
ahli ibadah atau keturunan Rasulullah saw.
Padahal Islam mengharuskan umatnya agar
memakmurkam bumi, bekerja, dan menguasai
dunia, tetapi pada saat yang sama tidak tertipu
oleh dunia.
Segala yang halal itu jelas dan segala yang haram
itu jelas, di antara keduanya ada yang syubhat
yang harus kita jauhi dan tinggalkan. Semoga
Allah menjadi kita bagian orang yang zuhud dan
diberi kita p emimpin zuhud yang membimbing
kita dalam memakmurkan dunia
imam syafii
Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah
Muhammad bin Idris. Beliau dilahirkan di Gaza,
Palestina, tahun 150 H, dan ayahnya meninggal
ketika masih bayi, sehingga beliau hanya
dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah
Azad dari Yaman. Diwaktu kecil Imam Syafii
hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai
anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Oleh
karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya
beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan
saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga
beliau disana). Maka ketika berusia 2 tahun beliau
dibawa ibundanya pindah ke Makkah.
Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan
dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh
karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal
Imam dan lahirlah Imam”. Pada usia 7 tahun
beliau telah menghafal Al Qur’an. Dan suatu sifat
dari Imam Safi’i adalah, jika beliau melihat
temannya diberi pelajaran oleh gurunya, maka
pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat
beliau pahami. Demikian pula jika ada orang yang
membacakan buku dihadapan Imam Syafi ’i, lalu
beliau mendengarkannya, secara spontan beliau
dapat menghafalnya. Sehingga kata gurunya :
“ Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran
kecerdasan dan kemampuan beliau untuk
menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya
mendengarkan saja )”.
Setelah beberapa tahun di Makkah, Imam Syafi’i
pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk
belajar kepada mereka. Bani Hudzail adalah
Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab.
Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17
tahun. Ditempat ini beliau beliau banyak
menghafal sya ’ir-sya’ir, memahami secara
mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang
peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab
dahulu.
Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab
bin Abdullah bin Zubair yang masih ada
hubungan famili dengan beliau. Mas ’ab bin
Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu
Imam Syafi’i), sungguh aku menyayangkanmu,
engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab,
otakmu juga cerdas, alangkah baiknya
seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai
kepandaianmu. ” Imam Syafi’i : “Dimana aku
harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun
menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Maka
beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam
Malik. Sesampainya di Madinah Imam Malik
bertanya : “Siapa namamu?”. “Muhammad”
jawabku. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai
Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan
jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi
orang yang disegani di kemudian hari ”. Esoknya
beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam
Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya,
maka beliau disuruh melanjutkan membaca,
karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan
beliau dalam membacanya.
Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik
yang dibawa beliau dari seorang temannya di
Mekkah. Kitab tersebut beliau baca dan dalam
waktu 9 hari, dan beliau telah
menghafalnya.Beliau tinggal di Madinah sampai
Imam Malik meninggal dunia, kemudian beliau
pergi ke Yaman.
Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat
Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada
masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai
negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut.
Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan
yang akan mereka hadapi. Demikian pula Imam
Syafi ’i berkunjung ke berbagai tempat untuk
menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan
memperoleh manfaatnya. Sebagaimana yang
telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah
ke Bani Hudzail, kemudian kembali ke Mekkah dan
perjuangannya untuk menemui Imam Malik, dan
setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi
keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan
kembali ke Madinah , dan setelah itu kembali lagi
ke Baghdad kemudian ke Mesir.
Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak
ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya
gigih dalam menghadapi berbagai rintangan
dalam membela kebenaran dan membela Sunnah
Rasulullah saw. Sehingga namanya menjadi
terkenal dan disegani umat Islam di zamannya.
Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang
gurunya Imam Syafi ’i rahimahullah telah
diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si
kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha”
“Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim)
seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun
untuk memperbarui urusan agamanya ”. (shahih
sunan Abu daud hadits no : 4291)
Kemudian Imam Ahmad bin Hambal
menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul
Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-
mudahan Imam Syafi ’i adalah yang kedua”.
Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah
Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas
seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman :
“ Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu
duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya
tentang tafsir Al Qur ’an. Dan seandainya matahari
telah terbit, barulah orang-orang itu berdiri dan
bergantian dengan orang-orang lain yang ingin
bertanya juga tentang hadits, serta tafsirnya.
Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain
untuk bertanya-jawab. Dan sebelum waktu
dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang
yang bertanya tentang nahwu, urudh dan syai’r
sampai waktu dhuhur”. Mas’ab bin Abdullah Az
Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat
seseorang yang lebih mengetahui peristiwa
tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam
Syafi ’i”. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata :
“Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih
berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam
Bin Hambal rahimahullah, berkata kepadaku :
“ Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini
”Seraya memandang Imam Syafi’i””.
Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku
peroleh dari orang ini, sementara usianya hampir
sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi
seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan
Mugni ?”. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka
engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku
tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat ”. Lalu
aku belajar padanya.
Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang
Imam Syafi ’I, adalah beliau orang yang paling
paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan
Sunnah Rasulullah saw.
Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada
Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal
akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam
menerima kebenaran. Hal ini telah dibuktikan
dalam diskusi-diskusi dan tadarus-tadarusnya
serta pergaulan murid-murid, teman-teman dan
orang umum. Banyak orang yang telah
meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh
Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya
dimiliki oleh beliau saja.
Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia
adalah Abu Ali Al Judzami, guru Syeikh Al Bukhari
yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H)
berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah
terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila
berdiskusi denganku, malah aku menginginkan
agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh
semua orang tanpa menyebut namaku ””.
Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi
As Syafi’i sakit, beliau masih sempat
menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya
dan berkata : “Aku ingin semua orang
membacanya tanpa mengkaitkanya dengan
namaku ””.
Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku
pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin
setiap ilmu yang kumiliki, dimiliki oleh semua
orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa
ucapan terima kasih dari orang-orang itu ”.” Beliau
juga mengatakan demikian :
“Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi
sallallahu ‘alaihi wasallam, fakuuluu sunnati
rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam, wa da’uu ma
kultu”
“jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu
tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw ,
maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan
tinggalkan perkataanku.
Dan beliau juga berkata :
“Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii”
“jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih, maka
itulah madhabku”
“Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii, wain
lam tasma’uu minni”
“setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku,
walaupun kalian tidak pernah mendengarkan
dariku ”
“Kullu maa kultu, fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii
mimma yashihhu, fahadtsun nabiyyi awlaa, falaa
tukalliduunii ”
“segala pendapat yang aku katakan ,sedangkan
hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi
perkataanku, maka hadits Nabi saw lebih utama
(untuk diikuti) , dan janganlah kalian taklid
kepadaku ”.
Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi
Allah aku belum pernah berdiskusi dengan
seseorang kecuali dengan tujuan nasihat ”.
Seandainya aku menyampaikan tentang
kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti
yang tepat, lalu diterima dengan baik, maka aku
akan menjadi sayang dan akrab dengan orang
tersebut. Sebaliknya jika orang tersebut sombong
dan membantah bukti-bukti tadi, maka seketika
itu juga orang tersebut jatuh dalam
pandanganku ”.
Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa
perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki
harta sedikit tetapi dermawan. Takut kepada Allah
swtdalam kedaaan sepi, dan mengatakan
kebenaran kepada orang yang diharapkan serta
ditakuti banyak orang ”.
Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt.
Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya
kepada Allah, semua orang yang bergaul
dengannya, guru maupun murid, tetangga
maupun teman, semuanya mengakuinya.
Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii
telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali
di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca
dalam shalatnya ”. Dan Imam Syafii pernah
berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku
belum pernah merasa kenyang, kecuali hanya
sekali saja. Karena kenyang itu memberatkan
badan, mengeraskan hati dan dapat
menghilangkan kecerdasan, mendatangkan rasa
kantuk serta membuat malas seseorang untuk
beribadah ”.
Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi
malam menjadi tiga bagian, bagian pertama
untuk menulis, bagian kedua untuk shalat dan
bagian ketiga untuk tidur.
Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah
terkenal dengan kedermawanannya. Hal ini tidak
bisa dipungkiri atau diragukan lagi. Muhammad
bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah
orang yang paling dermawan terhadap apa yang
dimilikinya ”.
Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam
Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam
hal keduniaan. Beliau pernah berkata kepadaku :
“ Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam
hidupku, sampai aku menjual semua barang-
barang yang aku miliki, baik yang mahal maupun
yang murah, juga perhiasan anak dan istriku
tetapi aku belum pernah menggadaikannya ””.
Muhammad Al Busti As Sajastani juga
mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum
pernah menyimpan sesuatu karena
kedermawanannya ”. Al Humaidi juga berkata
tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah,
Imam Syafii membawa uang sebanyak 10.000
dinar, kemudian bermukim di pinggiran kota
Makkah, dan dibagi-bagikan uang itu kepada
orang yang mengunjunginya. Dan ketika beliau
meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis.
Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini :
“Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh
seseorang untuk meminta kepadanya, maka
wajahnya merah karena malu kepada orang
tersebut, lalu dengan cepat dia akan
memberinya ”.
Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i
rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin
untuk mengungkapkannya di dalam lembaran
yang pendek ini.
Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di
Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku
mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama
kemudian beliau meninggal, aku bertanya
kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau
menjawab : “Tidak lama lagi aku akan
meninggalkan dunia ini, meninggalkan saudara-
saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. Aku
tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka ”.
Kemudian beliau menangis dan mengucapkan
sebuah sya ’ir
“Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii
ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa”
“ketika hatiku membeku dan menyempit semua
jalan bagiku,
aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk
menuju ampunanMu ”.
Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i
meningl dunia pada malam jum’at, sehabis isya’
akhir bulan Rajab. Kami menguburkannya pada
hari jum ’at, dan ketika kami meninggalkan
pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban
204”.
Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah
berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke
Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk
berkeliling seperti tatkala Imam Syafi ’i masih
hidup, datang seorang badui dan bertanya :
“ Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i)
yang selalu hadir di tengah-tengah kalian?” kami
menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang
itu menangis tersedu-sedu seraya berkata :
“ Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-
dosanya, sesungguhnya beliau dengan kata-kata
yang indah telah membuka bukti-bukti yang
dahulu tidak pernah kita ketahui. Dan mampu
membuat bungkam musuh-musuhnya dengan
bukti yang benar. Serta telah mencuci besih
wajah-wajah yang menghitam karena aib dan
membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan
pendapat-pendapatnya ”. Setelah berucap kata-
kata itu dia meninggalkan tempat itu”.
Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan)
berkata : “Seluruh ulama’ hadits, fiqhi, usul,
lughah, nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al
Imam Syafi ’i rahimahullah adalah orang yang
tidak diragukan lagi kejujurannya, amanatnya,
adilnya, zuhudnya, taatnya, akhlaqnya,
kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan
para ulama ’”.
Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah
melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan
seorang ulama ’ seperti dia mengagungkan Al
Imam Syafi’i rahimahullah.”.
Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada
ayahnya : “Ayah, bagaimana Imam Syafi’i itu?
Aku sering kali melihatmu mendoakannya”.
Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah
anakku, bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari
bagi dunia dan kesehatan bagi manusia.
Seandainya keduanya itu tidak ada, bagaimana
mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”.
Hidup Mulia atau Mati Syahid!!!
Muhammad bin Idris. Beliau dilahirkan di Gaza,
Palestina, tahun 150 H, dan ayahnya meninggal
ketika masih bayi, sehingga beliau hanya
dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah
Azad dari Yaman. Diwaktu kecil Imam Syafii
hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai
anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Oleh
karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya
beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan
saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga
beliau disana). Maka ketika berusia 2 tahun beliau
dibawa ibundanya pindah ke Makkah.
Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan
dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh
karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal
Imam dan lahirlah Imam”. Pada usia 7 tahun
beliau telah menghafal Al Qur’an. Dan suatu sifat
dari Imam Safi’i adalah, jika beliau melihat
temannya diberi pelajaran oleh gurunya, maka
pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat
beliau pahami. Demikian pula jika ada orang yang
membacakan buku dihadapan Imam Syafi ’i, lalu
beliau mendengarkannya, secara spontan beliau
dapat menghafalnya. Sehingga kata gurunya :
“ Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran
kecerdasan dan kemampuan beliau untuk
menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya
mendengarkan saja )”.
Setelah beberapa tahun di Makkah, Imam Syafi’i
pergi ke tempat Bani Hudzail dengan tujuan untuk
belajar kepada mereka. Bani Hudzail adalah
Kabilah yang paling fasih dalam berbahasa Arab.
Beliau tinggal di tempat Bani Hudzail selama 17
tahun. Ditempat ini beliau beliau banyak
menghafal sya ’ir-sya’ir, memahami secara
mendalam sastra Arab dan berita-berita tentang
peristiwa yang dialami oleh orang-orang Arab
dahulu.
Pada suatu hari beliau bertemu dengan Mas’ab
bin Abdullah bin Zubair yang masih ada
hubungan famili dengan beliau. Mas ’ab bin
Abdullah berkata : “Wahai Abu Abdullah (yaitu
Imam Syafi’i), sungguh aku menyayangkanmu,
engkau sungguh fasih dalam berbahasa Arab,
otakmu juga cerdas, alangkah baiknya
seandainya engkau menguasai ilmu Fiqih sebagai
kepandaianmu. ” Imam Syafi’i : “Dimana aku
harus belajar?” Mas’ab bin Abdullah pun
menjawab : “Pergilah ke Malik bin Anas”. Maka
beliau pergi ke Madinah untuk menemui Imam
Malik. Sesampainya di Madinah Imam Malik
bertanya : “Siapa namamu?”. “Muhammad”
jawabku. Imam Malik Berkata lagi : “Wahai
Muhammad bertaqwalah kepada Allah dan
jauhilah laranganNya maka engkau akan menjadi
orang yang disegani di kemudian hari ”. Esoknya
beliau membaca al Muwaththa’ bersama Imam
Malik tanpa melihat buku yang dipegangnya,
maka beliau disuruh melanjutkan membaca,
karena Imam Malik merasa kagum akan kefasihan
beliau dalam membacanya.
Al Muwaththa’ adalah kitab karangan Imam Malik
yang dibawa beliau dari seorang temannya di
Mekkah. Kitab tersebut beliau baca dan dalam
waktu 9 hari, dan beliau telah
menghafalnya.Beliau tinggal di Madinah sampai
Imam Malik meninggal dunia, kemudian beliau
pergi ke Yaman.
Kunjungan Imam Syafi’i Keberbagai Tempat
Sudah menjadi kebiasaan ulama’-ulama’ pada
masa Imam Syafi’i yaitu berkunjung ke berbagai
negeri untuk menimba ilmu di tempat tersebut.
Mereka tidak perduli terhadap rintangan-rintangan
yang akan mereka hadapi. Demikian pula Imam
Syafi ’i berkunjung ke berbagai tempat untuk
menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan
memperoleh manfaatnya. Sebagaimana yang
telah diketahui tentang perjalanannya dari Mekkah
ke Bani Hudzail, kemudian kembali ke Mekkah dan
perjuangannya untuk menemui Imam Malik, dan
setelah meninggalnya Imam Malik beliau pergi
keYaman dan selanjutnya pergi ke Baghdad dan
kembali ke Madinah , dan setelah itu kembali lagi
ke Baghdad kemudian ke Mesir.
Kunjungan-kunjungan itu menghasilkan banyak
ilmu dan pengalaman baginya serta membuatnya
gigih dalam menghadapi berbagai rintangan
dalam membela kebenaran dan membela Sunnah
Rasulullah saw. Sehingga namanya menjadi
terkenal dan disegani umat Islam di zamannya.
Imam Ahmad Bin Hambal berkata tentang
gurunya Imam Syafi ’i rahimahullah telah
diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda :
“Inna Allaha yub’astu lihadzihil ummah ‘ala ra’si
kulla miati sanatin man yujaddidu laha diinaha”
“Sesungguhnya Allah swt mengutus (mengirim)
seseorang kepada umat ini setiap seratus tahun
untuk memperbarui urusan agamanya ”. (shahih
sunan Abu daud hadits no : 4291)
Kemudian Imam Ahmad bin Hambal
menambahkan dengan berkata : “Umar bin Abdul
Aziz adalah orang yang pertama dan mudah-
mudahan Imam Syafi ’i adalah yang kedua”.
Ilmu Yang Dimiliki Oleh Imam Syafi’i rahimahullah
Imam Syafii rahimahullah memiliki ilmu yang luas
seperti yang dikatakan Ar Rabbii bin Sulaiman :
“ Setiap selesai shalat shubuh Imam Syafi’i selalu
duduk dikelilingi orang-orang yang ingin bertanya
tentang tafsir Al Qur ’an. Dan seandainya matahari
telah terbit, barulah orang-orang itu berdiri dan
bergantian dengan orang-orang lain yang ingin
bertanya juga tentang hadits, serta tafsirnya.
Beberapa jam kemudian ganti orang-orang lain
untuk bertanya-jawab. Dan sebelum waktu
dhuhur mereka pergi disusul oleh orang-orang
yang bertanya tentang nahwu, urudh dan syai’r
sampai waktu dhuhur”. Mas’ab bin Abdullah Az
Zubairi berkata : “Aku belum pernah melihat
seseorang yang lebih mengetahui peristiwa
tentang orang-orang Arab dahulu seperti Imam
Syafi ’i”. Abu Isma’il At Tarmudzi juga berkata :
“Aku perna mendengar Ishak bin Rahawih
berceritra : “ketika kami berada di Makkah Imam
Bin Hambal rahimahullah, berkata kepadaku :
“ Wahai abu Ya’kub belajarlah kepada orang ini
”Seraya memandang Imam Syafi’i””.
Kemudian aku berkata : “Apa yang akan aku
peroleh dari orang ini, sementara usianya hampir
sama dengan kita? Apakah aku tidak merugi
seandainya meninggalkan Ibnu Uyainah dan
Mugni ?”. Imam Ahmad pun menjawab : “Celaka
engkau! Ilmu orang-orang itu dapat engaku
tinggalkan tapi Ilmu orang ini tidak dapat ”. Lalu
aku belajar padanya.
Imam Ahmad bin hambal menambahkan tentang
Imam Syafi ’I, adalah beliau orang yang paling
paham (pengetahuannya) tentang Al Qur’an dan
Sunnah Rasulullah saw.
Kesederhanaan Dan ketaatan Imam Syafi’i Pada
Kebenaran Al Imam Syafi’i rahimahullah terkenal
akan kesederhanaan dan (ketaatan) dalam
menerima kebenaran. Hal ini telah dibuktikan
dalam diskusi-diskusi dan tadarus-tadarusnya
serta pergaulan murid-murid, teman-teman dan
orang umum. Banyak orang yang telah
meriwayatkan sifat-sifat yang telah dimilikioleh
Imam Syafi’i yang seolah-olah sifat itu hanya
dimiliki oleh beliau saja.
Al Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Masri (dia
adalah Abu Ali Al Judzami, guru Syeikh Al Bukhari
yang meninggal di Baghdad pada tahu 257 H)
berkata : “As Syafi’i mengatakan : “tidak pernah
terbesit dalam hatiku agar seseorang bersalah bila
berdiskusi denganku, malah aku menginginkan
agar semua ilmu yang kumiliki juga dimiliki oleh
semua orang tanpa menyebut namaku ””.
Dan Ar Rabii berkata : “Ketika aku mengunjungi
As Syafi’i sakit, beliau masih sempat
menyebutkan buku-buku yang telah ditulisnya
dan berkata : “Aku ingin semua orang
membacanya tanpa mengkaitkanya dengan
namaku ””.
Harmalah bin Yahya juga mengatakan : “Aku
pernah mendengar As Syafi’i berkata : “Aku ingin
setiap ilmu yang kumiliki, dimiliki oleh semua
orang dan aku mendapatkan pahalanya tanpa
ucapan terima kasih dari orang-orang itu ”.” Beliau
juga mengatakan demikian :
“Idza wajadtum fii kitaabii khilafa sunnati rasulillahi
sallallahu ‘alaihi wasallam, fakuuluu sunnati
rasulillahi sallallahu ‘alaihi wasallam, wa da’uu ma
kultu”
“jika kalian mendapati dalam kitabku (suatu
tulisan) yang menyelisihi sunnah Rasulullah saw ,
maka ambillah sunnah Rasulullah saw dan
tinggalkan perkataanku.
Dan beliau juga berkata :
“Idza sohhal hadits fahuwa madzhabii”
“jika hadits Nabi saw (derajatnya) shahih, maka
itulah madhabku”
“Kullu haditsin ‘anin nabi saw fahuwa kaulii, wain
lam tasma’uu minni”
“setiap hadits dari Nabi saw adalah pendapatku,
walaupun kalian tidak pernah mendengarkan
dariku ”
“Kullu maa kultu, fakaana ‘aninnabiyyi khilafu kaulii
mimma yashihhu, fahadtsun nabiyyi awlaa, falaa
tukalliduunii ”
“segala pendapat yang aku katakan ,sedangkan
hadits Nabi saw yang shahih menyelisihi
perkataanku, maka hadits Nabi saw lebih utama
(untuk diikuti) , dan janganlah kalian taklid
kepadaku ”.
Imam Syafi’i rahimahullah sendiri berkata : “Demi
Allah aku belum pernah berdiskusi dengan
seseorang kecuali dengan tujuan nasihat ”.
Seandainya aku menyampaikan tentang
kebenaran kepada seseorang dengan bukti-bukti
yang tepat, lalu diterima dengan baik, maka aku
akan menjadi sayang dan akrab dengan orang
tersebut. Sebaliknya jika orang tersebut sombong
dan membantah bukti-bukti tadi, maka seketika
itu juga orang tersebut jatuh dalam
pandanganku ”.
Dan beliau juga berkata : “ketahuilah bahwa
perbuatan yang terberat itu ada tiga : “Memiliki
harta sedikit tetapi dermawan. Takut kepada Allah
swtdalam kedaaan sepi, dan mengatakan
kebenaran kepada orang yang diharapkan serta
ditakuti banyak orang ”.
Ketaatannya Dan Ibadahnya Kepada Allah swt.
Tentang ketaatan Imam Syafii dan ibadahnya
kepada Allah, semua orang yang bergaul
dengannya, guru maupun murid, tetangga
maupun teman, semuanya mengakuinya.
Ar Rabii bin Sulaiman mengatakan : “Imam Syafii
telah mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali
di bulan Ramadhan yang kesemuanya itu terbaca
dalam shalatnya ”. Dan Imam Syafii pernah
berkata kepadaku : “Semenjak usia 16 tahun aku
belum pernah merasa kenyang, kecuali hanya
sekali saja. Karena kenyang itu memberatkan
badan, mengeraskan hati dan dapat
menghilangkan kecerdasan, mendatangkan rasa
kantuk serta membuat malas seseorang untuk
beribadah ”.
Rabii juga mengatakan bahwa Syafi’i membagi
malam menjadi tiga bagian, bagian pertama
untuk menulis, bagian kedua untuk shalat dan
bagian ketiga untuk tidur.
Kedermawanannya Imam Syafi’i rahimahullah
terkenal dengan kedermawanannya. Hal ini tidak
bisa dipungkiri atau diragukan lagi. Muhammad
bin Abdullah Al Misri berkata : “Imam Syafii adalah
orang yang paling dermawan terhadap apa yang
dimilikinya ”.
Dan Amr bin Sawwad As Sarji berkata : “Imam
Syafii adalah orang yang paling dermawan dalam
hal keduniaan. Beliau pernah berkata kepadaku :
“ Aku pernah bangkrut sebanyak tiga kali dalam
hidupku, sampai aku menjual semua barang-
barang yang aku miliki, baik yang mahal maupun
yang murah, juga perhiasan anak dan istriku
tetapi aku belum pernah menggadaikannya ””.
Muhammad Al Busti As Sajastani juga
mengatakan : “Imam Syafi’i rahimahullah belum
pernah menyimpan sesuatu karena
kedermawanannya ”. Al Humaidi juga berkata
tentang Syafi’i ketika beliau datang dari Makkah,
Imam Syafii membawa uang sebanyak 10.000
dinar, kemudian bermukim di pinggiran kota
Makkah, dan dibagi-bagikan uang itu kepada
orang yang mengunjunginya. Dan ketika beliau
meninggalkan tempat itu uangnya sudah habis.
Ar Rabbii’ menambahkan tentang hal ini :
“Seandainya Imam Syafi’i didatangi oleh
seseorang untuk meminta kepadanya, maka
wajahnya merah karena malu kepada orang
tersebut, lalu dengan cepat dia akan
memberinya ”.
Bukti-bukti tentang kedermawanan Imam Syafi’i
rahimahullah banyak sekali dan tidak mungkin
untuk mengungkapkannya di dalam lembaran
yang pendek ini.
Wafatnya Imam Syafi’i rahimahullah Di Mesir (Di
Fisthath) Tahun 204 H Al Muzni berkata ketika aku
mengunjungi beliau yang sakit yang tidak lama
kemudian beliau meninggal, aku bertanya
kepadanya bagaimana keadaanmu? Beliau
menjawab : “Tidak lama lagi aku akan
meninggalkan dunia ini, meninggalkan saudara-
saudaraku dan akan menjumpai Allah swt. Aku
tidak tahu apakah aku masuk surga atau neraka ”.
Kemudian beliau menangis dan mengucapkan
sebuah sya ’ir
“Falamma kosaa kalbii wa dookot madzahidii
ja’altu rajaai nahwa ‘afwika sullamaa”
“ketika hatiku membeku dan menyempit semua
jalan bagiku,
aku jadikan harapanku sebagai tangga untuk
menuju ampunanMu ”.
Rabii’ bin Sulaiman berkata : “Al Imam Syafi’i
meningl dunia pada malam jum’at, sehabis isya’
akhir bulan Rajab. Kami menguburkannya pada
hari jum ’at, dan ketika kami meninggalkan
pemakaman itu kami melihat bulan (hilal) Sya’ban
204”.
Ar Rabbii’ bercerita : “Beberapa hari setelah
berpulangnya Imam Syafi’i rahimahullah ke
Rahmatullah dan ketika itu kami sedang duduk
berkeliling seperti tatkala Imam Syafi ’i masih
hidup, datang seorang badui dan bertanya :
“ Dimana matahari dan bulan (yaitu Imam Syafi’i)
yang selalu hadir di tengah-tengah kalian?” kami
menjawab : “Beliau telah wafat” kemudian orang
itu menangis tersedu-sedu seraya berkata :
“ Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-
dosanya, sesungguhnya beliau dengan kata-kata
yang indah telah membuka bukti-bukti yang
dahulu tidak pernah kita ketahui. Dan mampu
membuat bungkam musuh-musuhnya dengan
bukti yang benar. Serta telah mencuci besih
wajah-wajah yang menghitam karena aib dan
membuka pintu-pintu yang dulu tertutup dengan
pendapat-pendapatnya ”. Setelah berucap kata-
kata itu dia meninggalkan tempat itu”.
Ibnu Khollikan (penulis buku Wafiati A’yan)
berkata : “Seluruh ulama’ hadits, fiqhi, usul,
lughah, nahwu dan lain-lain sepakat bahwa Al
Imam Syafi ’i rahimahullah adalah orang yang
tidak diragukan lagi kejujurannya, amanatnya,
adilnya, zuhudnya, taatnya, akhlaqnya,
kedermawannya dan kewibawaannya dikalangan
para ulama ’”.
Abu Hasan Al Razi berkata : “Aku belum pernah
melihat Muhammad Al Hasan mengagungkan
seorang ulama ’ seperti dia mengagungkan Al
Imam Syafi’i rahimahullah.”.
Abdullah din Ahmad bin Hambal betanya kepada
ayahnya : “Ayah, bagaimana Imam Syafi’i itu?
Aku sering kali melihatmu mendoakannya”.
Imam Ahmad bin hambal menjawab : “ketahuilah
anakku, bahwa Imam Syafi’i itu ibarat matahari
bagi dunia dan kesehatan bagi manusia.
Seandainya keduanya itu tidak ada, bagaimana
mungkin dapat digantikannya dengan yang lain?”.
Hidup Mulia atau Mati Syahid!!!
