Sabtu, 21 Mei 2011

lubang hitam

Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali
penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang
angkasa. Salah satunya, yang belum lama
ditemukan, adalah Black Hole [Lubang Hitam]. Ini
terbentuk ketika sebuah bintang yang telah
menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk
hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya
berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan
kerapatan tak hingga dan volume nol serta
medan magnet yang amat kuat. Kita tidak
mampu melihat lubang hitam dengan teropong
terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang
hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga
cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya.
Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat
diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di
wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah
mengarahkan perhatian pada masalah ini
sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas
letak bintang-bintang:
Maka Aku bersumpah dengan tempat
beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya
sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau
kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56:
75-76)
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan
tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler.
Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat
melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan
diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang
angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat.
Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini
lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari
sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini
merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam
sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya
bahkan mampu menangkap partikel-partikel
tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya,
tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang
berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir
setelah nyala apinya padam dan mengalami
keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam
bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)!
Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti
tertutup dari pengamatan langsung. Namun
demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui
secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa
gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit
lainnya. Selain gambaran tentang Hari
Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga
merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang
hitam ini:
Maka apabila bintang-bintang telah
dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga
menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan
yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun,
lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-
lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat
lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-
bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam.
Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat
tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu
bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa
Al Qur'an adalah firman Allah:
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu
apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang
cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86:
1-3)
PULSAR: BINTANG BERDENYUT
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu
apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang
cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86:
1-3)
Kata "Thaariq," nama surat ke-86, berasal dari
akar kata "tharq," yang makna dasarnya adalah
memukul dengan cukup keras untuk
menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan
mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata
tersebut, yakni "berdenyut/berdetak," "memukul
keras," perhatian kita mungkin diarahkan oleh
ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting.
Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita
lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam
ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang
ini. Istilah "ath-thaariqi" dalam ayat di atas berarti
sebuah bintang yang menembus malam, yang
menembus kegelapan, yang muncul di malam
hari, yang menembus dan bergerak, yang
berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau
bintang terang. Selain itu, kata "wa" mengarahkan
perhatian pada benda-benda yang digunakan
sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.
Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di
Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal
radio yang terpancar secara teratur ditemukan.
Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa
terdapat benda langit yang berkemungkinan
menjadi sumber getaran atau denyut/detak
teratur yang agak mirip pada jantung. Akan
tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi
menyatakan bahwa, ketika materi menjadi
semakin rapat di bagian inti karena perputarannya
mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet
bintang tersebut juga menjadi semakin kuat,
sehingga memunculkan sebuah medan magnet
pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih
kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu
paham bahwa sebuah benda yang berputar
sedemikian cepat dan dengan medan magnet
yang sedemikian kuat memancarkan berkas-
berkas sinar yang terdiri dari gelombang-
gelombang radio yang sangat kuat berbentuk
kerucut di setiap putarannya. Tak lama kemudian,
diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini
adalah perputaran cepat dari bintang-bintang
neutron. Bintang-bintang neutron yang baru
ditemukan ini dikenal sebagai "pulsar." Bintang-
bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui
ledakan supernova, tergolong yang memiliki
massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang
paling terang dan yang bergerak paling cepat di
ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali
per detik.1
Kata "pulsar" berasal dari kata kerja to pulse .
Menurut kamus American Heritage Dictionary,
kata tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus
Encarta Dictionary mengartikannya sebagai
berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau
berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi
menurut Encarta Dictionary, kata " pulsate ", yang
berasal dari akar yang sama, berarti
mengembang dan menyusut dengan denyut
teratur yang kuat.
Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian
bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam
Al Qur'an sebagai "thaariq," yang berdenyut,
memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-
bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.
Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari
bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang
sangat termampatkan dan sangat padat itu,
dalam bentuk bulatan yang berputar sangat
cepat, menangkap dan memampatkan hampir
seluruh bobot bintang dan medan magnetnya.
Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh
bintang-bintang neutron yang berputar sangat
cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab
terpancarnya gelombang-gelombang radio
sangat kuat yang teramati di Bumi.
Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah "an najmu
ats tsaaqibu," yang berarti yang menembus,
yang bergerak, atau yang membuat lubang,
mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah
bintang terang yang membuat lubang di
kegelapan dan bergerak. Makna istilah "adraaka"
dalam ungkapan "Tahukah kamu apakah Ath
Thaariq itu?" merujuk pada pemahaman. Pulsar,
yang terbentuk melalui pemampatan bintang
yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari,
termasuk benda-benda langit yang sulit untuk
dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut
menegaskan betapa sulit memahami bintang
berdenyut ini. (Wallaahu a'lam)
Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang
dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur'an
memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang
dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin
mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi
keajaiban ilmiah Al Qur'an.
BINTANG SIRIUS (SYI'RA)
Ketika
pengertian-
pengertian
tertentu
yang
disebutkan
dalam
Al
Qur'an
dikaji
berdasarkan
penemuan-
penemuan
ilmiah
abad
ke-21,
kita
akan
mendapati
diri
kita
tercerahkan
dengan
lebih
banyak
keajaiban Al Qur'an. Salah satunya adalah bintang
Sirius (Syi'ra), yang disebut dalam surat An Najm
ayat ke-49:
… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang
memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53:
49)
Kenyataan bahwa kata Arab "syi'raa," yang
merupakan padan kata bintang Sirius, muncul
hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti
"bintang") ayat ke-49 secara khusus sangatlah
menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan
ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius,
yakni bintang paling terang di langit malam hari,
sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan
bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius
sesungguhnya adalah sepasang dua bintang,
yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang
lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat
ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat
dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak
dapat dilihat tanpa teropong.
Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan
berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain.
Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat
gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun.
Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh
jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa
dan Leicester.2 Keterangan ini dilaporkan dalam
berbagai sumber sebagai berikut:
Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya
adalah bintang kembar… Peredarannya
berlangsung selama 49,9 tahun. 3
Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan
Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain
melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun.
4
Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis
edar ganda berbentuk busur dari dua bintang
tersebut yang mengitari satu sama lain.
Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya
hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara
menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur'an
1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari
surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban
ini menjadi nyata:
dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang
memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53:
49)
maka jadilah dia dekat dua ujung busur
panah atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm,
53: 9)
Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9
tersebut mungkin pula menggambarkan
bagaimana kedua bintang ini saling mendekat
dalam peredaran mereka. (Wallaahu a'lam). Fakta
ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat
memahami di masa pewahyuan Al Qur'an, sekali
lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman
Allah Yang Mahakuasa.

0 komentar:

Posting Komentar