J : Jangan Berlebihan Ada seorang wanita yang
datang pada Aisyah. Aisyah memuji wanita itu
sebagai ahli ibadah yang luar biasa, karena saking
tekunnya ia menyediakan tongkat untuk
berpegangan jika ia sudah tidak kuat berdiri ketika
sholat.
Ketika hal itu disampaikan pada Nabi saw. Nabi
bersabda : Jangan berlebihan, Allah itu tidak akan
jenuh hingga engkau jenuh.
Atur ritme dalam segala hal, agar tak usang.
E : Efektifkan Komunikasi Logika apa yang paling
bisa menjelaskan maraknya friendster, ramainya
sms, dan larisnya free talk walaupun tengah
malam. Intinya sederhana, karena manusia
diciptakan dengan kebutuhan untuk bercerita dan
berbagi. Curhat dong, cari teman bercerita
N : Naik Ke Tantangan Berikutnya Looking for
new challenges. Ummat ini dilahirkan untuk
menjadi ummat terbaik, khairu ummah, ini
sunatullah. Melanggarnya hanya akan melahirkan
kejenuhan. Kejenuhan bergerak, kejenuhan
beramal, kejenuhan berinisatif. Naiklah ke anak
tangga berikutnya, agar kau bisa uji kekuatanmu
lebih jauh.
U : Undur Sejenak untuk Maju Lebih Jauh Ijlis
Bina’ Nu’min Sa-ah, begitu ujar sahabat Nabi.
Berhentilah sejenak, perbaharui iman, bersihkan
sepatu yang sudah berdebu, asah kembali
pedang yang tumpul, ambil air wudhu cuci
wajahmu hingga bisa menatap ke depan lebih
jauh lagi.
H : Hasbiyallah wa Ni’mal Wakill Ni’mal Maula Wa
Ni’man Nashir Sungguh kejenuhan itu adalah
masalah hati. Dan Maha Penggenggam hati
hanyalah Allah semata. Qolbu itu artinya yang
berbolak-balik, ketika ia berbalik atau tertutup
debu maka cahaya Allah akan terhalang, maka
lahirlah kejenuhan. Maka tengadahkan tanganmu
padaNya, minta Ia jaga hatimu agar tidak mati
karena enggan dan malas.
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang
banyak bersumpah lagi hina, yang banyak
mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
yang sangat enggan berbuat baik, yang
melampaui batas lagi banyak dosa, (Al Quran Al
Karim Surah Al Qalam ayat 10 – 12)
Naudzubillahi min dzalik

0 komentar:
Posting Komentar