Sabtu, 21 Mei 2011

Bagaimana Doa Dapat Mempercepat Kesembuhan Pasien

Menurut Al Qur'an, doa, yang berarti "seruan,
menyampaikan ungkapan, permintaan,
permohonan pertolongan," adalah berpalingnya
seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan
memohon pertolongan dari-Nya, Yang
Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang,
dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud
yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah
salah satu dari contoh tersebut yang dengannya
manusia paling merasakan kebergantungan ini
dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian,
yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang
terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai
peringatan bagi manusia akan kefanaan dan
ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga
sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran
dan ketaatan karenanya.
Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman,
meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui
dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir
dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak
pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah
yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh
mereka untuk bekerja di saat mereka sedang
sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang
membantu penyembuhan dan para dokter ketika
mereka sakit. Banyak orang hanya kembali
menghadap kepada Allah di saat mereka sadar
bahwa para dokter dan obat-obatan tidak
memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada
pada keadaan tersebut memohon pertolongan
hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa
hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka
dari kesulitan. Allah telah menyatakan pola pikir ini
dalam sebuah ayat:
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia
berdoa kepada Kami dalam keadaan
berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah
Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia
(kembali) melalui (jalannya yang sesat),
seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada
Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang
telah menimpanya. Begitulah orang-orang
yang melampaui batas itu memandang baik
apa yang selalu mereka kerjakan. (QS,
Yunus, 10:12)
Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan
sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain,
seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada
Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan
seluruh karunia yang telah Dia berikan.
Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping
berdoa dengan lisan menggunakan suara,
penting pula bagi seseorang melakukan segala
upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa
dengan perilaku bermakna melakukan segala
sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan
tertentu. Misalnya, di samping berdoa, seseorang
yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli,
menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan
menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau
perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab,
Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di
dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala
sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi
mengikuti sebab-sebab ini. Oleh karena itu,
seseorang haruslah melakukan segala hal yang
diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini,
sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan
kerendahan diri, berserah diri dan bersabar,
dengan menyadari bahwa Dialah yang
menentukan hasilnya.
Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan
doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat
mempercepat penyembuhan adalah sesuatu
yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan
oleh para dokter. Dengan judul "God and Health:
Is Religion Good Medicine? Why Science Is
Starting to Believe" [Tuhan dan Kesehatan: Apakah
Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu
Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal
Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003
mengangkat pengaruh agama dalam
penyembuhan penyakit sebagai bahasan
utamanya. Majalah tersebut melaporkan bahwa
keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan
pasien dan membantu pemulihan mereka dengan
mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai
meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama
akan pulih lebih cepat dan lebih mudah. Menurut
pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat
Amerika mengatakan mereka percaya bahwa
berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan
berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di
Inggris dan Amerika Serikat juga telah
menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi
gejala-gejala penyakit pada pasien dan
mempercepat proses penyembuhannya.
Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas
Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-
orang yang taat beragama dengan tingkat
rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas
Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan
orang-orang yang beribadah dan berdoa secara
teratur adalah sekitar 25% lebih rendah
dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki
keyakinan agama. Penelitian lain yang dilakukan
terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan
angiocardiography [jantung dan pembuluh
darah], membuktikan secara ilmiah "kekuatan
penyembuhan dari doa." Telah diakui bahwa
tingkat kematian di kalangan pasien penyakit
jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu
tahun pasca operasi yang mereka jalani.
Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al
Qur'an adalah:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia
menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku),
sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit
dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha
Penyayang di antara semua penyayang".
Maka Kamipun memperkenankan seruannya
itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada
padanya dan Kami kembalikan keluarganya
kepadanya, dan Kami lipat gandakan
bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari
sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi
semua yang menyembah Allah. (QS. Al
Anbiyaa', 21:83-84)
Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus),
ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia
menyangka bahwa Kami tidak akan
mempersempitnya (menyulitkannya), maka
ia menyeru dalam keadaan yang sangat
gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain
Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya
aku adalah termasuk orang-orang yang
zalim." Maka Kami telah memperkenankan
doanya dan menyelamatkannya dari pada
kedukaan. Dan demikianlah Kami
selamatkan orang-orang yang beriman. (QS.
Al Anbiyaa', 21:87-88)
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia
menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah
Engkau membiarkan aku hidup seorang diri
dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka
Kami memperkenankan doanya, dan Kami
anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami
jadikan isterinya dapat mengandung.
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang selalu bersegera dalam
(mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang
baik dan mereka berdoa kepada Kami
dengan harap dan cemas. Dan mereka
adalah orang-orang yang khusyu' kepada
Kami. (QS. Al Anbiyaa', 21:89-90)
Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami:
maka sesungguhnya sebaik-baik yang
memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash
Shaaffaat, 37:75)
Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak
semestinya hanya dilakukan untuk
menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan
duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati
haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan
menerima apa pun yang datang dari-Nya.
Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang
diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur'an kini
sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali
lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al
Qur'an.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya
kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku
mengabulkan permohonan orang yang
berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,
maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka
beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah,
2:186)

0 komentar:

Posting Komentar