Minggu, 22 Mei 2011

pint-pintu surga

Ibnu Abbas ra. berkata: Surga mempunyai 8
pintu yang terbuat dari emas, yang dihiasi
dengan jauhar (sejenis mutiara) dan pada pintu
yang pertama tertulis kalimat LAA ILAAHA
ILLALLAAH MUHAMMADUR RASUULULLAH, yaitu
pintu bagi para Nabi dan Rasul, syuhada ’ dan juga
pintunya orang-orang yang dermawan. Pintu
yang kedua yaitu pintu bagi orang-orang yang
mendirikan shalat, orang yang menyempurnakan
wudhunya dan orang yang menyempurnakan
rukun-rukun shalatnya. Pintu yang ketiga yaitu
pintu bagi orang-orang yang memberikan
zakatnya dengan senang hati dan ikhlas. Pintu
yang keempat yaitu pintu bagi orang-orang yang
memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah
terhadap perbuatan munkar. Pintu yang kelima
yaitu pintu bagi orang-orang yang dapat
memelihara syahwatnya dan mencegah dari
nafsu yang buruk. Pintu yang keenam yaitu pintu
bagi orang-orang yang melaksanakan haji dan
umrah. Pintu yang ketujuh yaitu pintu bagi
orang-orang yang berjihad (dijalan Allah). Dan
pintu yang kedelapan yaitu pintu bagi orang-
orang yang bertaqwa, yaitu orang yang
memejamkan matanya dari perbuatan dan
sesuatu yang haram, orang-orang yang
melakukan kebaikan, diantaranya: berbuat baik
kepada orang tua, mempererat tali persaudaraan
(silaturrahim) dan lain sebagainya.
Surga ada 8 (delapan)macam:
1. Darul Jalal yaitu surga yang terbuat dari mutiara
putih.
2. Darus Salam yaitu surga yang terbuat dari yaqut
merah.
3. Jannatul Ma’wa yaitu surga yang terbuat dari
zabarjud hijau.
4. Jannatul Khuldi yaitu surga yang terbuat dari
marjan yang berwarna merah dan kuning.
5. Jannatun Na’im yaitu surga yang terbuat dari
perak putih.
6. Jannatul Firdaus yaitu surga yang terbuat dari
emas merah.
7. Jannatul ‘Adn yaitu surga yang terbuat dari intan
putih.
8. Darul Qarar yaitu surga yang terbuat dari emas
merah.
Darul Qarar adalah surga yang paling utama
dibandingkan dengan surga yang lain. Surga ini
mempunyai dua pintu dan dua daun pintu, satu
daun pintu terbuat dari emas, dan yang satunya
terbuat dari perak. Jarak setiap pintu adalah
sebagaimana jarak antara bumi dan langit.
Adapun bangunan yang ada didalamnya terbuat
dari bata emas dan bata perak, tanahnya dari
misik, debunya dari anbar, rumputnya dari
za ’faran, istana-istananya terbuat dari mutiara,
punggungnya dari yaqut dan pintunya dari
jauhar.
Didalam surga ini terdapat sungai yang namanya
sungai Rahmat yaitu sungai yang mengalir
keseluruh surga, kerikil-kerikilnya dari mutiara
yang sangat putih, lebih putih dari embun dan
lebih manis dari madu.
Didalam surga terdapat sungai yang bernama
Sungai Kautsar yaitu sungai Nabi kita Muhammad
Saw. pohon-poinnya terbuat dari intan dan
yaqut. Didalam surga juga terdapat sungai Kafur,
sungai Tasnim, sungai Salsabil, sungai Rahiqul
Makhtum dan dibelakang sungai-sungai ini
terdapat sungai-sungai lain yang tidak terhitung
jumlahnya.
Diriwayat Nabi Saw. beliau bersabda: “Pada
malam aku dijalankan (isra’) ke langit, telah
diperlihatkan kepadaku seluruh surga, maka aku
melihat empat sungai, yang pertama sungai dari
air yang tidak berubah warnanya, kedua sungai
dari susu yang tidak pernah berubah rasanya,
dan ketiga sungai dari arak dan yang keempat
sungai dari madu yang sangat bening. ”
Sebagaimana firman Allah Swt.:
“Yang didalamnya terdapat sungai-sungai dari air
yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-
sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya,
sungai-sungai dari khamer yang lezat rasanya
bagi orang yang meminumnya dan sungai-
sungai dari madu yang bersih dan jernih. ” (Qs.
muhammad: 15).
Maka aku tanyakan keada Malaikat Jibril as.:
“ Darimanakah datangnya sungai-sungai ini dan
kemana mengalirnya? ” Maka Malaikat Jibril as.
menjawab: “Sungai itu mengalir ke telaga kautsar
dan aku tidak tau dari mana asalnya, maka
tanyakanlah kepada Allah agar Dia memberi tau
dan memperlihatkan kepadamu. ” Maka berdoalah
Nabi Muhammad kepada Allah Swt. Kemudian
datanglah seorang malaikat kepada beliau dan
memberi salam, seraya berkata: ”Wahai
Muhammad, pejamkanlah kedua matamu” Maka
aku pejamkan mataku, lalu ia berkata:”Bukalah
kedua matamu” maka aku buka kedua mataku,
tiba-tiba aku berada dibawah pohon dan aku
melihat kubah dari intan putih yang memiliki
pintu-pintu dari yaqut hijau dan kunci-kuncinya
dari emas merah. Andaikata semua makhluk
yang ada didunia baik jin atau manusia berhenti
diatas kubah itu, sungguh mereka hanya seperti
burung yang hinggap diatas gunung. Maka aku
melihat empat sungai itu mengalir dari kubah itu.
Ketika aku ingin kembali malaikat tadi berkata
kepadaku: “Kenapa engkau tidak masuk kedalam
kubah itu?” aku menjawab:”Bagaimana aku bisa
memasukinya, sedangkan pintu-pintunya
tertutup. ” Dia berkata:”Bukalah dia” Aku
bertanya:”Bagaimana aku harus membukanya?”
Lalu dia berkata:”Kuncinya berada ditanganmu”
Aku berkata:”Apa kuncinya?” Dia menjawab:”Yaitu
lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM” maka
terbukalah pintu itu lalu aku masuk kedalamnya.
Maka aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari
empat tiang kubah. Ketika aku hendak keluar,
maka malaikat itu berkata kepadaku: ”Apakah
engkau telah melihat dan mengetahuinya? ” Aku
menjawab:”Ya” Malaikat itu berkata kepadaku:
“Lihatlah sekali lagi.” Ketika aku melihatnya, maka
tertulis diatas empat kubah tersebut lafazh
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIM Aku melihat
sungai air itu keluar dari huruf Mim-nya lafazh
BISMI, sungai susu keluar dari huruf Ha ’-nya
lafazh Allah, sungai arak (khamer) keluar dari
Mim-nya lafazh RAHMAN, dan sungai madu
keluar dari Mim-nya lafazh RAHIM. Maka aku baru
mengerti bahwa asalnya sungai-sungai tersebut
adalah dari lafazh Basmalah. Kemudian Allah Swt.
berfirman: “Wahai Muhammad, barang siapa
yang mengingat-Ku dengan nama ini dari
golongan umatmu dengan hati tulus (ikhlas)
lafazh BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM maka
aku beri dia minum dari empat sungai ini. ”
Kemudian Allah memberi minum kepada ahli-ahli
surga itu dengan air surga pada hari sabtu,
memberi minum dengan madu surga pada hari
ahad, memberi minum dengan susu surga pada
hari senin, dan memberi minum dengan arak
pada hari selasa. Disaat mereka minum,
mabuklah mereka lalu terbanglah ahli surga itu
selama seribu tahun hingga mereka berhenti pada
suatu gunung yang besar yang terbuat dari
kasturi yang harum semerbak baunya dan sungai
Salsabil mengalir dibawahnya. Maka minumlah
mereka pada sungai itu tepat pada hari rabu.
Kemudian terbanglah mereka selama seribu
tahun hingga berhenti pada suatu istana yang
indah, didalamnya terdapat ranjang-ranjang yang
tinggi, dan beberapa gelas yang sudah disediakan
sebagaimana yang sudah diterangkan dalam Al-
Quran. Maka duduklah setiap orang dari mereka
diatas ranjang, lalu datanglah pada mereka
minuman Zanzabil kemudian mereka
meminumnya tepat pada hari kamis.
Setelah itu mereka dihujani oleh awan yang putih
selama seribu tahun, sehingga mereka sampai
ketempat duduknya orang yang benar, pada hari
itu tepat pada hari jumat, mereka duduk diatas
hidangan yang kekal abadi dan turunlah pada
mereka minuman Rahiqul Makhtum, yang
ditutupi dengan misik. Kemudian mereka
membuka tutup tersebut dan mereka
meminumnya.
Nabi Saw. bersabda: “Mereka itulah orang-orang
yang melakukan kebaikan dan menjauhi
perbuatan maksiat ”
FASAL: Pepohonan Di Surga
Ka’ab ra.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw.
tentang pohon-pohonan di surga. Maka beliau
menjawab: “Tidak pernah kering dahan-dahannya
dan daun-daunnya tidak pernah berguguran dan
tidak rusak buahnya. Sesungguhnya pohon yang
paling besar di surga adalah pohon Thuba, yang
akarnya terbuat dari intan, batangnya dari yaqut,
dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari
sutra yang halus. Pohon ini memiliki 70.000
cabang, setiap cabang itu menyentuh Arasy dan
lebih rendah-rendahnya cabang itu berada di
langit dunia. ”
Tidak ada didalam surga sebuah kamar, tidak ada
sebuah kubah dan tidak ada bilik kecuali
didalamnya terdapat cabang pohon itu, yang bisa
mengayomi diatas surga. Pada pohon itu
mengeluarkan buah-buahan menurut apa yang
dikehendaki oleh hati. Bandingan dari pohon itu di
dunia adalah matahari, asalnya matahari berada di
langit tetapi sinarnya sampai kesegala tempat.
Ali ra. berkata: “Aku menyatakan dari beberapa
hadits, sesungguhnya pohon-pohon di surga itu
berasal dari perak, sedangkan daun-daunnya
sebagian dari perak dan sebagian (yang lain) dari
emas. Kalau sekiranya batang pohon itu dari
perak, maka akar-akarnya dari emas. Pohon-
pohon didunia akarnya di bumi dan cabang-
cabangnya berada di udara, karena
sesungguhnya dunia itu tempat yang fana
(rusak). Akan tetapi pohon-pohonan yang
terdapat di surga tidaklah demikian halnya,
akarnya di udara dan cabang-cabangnya di bumi.
Sebagaimana firman Allah Swt.:
“Buah-buahnya dekat. Makan dan minumlah
dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu
kerjakan pada hari-hari yang telah lalu. ” (Qs. Al-
Haqqah: 23-24).
Dan debu-debu di surga itu dari misik, anbar dan
kafur, dan sungai-sungainya terdiri dari susu,
madu, arak dan air yang sangat jernih. Apabila
angin bertiup menerpa dedaunan, maka
bersentuhlah antara daun yang satu dengan daun
yang lainnya hingga menimbulkan suara yang
sangat indah (merdu), dan suara seindah itu
belum pernah didengar.
Dengan sanad dari Ali ra. Sesungguhnya ia
berkata: Sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda:
“ Sesungguhnya didalam surga terdapat suatu
pohon , yang dibagian atasnya keluar perhiasan
dan pada bagian bawahnya keluar kuda yang
memiliki sayap yang diberi pelana, yang
dikendalikan, yang ditaburi dengan intan dan
yaqut. Kuda tersebut tidak pernah mengeluarkan
kotoran dan tidak pernah buang air kecil. Adapun
yang menaiki kuda itu adalah para wali Allah Swt.
dan kuda ini akan membawa terbang para wali
Allah tersebut ke surga. Lalu berkatalah orang-
orang yang berada dibawah mereka: ”Wahai
Tuhanku, lantaran apa hamba-hamba- Mu itu
mencapai kemulian semcam itu ?” Maka Allah Swt.
berfirman kepada mereka: “Mereka itulah orang-
orang yang mengerjakan shalat ketika kalian
semua masih tidur, mereka melakukan puasa
sedangkan kalian tidak, mereka berjihad membela
agama Allah sedangkan kalian semua duduk disisi
istri kalian, dan mereka bersedekah dengan harta
mereka dijalan Allah, sedangkan kalian semua
bakhil (kikir).”
Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata:
Sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah
pohon, orang yang menaiki bisa berjalan
dibawah naungannya selama 100 tahun dan
naungan itu tidak akan putus. Sebagaimana
firman Allah Swt.:
“Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang
tercurah, dan buah-buahan yang banyak. Yang
buah-buahnya tidak berhenti dan tidak terlarang
mengambilnya. ” (Qs. Al-Waqi’ah: 30-33).
Diibaratkan waktu didunia adalah waktu sebelum
matahari terbit dan sudah terbenamnya matahari,
sampai hilangnya mega dan gelap malam yang
menutupi di dunia. Maka sesungguhnya waktu itu
adalah naungan yang terbentang luas.
Sebagaimana firman Allah Swt.:
“Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan)
Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan
bayang-bayang. “ (Qs. Al-Furqan: 45).
Maksudnya adalah waktu sebelum terbitnya
matahari dan sesudah terbenamnya, sampai
masuk pada kegelapan malam.
Diriwayatkan dari Nabi Saw. sesungguhnya beliau
bersabda: “Apakah aku tidak pernah menceritakan
kepadamu tentang waktu(saat), yaitu waktu yang
serupa dengan waktu yang ada di surga. Dia
adalah waktu dimana sebelum matahari terbit,
bayang-bayangnya itu memanjang, rahmatnya
saat itu merata dan berkahnya saat itu banyak.

0 komentar:

Posting Komentar