Minggu, 22 Mei 2011

Benarkah Mentega Lebih Sehat dari Margarin

Selama ini mungkin Anda berpikir
bahwa mentega dan margarin sama. Keduanya
memang sumber lemak. Hanya, kandungan jenis
lemaknya berbeda. Mengetaui perbedaannya
penting demi pilihan makanan sehat untuk
keluarga.
Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika
Serikat, margarin dan mentega adalah sumber
lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap
lebih baik karena mengandung lemak alami yang
penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga
mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.
Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh
yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan
sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi
dalam proses produksi margarin ini berpotensi
menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.
Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam
produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel
adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di
dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah
pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium
merupakan zat beracun dari logam berat yang
dapat menyebabkan penyakit serius, seperti
tekanan darah tinggi.
Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak
tak jenuh ganda mengandung asam lemak
omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh.
Margarin juga dikata dapat membantu menekan
kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari
penyakit kardiovaskular. Benarkah?
Tim peneliti Harvard University mengungkap,
margarin justru mengandung asam lemak yang
dapat meningkatkan risiko inflamasi,
meningkatkan risiko serangan jantung, dan
mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin
secara berlebihan juga bisa memicu penyakit
seperti colitis and arthritis.
Untuk itu, konsumsilah mentega dan margarin
secara wajar. Asal tak berlebihan, tak masalah.
Yang pasti, ketika dihadapkan dengan margarin
dan mentega, kini Anda bisa memutuskan mana
yang lebih sehat.

0 komentar:

Posting Komentar