Sabtu, 21 Mei 2011

KEKUATAN TERSEMBUNYI PETIR

Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih
besar daripada yang dihasilkan Amerika.
Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba
menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara
menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir
luar biasa yang menerangi langit muncul?
Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang
dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang
dilepaskannya?
Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang
terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat
hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan
listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih
dalam satu awan, atau antara awan dan
permukaan tanah, atau antara dua permukaan
tanah – mencapai tingkat tinggi.
Kilat petir
terjadi
dalam
bentuk
setidaknya
dua
sambaran.
Pada
sambaran
pertama
muatan
negatif (-)
mengalir
dari awan
ke
permukaan
tanah. Ini
bukanlah
kilatan
yang
sangat
terang.
Sejumlah
kilat
percabangan
biasanya
dapat
terlihat
menyebar
keluar dari
jalur kilat
utama.
Ketika
sambaran
pertama ini
mencapai
permukaan
tanah,
sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik
yang akan disambarnya dan arus kilat kedua
yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur
kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua
kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di
atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di
titik pertemuan antara awan dan permukaan
tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik
yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam
jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan
tegangan pada aliran listrik antara awan dan
permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.
Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir
lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh
pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu
pada jalur di mana petir terbentuk dapat
mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam
tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050
dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan
oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10
kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti
bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan
menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka
bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan
matahari tingginya 700.000 derajat Celcius.
Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu
permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan
oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta
bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai
pembanding, satu kilatan petir menyinari
sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan
ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah
di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada
kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur'an,
"...Kilauan kilat awan itu hampir-hampir
menghilangkan penglihatan." (QS. An Nuur,
24:43)
Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke
bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam.
Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau
permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan
sambaran dengan arah berlawanan menuju ke
awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara
keseluruhan petir berlangsung dalam waktu
hingga setengah detik. Suara guruh yang
mengikutinya disebabkan oleh pemanasan
mendadak dari udara di sekitar jalur petir.
Akibatnya, udara tersebut memuai dengan
kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun
gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara
normal dalam rentang beberapa meter.
Gelombang suara terbentuk mengikuti udara
atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya.
Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang
susul-menyusul.
Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita
dapat memahami bahwa peristiwa alam ini
adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana
sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul
dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang
tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan
bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih
jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul
nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan,
muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan
bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.
Allah secara khusus menarik perhatian kita pada
petir ini dalam Al Qur'an. Arti surat Ar Ra’d, salah
satu surat Al Qur'an, sesungguhnya adalah
"Guruh". Dalam ayat-ayat tentang petir Allah
berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada
manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan.
Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul
saat petir menyambar bertasbih memujiNya.
Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda
bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan
bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum
pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan
yang menimbulkan perasaan takut dan
pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah
sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah
semakin bertambah dan yang dikirim olehNya
untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia
kehendaki.
Ke indeks artikel

0 komentar:

Posting Komentar