Sabtu, 21 Mei 2011

Laba-laba yang Memanfaatkan Permukaan Air Layaknya Lantai Dansa

Laba-laba pemancing (Dolomedes triton)
termasuk makhluk hidup paling berbakat dalam
hal melakukan pekerjaan yang tampak sesulit
berjalan di atas air. Laba-laba ini benar-benar
memperlihatkan keajaiban makhluk hidup dengan
cara berjalan di atas air yang mereka terapkan.
Bagi laba-laba itu, permukaan air layaknya lantai
dansa.
Laba-laba pemancing mengintai di sepanjang
tepian kolam atau sungai, dan saat seekor
serangga jatuh ke permukaan air, mereka berlari
menyeberanginya untuk menyergap mangsa
mereka. Selain itu, laba-laba itu juga bisa
mencelupkan kaki mereka ke bawah permukaan
air dan menangkap berudu dan ikan kecil yang
sedang berenang.
Hal pertama yang harus dilakukan hewan-hewan
dengan gaya hidup seperti itu adalah kemampuan
berpijak di atas permukaan air. Laba-laba
pemancing memanfaatkan tegangan permukaan
air. Molekul-molekul air memiliki gaya tarik-
menarik yang lebih besar dibandingkan dengan
molekul-molekul di udara. Daya tarik-menarik
molekul ini menjadikan permukaan air
menyerupai lapisan karet. Ketika laba-laba
meletakkan kakinya di atas air, tekanan berbentuk
lesung terbentuk di sekeliling kakinya, dan air
mendorong balik ke atas untuk meratakan
kembali permukaannya.
Tegangan permukaan bukanlah sebuah gaya
berkekuatan besar: misalnya, jika Anda melempar
sebuah batu ke dalam air, batu itu akan segera
tenggelam. Akan tetapi, laba-laba berbobot ringan
dan kaki-kakinya memiliki lapisan luar lilin yang
kedap air. Selain itu, mereka memiliki kaki yang
panjang dan ini memungkinkannya berdiri di atas
permukaan air. Karena tegangan permukaan
menolak benda-benda di atas air dari titik
terjauhnya, kaki yang panjang berarti tegangan
permukaan yang lebih besar. (Itulah mengapa
sebatang jarum tidak tenggelam tatkala diletakkan
secara mendatar pada permukaan air).
Walaupun tegangan permukaan memungkinkan
laba-laba pemancing bertumpu di atas
permukaan air, tapi tegangan permukaan tidak
memungkinkannya bergerak ke tempat lain. Kaki
berlapis lilin sang laba-laba tidak pula
mencukupinya untuk berjalan di atas permukaan
air. Akan tetapi air menyediakan permukaan yang
cukup licin bagi laba-laba untuk bergerak di
atasnya.
Laba-laba Pemancing Melintas Dengan
Mendayung
Laba-laba pemancing menggunakan 3 cara gerak
yang berbeda saat melintas di atas air. Hasil
penelitian yang dilakukan oleh Robert Suter dari
Vassar College memperlihatkan bahwa laba-laba
mendayung di atas air dengan menggunakan
lesung yang dibuat kaki-kaki mereka di atas air.
Ketika menggerakkan salah satu kakinya ke arah
belakang laba-laba pemancing juga mendorong
lesungnya ke belakang dengan kaki itu. Saat
lesung ini bergerak, kaki laba-laba itu bertindak
sebagai dayung dan memberikan tenaga yang
mendorong air dan sang laba-laba ke depan.
Selain itu, laba-laba itu menggunakan 2 kaki
tengahnya dari 4 pasang kakinya untuk
mendayung. Kaki depan dan kaki belakang
dibiarkan tidak bergerak. Laba-laba menggunakan
kaki-kaki ini untuk gerakan yang memungkinkan
laba-laba itu berada di atas permukaan air.
Kecepatan laba-laba pemancing terbatas. Untuk
meningkatkan kecepatan, seekor laba-laba
membuat lesung-lesung yang lebih dalam atau
mendorong lesung-lesung itu ke belakang
dengan lebih cepat. Kedua cara ini memperbesar
tekanan pada permukaan air, dan setelah batas
tertentu tekanan ini melebihi tegangan permukaan
dan lesung itu hancur.
Spesies Laba-laba Yang Melompat Dan
Berlayar
Ada bentuk kedua dari cara-jalan yang dilakukan
laba-laba. Apabila mereka harus berjalan dengan
kecepatan melebihi 1 meter per detik, laba-laba
harus beralih ke cara kedua ini. Mereka
mengangkat kaki mereka hingga hampir tegak
lurus, lalu menjatuhkannya dengan cara
sedemikian rupa untuk menembus air. Ketika
laba-laba mendorong kaki-kakinya ke bawah dan
ke belakang, air melakukan reaksi berlawanan dan
mendorong laba-laba itu ke atas dan ke depan.
Gerakan ke atas mencegah laba-laba tenggelam,
dan gerakan ke depan memungkinkannya
bergerak maju. Gaya berjalan ini sangat
menyerupai cara yang digunakan kadal basilisk
ketika berlari di atas air.
Meskipun cara berjalan ini agak sulit bagi laba-laba
pemancing, akan tetapi laba-laba itu
melakukannya saat hendak menangkap mangsa,
ketika harus bergerak cepat, atau untuk
meloloskan diri dari musuh. Dalam keadaan yang
jauh lebih mendesak, laba-laba itu beralih ke cara
berjalan ketiga: berlayar…
Di saat ada angin berhembus laba-laba
pemancing kadangkala melambaikan kaki-kakinya
ke arah angin (laba-laba yang lebih kecil
mengangkat seluruh tubuhnya), yang
menyebabkan angin mendorongnya seperti kapal
layar. Karena air di bawah tubuh laba-laba sangat
licin, daya dorong terlemah mampu membawa
laba-laba dari satu tempat ke tempat lainnya.
Penciptaan khusus dalam tubuh laba-laba
pemancing dan aneka macam cara berjalan
mereka hanyalah sedikit contoh yang
memperlihatkan keahlian mencipta yang tak
tertandingi serta pengetahuan mahatinggi dari
Allah.

0 komentar:

Posting Komentar