Minggu, 22 Mei 2011

Jenius Itu Benar 99 Persen Keringat

“Jenius adalah 1 persen inspirasi dan 99
persen keringat”. Kutipan terkenal itu adalah
milik ilmuwan Thomas Alva Edison. Ungkapan itu
semakin terbukti dan ternyata ilmuwan-ilmuwan
hebat itu muncul bukan karena sekedar pintar.
Penulis buku-buku ilmiah Andrew Robinson
dalam bukunya ‘Sudden Genius?’ menemukan
kesamaan baik pada ilmuwan masa kini maupun
ilmuwan masa lampau ternyata ilmuwan menjadi
jenius tidak terjadi dalam waktu sekejap.
Bagaimana sampai ilmuwan-ilmuwan itu
mempunyai banyak ide di kepalanya, ternyata
ada jalan bertahap dalam membuat terobosan-
terobosan yang kreatif. Proses kreatifitas inilah
yang membuat ilmuwan jenius.
Menurut Andrew, jenius merupakan hasil dari
kerja keras yang konsisten dan sebuah
ketekunan. Jadi jika kini banyak orangtua yang
ingin mencetak anak jenius menurutnya tidak bisa
dengan jalan pintas.
Andrew menemukan proses kreatif membuat
seseorang memiliki ide yang begitu banyak
dengan kata lain tidak pernah menyerah untuk
mencoba hingga menemukan formula yang
tepat.
Studi ilmiah tentang kreativitas ini meliputi banyak
hal seperti bakat, kecerdasan, memori, mimpi,
alam bawah sadar, kerja keras dan banyak lagi
sehingga menjadi jenius bukan semata-mata
karena pintar.
Pola tersebut ditemukan hampir sama baik pada
ilmuwan maupun pada seniman seperti pada
bidang arkeologi, arsitektur, seni, biologi, kimia,
film, musik, sastra, fotografi dan fisika.
Masalah kreativitas yang menjadi kunci orang
jenius jauh sebelumnya pernah diungkap oleh
polymath Prancis terkenal yaitu Henri Poincare
pada tahun 1881. Sekitar 30 tahun kemudian,
Poincare menerbitkan sebuah analisis proses
berpikir sendiri.
Model Poincare ini melalui empat tahap yaitu
pikiran sadar, pikiran tidak sadar (inkubasi),
iluminasi (menjelaskan) dan juga verifikasi. Hal ini
disimpulkan sejak ia mempelajarinya secara
mendalam.
Ilmuwan seperti Albert Einstein, Hermann von
Helmholtz dan Werner Heisenberg pernah
menggambarkan proses kreativitasnya mirip
dengan model Poincare tersebut. Hingga kini
empat tahapan tersebut adalah model kreativitas
terbaik yang dimiliki.
Seperti dikutip dari Medindia, Kamis (16/9/2010)
sebuah percobaan menunjukkan bahwa dalam
kondisi ketidaksadaran, seseorang dapat
mengaktifkan informasi kompleks yang
menghambat alam sadarnya. Dan itu baru salah
satu faktor.
Karena itu kejeniusan seseorang tidak bisa
didapatkan melalui cara singkat, namun
membutuhkan sebuah ketekunan dan kerja keras
yang konsisten

0 komentar:

Posting Komentar