Sabtu, 21 Mei 2011

Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an

Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini
tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di
sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang
bergulir dalam rencana adalah putusan
Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR)
pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama
di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran
terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini,
beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap
cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki
dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama
dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.
Pada kenyataannya, pengubahan yang
dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain
menghapuskan sama sekali pendidikan agama,
untuk memalingkan generasi muda dari
keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan
pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan
melarang pengajaran Paham Penciptaan di
sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan
Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki
tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan
yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa
hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di
kurikulum dengan jelas menyingkap
kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar
tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh
menjadi materialis. Inilah mengapa Paham
Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman
bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil.
Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran
agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir
terhadap para siswa yang belajar tentang Islam
dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa
saat ini telah menganjurkan dihentikannya
pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan
beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas:
menyatakan perang terhadap iman kepada Allah
dan Islam.
Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini
adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia
bahwa Darwinisme, dan materialisme
pendukungnya, keduanya adalah penipuan.
Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda
ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas
Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-
makhluk hidup masa kini sama persis dengan
nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu.
Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi
menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah
mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia
kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi
Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk.
Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan
agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di
abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari
penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali
pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan
terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-
materialis kini tengah berupaya mengambil tindak
pencegahan melawan perkembangan luar biasa
ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan
seluruh dunia kini tahu tentang penipuan
Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan
serangan mereka sendiri melawan Darwinisme
dan menolak mempelajari penipuan ini.
Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis
adalah membangun masyarakat tanpa agama,
tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun
kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan
semakin mendorong kemerosotan akhlak,
meningkatkan peperangan, pembantaian dan
pemberontakan yang mengiringi ketiadaan
agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh
umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah
mendorong orang, khususnya kaum muda,
untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada
memalingkan mereka dari agama dan
menganjurkan filsafat materialis.
Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis
Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari
bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-
satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia.
Mereka membayangkan bahwa mereka mampu
menghentikan perkembangan ini dengan
melarang pelajaran agama dan menghilangkan
Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin
mereka akan menang dalam peperangan yang
mereka lancarkan melawan iman kepada Allah.
(Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin
yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan
diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini
tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau
kebohongan yang dibuat melawan iman kepada
Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah
Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada
dalam ayat-ayat-Nya:
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak
kepada yang batil lalu yang hak itu
menghancurkannya, maka dengan serta
merta yang batil itu lenyap. Dan
kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu
menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang
tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’,
21:18)
Allah telah menurunkan air (hujan) dari
langit, maka mengalirlah air di lembah-
lembah menurut ukurannya, maka arus itu
membawa buih yang mengembang. Dan
dari apa (logam) yang mereka lebur dalam
api untuk membuat perhiasan atau alat-alat,
ada (pula) buihnya seperti buih arus itu.
Demikianlah Allah membuat perumpamaan
(bagi) yang benar dan yang batil. Adapun
buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang
tak ada harganya; adapun yang memberi
manfaat kepada manusia, maka ia tetap di
bumi. Demikianlah Allah membuat
perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d,
13:17)
Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh
Darwinis banyak melemah dibandingkan
sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran
Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-
Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat
disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya,
dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum
Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan
manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak
akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah,
sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran
menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai
ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga,
hanya akan semakin menguatkan agama Islam.

0 komentar:

Posting Komentar