Sabtu, 21 Mei 2011

surat sang matematikawan

untuk....sayang
Tiga minggu yang lalu…
Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri
tegak lurus lantai
Kulihat alismu yang berbentuk setengah
lingkaran dengan diameter 4 cm
Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari
padamu
Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers
matriks berordo 5×5
Satu minggu kemudian aku bertemu kau
kembali…
Kurasakan cintaku bertambah,
bagaikan deret divergen yang mendekati
tak hingga
Limit cintaku bagaikan limit tak hingga
Dan aku semakin yakin,
hukum cinta kita bagaikan
hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 =
1
Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini
menjadi milik kita berdua
Dari titik sudut yang berseberangan,
kau dan aku bertemu di perpotongan
diagonal ruang
Semakin hari kurasakan cintaku padamu
bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak
memiliki nilai ekstrim.
Hanya ada titik belok horizontal yang akan
selalu naik
Kurasakan pula kasihku padamu
bagaikan grafik tangen (90o < x < 270o)
Namun aku bimbang…
Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan
tidak mungkin kucapai
Aku bingung bagaikan memecahkan soal
sistem persamaan linear
yang mempunyai seribu variabel dan hanya
ada 100 persamaan
Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss
Jordan pun tak dapat memecahkannya

0 komentar:

Posting Komentar