Minggu, 22 Mei 2011

taubatnya cat steven

Aku dilahirkan di London, jantung dunia barat.
Aku dilahirkan di era televisi dan penjelajahan
angkasa. Era dimana teknologi telah sampai
puncaknya, di Britania. Aku berkembang
dimasyarakat ini dan belajar di sekolah katolik
yang telah memberikan pengajaran kepadaku
konsep kristiani tentang Allah, Al Masih, Kepastian
baik dan buruk. Mereka banyak bercerita
kepadaku tentang Allah, sedikit tentang Al Masih
dan lebih sedikit lagi tentang ruh kudus.
Kehidupan disekelilingku adalah materialis yang
tertumpah dari seluruh sarana informasi. Mereka
mengajarkan kepadaku bahwa harta adalah
kekayaan yang sebenarnya yang hakiki,
sementara kemiskinan adalah kesia siaan yang
hakiki, Amerika adalah lambang kekayaan,
sementara dunia ketiga adalah symbol
kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan
keterbelakangan.
Untuk itulah aku harus memilih jalan kekayaan
dan menempuh jalurnya, supaya aku dapat
hidup bahagia, beruntung dengan kenikmatan
dunia. Diatas inilah kubina falsafah kehidupan
yang tak ada hubungannya dengan agama. Aku
mengambil jalan falsafah ini guna mendapatkan
kebahagiaan jiwa.
Dan akupun mulai mencari sarana yang
mengantarkanku mencapai sukses. Dan jalan
yang paling mudah ialah dengan cara membeli
gitar, mengarang beberapa lagu serta
menyanyikanya, kemudian aku bergerak ditengah
khalayak ramai. Inilah yang kenyataannya telah
kulaklukan dengan nama Cat Stevenz. Dalam
waktu yang relative singkat, ketika aku berumur
18 tahun, sudah ada 8 kaset rekamanku. Aku
mulai tampil di beberapa pertunjukan yang tidak
sedikit sehingga terkumpullah kekayaan yang
melimpah dan ketenaran yang memuncak.
Ketika aku sudah sampai puncak, aku melihat
kebawah karena takutr terjatuh. Kegoncangan
menghantui diriku, dan akupun mulai meminum
segelas arak penuh setiap hari untuk menambah
keberanian dalam menyanyi.Aku merasakan
bahwa orang orang di sekitarku memakai topeng,
tak seorangpun yang membukanya, topeng yang
menutupi kenyataan. Aku merasa ini adalah
kesesatan. Aku mulai membenci kehidupanku
serta menjauhi manusia. Sakitpun tak ayal
menimpaku. Aku dipindah ke rumah sakit karena
TBC. Namun begitu masa dirumah sakit lebih baik
bagiku sebab telah membawaku berfikir.
Aku memiliki keimanan kepada Allah, namun
gereja tidak mengenalkan kepadaku siapakah itu ?
Aku tak sanggup menangkap hakekat tuhan yang
dibicarakannya. Pemikiran itu sungguh pelik,
maka aku berpikir mencari jalan menempuh
hidup baru. Kebetulan aku memiliki buku tentang
akidah dan ketimuran. Aku sedang mencari
kedamaian dan hakekat. Aku dihantui perasaan
untuk bertolak ke suatu tujuan tertentu, tapi aku
tak tahu hakekat dan konsepnya. Aku tak
sanggup duduk dalam keadaan hati yang kosong,
sehingga aku mulai berpikir dan mencari
kebahagiaan yang tak kudapati dalam kekayaan,.
Popularitas dalam puncak kesuksesan ataupun
dalam gereja.
Maka kuketuk Budhisme dan falsafah Cina. Aku
mempelajarinya dan ber anggapan bahwa
kebahagiaan adalah bila sanggup meramalkan apa
yang akan terjadi esok sehingga anda dapat
menghindari kejahatannya. Aku jadi percaya
bintang serta ramalan yang akan terjadi, namun
kudapati semua itu kosong belaka.
Kuketuk Komunis, kusangka bahwa kebaikan
adalah dengan membagi seluruh kekayaan
kepada setiap manusia. Namun aku merasa
konsep ini tidak sesuai fitrah, karena yang adil
adalah anda berhak mendapatkan hasil jerih
payah anda dan tidak boleh diberikan kepada
orang lain. Kemudian aku beralih menelan Pil
untuk memenggal seluruh mata rantai pemikiran
dan kebingungan yang menyakitkan. Akhirnya
akupn berkesimpulan bahwa tak ada satupun
akidah yang sanggup memberikan jawaban dan
menjelaskan kepadaku tentang hakekat yang
sedang aku cari. Pada saat itu aku belum mengenl
islam sedikitpun. Akhirnya aku tetap pada
keyakinan dan pemahaman pertama yang aku
terima dari gereja. Semua akidah lain hanyalah
bualan kosong belaka dan gereja sedikit lebih baik
daripadanya.Aku kembali ke pangkuan gereja
untuk kedua kalinya dan menekuni musik
kembali. Aku merasa dialah agamaku, tak ada
agama lain bagiku.
Pada tahun 1975 terjadi satu mukjizat setelah
kakak kandungku menghadiahkan sebuah AL
Qur ’an kepadaku. Qur’an itu tetap aku simpan
sampai aku mengunjungi Al Quds di Palestina.
Dari kunjungan itulah aku mulai memperhatikan
kitab yang telah dihadiahkan kakakku tersebut,
yang tak kuketahui apa didalamnya dan apa yang
dibicarakannya.Kemudian aku mencari
terjemahan Qur ’an dan itulah pertama kali aku
berpikir tentang islam. Islam dimata orang barat
dianggap sebagai agama rasial, sedang umat
islam dianggap sebagai orang orang asing baik
dari Arab ataupun dari Turki. Kedua orang tuaku
berasal dari Yunani dan orang Yunani membenci
muslim Turki karena motivasi warisan. Tapi aku
berpendapat untuk melihat terjemahannya dan
tak ada salahnya untuk mengetahui isinya.
Dari pertama kali kurasakan, Al Qur’an dimulai
dengan Bismillah, dengan nama Allah bukan
lainya. Ungkapan Bismillahir rohmanir rahim telah
measuk mempengaruhi jiwaku. Kemudian
dilanjutkan dengan Al Fatihah, pembukaan AL
Kitab, Alhamdulillaahirobbil “alamin, segala puji
hanya bagi Allah pencipta alam semesta,
penguasa dan pengatur seluruh Makhluk.
Waktu itu, pemikiranku tentang Tuhan, dangkal
sekali. Mereka mengatakan kepadaku Tuhan itu
Esa dan terbagi menjadi tiga. Bagaimana ? Aku tak
tahu.
Adapun AL Qur;an telah mulai dengan
penyembahan kepada Allah yang Esa, Tuhan
seluruh alam, Allah satu satunya pencipta, tiada
sekutu baginya. Ini merupakan konsep baru
bagiku. Dulu yg aku pahami sebelum mengenal
Qur ’an, bahwa didalamnya ada konsep
persesuaian dan kekuatan yang mampu
mendatangkan mukjizat ( disamping tuhan ),
adapun sekarang, maka dalam konsep islam,
Allahlah satu satunya yang berkuasa atas segala
sesuatu.
Al Quranlah yang telah mengajakku kepada islam,
maka aku penuhi ajakannya. Adapun gereja yang
telah menghancurkanku serta mendatangkan
kesengsaraan dan kepayahan, dialah yang
menyuruhku menemui Al Qur ’an, ketika ia tak
sanggup menjawab pertanyaan jiwa dan ruh.
Aku benar benar melihat sesuatu yang unik
dalam Qur ’an. Al Qur’an tidak seperti kitab yang
terdiri dari penggalan penggalan dan keterangan
keterangan sifat yang banyak terdapat dalam kitab
yang saya pelajari sebelumnya. Di sampul Al
Qur ’an tidak ada nama pengarangnya. Karena
itulah aku semakin yakin dengan konsep wahyu
yang telah Allah wahyukan kepada nabi
Muhammad Saw. Telah menjadi jelas bagiku,
perbedaannya dengan injil yang ditulis tangan
pengarang yang beraneka ragam dari kisah kisah
yang bermacam pula. Kucoba mencari kesalahan
kesalahan dalam Qur’an namun tak kudapatkan.
Semua selaras dengan paham keesaan yang
murni, akupun mulai tahu apa itu islam. Kudapati
didalamnya semua Nabi nabi yang dimuliaklan
Allah dan tidak dibedakan antara satu dengan
yang lainya. Sejak itu aku baru tahu bagaimana
misi kerasulan itu bermata rantai sejak adanya
permulaan makhluk hidup dan manusia
sepanjang sejarahnya ada dua macam, Mukmin
dan Kafir. Al Qur ’an telah menjawab seluruh
pertanyaanku. Ketika selam 1 tahun, saya
mempelajari AL Qur ’an. Pada saat itu aku merasa
bahwa akulah satu satunya orang islam di dunia
ini.
Kemudian aku berpikir, bagaimana caranya
menjadi muslim yang sebenarnya. Akhirnya di
Masjid di London, aku mengumumkan
keislamanku dengan bersyahad, dan meyakini
secara toal seluruh ajaran ini. Aku yakin, islam
yang aku anut adalah sebuah risalah yang berat,
bukan pekerjaan mudah yang selesai hanya
dengan membaca dua kalimat syahadad.
Aku seperti dilahirkan kembali. Sebelumnya aku
belum pernah ketemu dengan seorangpun dari
mereka. Sekiranya aku bertemu dengan seorang
muslim yang berusaha mengajakku ke islam,
tentu akan kutolak ajakanya karena melihat
kondisi umat islam yang memprihatinkan, dan
gambaran buruk yang diberikan oleh sarana
informasi barat yang selama ini menjadi rujukan
banyak orang.
Aku telah datang kepada islam dari sumber
terbaiknya. Kemudian aku pelajari Siroh
Rosulullah, bagaimana beliau berperilaku juga
sunnahnya. Aku dapatkan perbendaharaan yang
melimpah ruah dalam kehidupan rosul dan
sunnahnya. Aku telah lupa dengan musik, dan
bertanya apakah aku teruskan? Mereka
menasehatiku untuk berhenti, sebab musik itu
melalaikan untuk menbgingat Allah dan ini adalah
bahaya besar. Akhirnya bergantilah namaku
menjadi Yusuf Islam.
Inilah jalanku. Semua hasil kekayaan yang aku
peroleh, semuanya kini telah kuberikan untuk
dakwah islam.
Saudaraku, itulah nukilan kisah Penyanyi terkenal
Cat Steven yang telah berganti nama dengan
Yusuf Islam. Kita ketahui, kehidupan selanjutnya
ialah, betapa penampilannya yang islami
menjadikan Amerika geram dan menolaknya
ketika mau datang kesana, namun disisi lain
jutaan umat ini bangga dengan kehadiran
seorang yang telah ber azzam untuk
memanfaatkan segenap waktunya untuk
berjuang dalam dakwah yang mulia ini.
Marilah kita bercermin dari kisah ini. Tidak salah
juga jika kita bertanya pada diri sendiri, Sudah
bersemangatkah kita untuk bergabung dalam
barisan dakwah seperti yang telah Allah dan
rosulnya perintahkan ? Atau Jangan jangan
jangan kita termasuk orang yang loyo? Jika
demikian. Mari kita bangkit!!! Karena
sesungguhnya dakwah ini tidak akan berhenti !

0 komentar:

Posting Komentar