Sabtu, 21 Mei 2011

lebah

Dan Tuhanmu mewahyukan
kepada lebah, "Buatlah
sarang-sarang di bukit-
bukit, di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat yang
dibikin manusia," kemudian
makanlah dari tiap-tiap
(macam) buah-buahan dan
tempuhlah jalan Tuhanmu
yang telah dimudahkan
(bagimu). Dari perut lebah
itu keluar minuman (madu)
yang bermacam-macam
warnanya, di dalamnya terdapat obat yang
menyembuhkan bagi manusia.
Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda (kebesaran
Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
(QS. An Nahl, 16:68-69)
Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah
sumber makanan penting bagi tubuh manusia,
tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-
sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah
madu.
Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah
adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak
dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah,
lebah mencampur nektar yang mereka
kumpulkan pada musim panas dengan cairan
khusus yang dikeluarkan tubuh mereka.
Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru
-yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim
dingin mendatang.
Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah
menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang
sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan
pertama yang muncul pada benak kita adalah:
mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan
dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya
hanya membuang-buang waktu dan tenaga?
Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam
kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada
lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri
mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia.
Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga
mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama
seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir
setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya
dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi
kebutuhan anak-anaknya.
PENGATURAN YANG LUAR BIASA DALAM
SARANG LEBAH
Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan
madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa
membahas terlalu terperinci, marilah kita amati
ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah.
Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan
mereka mengatur semua ini dengan pengaturan
yang luar biasa.
Pengaturan
kelembapan
dan
pertukaran
udara :
Kelembapan
sarang,
yang
membuat
madu
memiliki
tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada
batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas
atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta
kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga,
suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama
sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk
menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada
batas tertentu, ada kelompok khusus yang
bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur
pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk
sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada
kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap.
Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari
satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain.
Lebah pengatur pertukaran udara yang lain
bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke
semua sudut sarang.
Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat
melindungi sarang dari asap dan pencemaran
udara.
Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk
menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada
pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam
sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan
yang sempurna untuk mengendalikan segala
peristiwa yang mungkin menimbulkan
berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan
ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin
menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah
mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk
itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu
sarang. Jika suatu zat asing atau serangga
memasuki sarang walau sudah ada tindakan
pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk
mengusirnya dari sarang.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak
dapat dibuang dari sarang, digunakan cara
pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing
tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang
disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk
pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan
cara menambahkan cairan khusus yang mereka
keluarkan dari tubuh kepada getah yang
dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus,
hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan
untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah
ditambalkan pada retakan, getah tersebut
mengering ketika bereaksi dengan udara dan
membentuk permukaan yang keras. Dengan
demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman
luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam
semua pekerjaan mereka.
Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul
dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun
hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis
sebagai zat terbaik untuk pembalsaman.
Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat
tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah
menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat
manusia dalam laboratorium dan menggunakan
teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia?
Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga
yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya
bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah
hal ini?
Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa
pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah
hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2
cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang
telah diilhamkan Tuhannya.
Ke indeks artikel

0 komentar:

Posting Komentar