Minggu, 22 Mei 2011

Macam-Macam Dosa dan Jalan Menuju Taubat

1. Dosa Besar. Yaitu dosa yang disertai ancaman
hukuman di dunia, atau ancaman hukuman di
akhirat. Abu Tholib Al-Makki berkata: Dosa besar
itu ada 17 macam:
4 macam di hati, yaitu: 1. Syirik. 2. Terus
menerus berbuat maksiat. 3. Putus asa. 4. Merasa
aman dari siksa Allah.
4 macam pada lisan, yaitu: 1. Kesaksian palsu. 2.
Menuduh berbuat zina pada wanita baik-baik. 3.
Sumpah palsu. 4. mengamalkan sihir.
3 macam di perut. 1. Minum Khamer. 2.
memakan harta anak yatim. 3. memakan riba.
2 macam di kemaluan. 1. zina. 2. Homo seksual.
2 macam di tangan. 1. membunuh. 2. mencuri.
1 di kaki, yaitu lari dalam peperangan
1 di seluruh badan, yaitu durhaka terhadap orang
tua.
2. Dosa kecil. Yaitu dosa-dosa yang tidak
tersebut diatas.
3. Dosa kecil yang menjadi besar ·
Dilakukan terus menerus. Rasulullah bersabda:
tidak ada dosa kecil apabila dilakukan dengan
terus menerus dan tidak ada dosa besar apabila
disertai dengan istighfar. Allah juga berfirman:
“ Dan (juga) orang-orang yang apabila
mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri
sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon
ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi
yang dapat mengampuni dosa selain daripada
Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ” (QS. Ali
Imran [3]: 135)
Menganggap remeh akan dosa. Rasulullah
bersabda: “Sesungguhnya seorang mu’min
dalam melihat dosanya, bagaikan seorang yang
berada di puncak gunung, yang selalu khawatir
tergelincir jatuh. Adapun orang fasik dalam
melihat dosanya, bagaikan seseorang yang
dihinggapi lalat dihidungnya, maka dia usir begitu
saja. ” (HR. Bukhori Muslim)
Bergembira dengan dosanya. Allah berfirman:
“ Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah
kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang
menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah
(balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh
neraka Jahannam itu tempat tinggal yang
seburuk-buruknya. ” (QS. Al Baqarah [2]: 206) ·
Merasa aman dari makar Allah. Allah berfirman:
“ Apakah tiada kamu perhatikan orang-orang yang
telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia,
kemudian mereka kembali (mengerjakan)
larangan itu dan mereka mengadakan
pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa,
permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan
apabila mereka datang kepadamu, mereka
mengucapkan salam kepadamu dengan memberi
salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah
untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri
mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa
kita disebabkan apa yang kita katakan itu?”
Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang
akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah
seburuk-buruk tempat kembali. ” (QS. Al
Mujadilah [58]: 7)
Terang-terangan dalam berbuat maksiat.
Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan
diampunkan dosanya kecuali orang yang
mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa)
dan yang termasuk mujaharah adalah: Seorang
yang melakukan perbuatan dosa di malam hari,
kemudian hingga pagi hari Allah telah menutupi
dosa tersebut, kemudian dia berkata: wahai fulan
semalam saya berbuat ini dan berbuat itu.
Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut
semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah
tersebut. ” (HR. Bukhori Muslim)
Yang melakukan perbuatan dosa itu adalah
seorang yang menjadi teladan. Rasulullah
bersabda: “Barangsiapa yang memberi contoh di
dalam Islam dengan contoh yang jelek, dia akan
mendapat dosanya dan dosa orang yang
mengikutinya setelah dia tanpa dikurangi dosa
tersebut sedikitpun. ” (HR. Muslim)
Jalan Menuju Taubat
1. Mengetahui hakikat taubat. Hakikat taubat adalah:
Menyesal, meninggalkan kemaksiatan tersebut
dan berazam untuk tidak mengulanginya lagi.
Sahal bin Abdillah berkata: “Tanda-tanda orang
yang bertaubat adalah: Dosanya telah
menyibukkan dia dari makan dan minum-nya.
Seperti kisah tiga sahabat yang tertinggal perang”.
2. Merasakan akibat dosa yang dilakukan. Ulama
salaf berkata: “Sungguh ketika saya maksiat pada
Allah, saya bisa melihat akibat dari maksiat saya
itu pada kuda dan istri saya. ”
3. Menghindar dari lingkungan yang jelek. Seperti
dalam kisah seorang yang membunuh 100
orang. Gurunya berkata: “Pergilah ke negeri sana
… sesungguhnya disana ada orang-orang yang
menyembah Allah dengan baik, maka sembahlah
Allah disana bersama mereka dan janganlah
kamu kembali ke negerimu, karena negerimu
adalah negeri yang jelek. ”
4. Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya.
5. Berdo’a. Allah berfirman mengkisahkan Nabi
Ibrahim: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua
orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan
(jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang
tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah
kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat
haji kami, dan terimalah taubat kami.
Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima
taubat lagi Maha Penyayang.” Al Maraghi berkata:
“Yang dimaksud ”terimalah taubat kami” adalah:
Bantulah kami untuk bertaubat agar kami bisa
bertaubat dan kembali kepada-Mu. ”
6. Mengetahui keagungan Allah yang Maha Pencipta.
Para ulama salaf berkata: “Janganlah engkau
melihat akan kecilnya maksiat, tapi lihatlah
keagungan yang engkau durhakai. ”
7. Mengingat mati dan kejadiannya yang tiba-tiba.
8. Mempelajari ayat-ayat dan hadis-hadis yang
menakuti orang-orang yang berdosa.
9. Membaca sejarah orang-orang yang bertaubat.

0 komentar:

Posting Komentar