Pada usia tertentu terkadang bayi senang sekali
memasukkan apapun ke dalam mulutnya yang
kadang membuat orangtua menjadi khawatir.
Kenapa ya bayi suka memasukkan barang ke
mulutnya?
Jika yang dimasukkan si kecil ke dalam mulutnya
adalah makanan, mungkin tidak akan menjadi
masalah. Tapi biasanya barang apapun yang
ditemukan si kecil akan selalu dimasukkan ke
dalam mulut baik berupa makanan, mainan atau
benda lainnya yang ditemukan di lantai.
“Mulut bayi memiliki ujung saraf yang lebih
banyak dibandingkan dengan bagian tubuh
lainnya, karena itu jika ia ingin mengetahui
tentang rasa atau tekstur dari sesuatu maka ia
akan memasukkan barang tersebut ke dalam
mulut, ” ujar Penney Hames, seorang psikolog
anak seperti dikutip dari Babycenter, Rabu
(25/8/2010).
Biasanya kondisi ini mulai terjadi saat bayi masih
berusia di bawah satu tahun atau sekitar usia 7
bulan saat ia sudah mulai bisa menggenggam
dan mengontrol tangannya. Bayi akan tertarik
dengan segala jenis barang terlebih jika ia melihat
mainan-mainan yang memiliki bentuk dan warna
menarik.
Beberapa mainan tertentu terkadang tidak
diperbolehkan untuk anak di bawah usia 3 tahun,
hal ini kemungkinan ada komponen tertentu pada
mainan tersebut yang bisa berbahaya jika tertelan
oleh anak.
Kebiasaan ini biasanya akan terus terjadi hingga si
kecil memasuki usia 2 tahun, namun pada usia
tersebut ia juga sudah mulai tertarik tentang apa
yang dilakukan atau terjadi pada mainannya
sehingga mulai mengeksplorasi gerakan tangan
dan matanya. Sebagian besar anak akan berhenti
memasukkan barang ke dalam mulutnya saat
berusia 3 tahun.
Hames mengungkapkan bahwa kebiasaan
memasukkan barang ke dalam mulut juga bisa
terjadi jika si kecil akan tumbuh gigi yang
biasanya disertai dengan menetesnya air liur.
Untuk itu orangtua perlu mengawasi benda-
benda dan mainan yang digunakan oleh si kecil,
pastikan barang-barang ini tidak berbahaya atau
tidak melukai mulut si kecil. Sebaiknya singkirkan
mainan yang berbentuk terlalu kecil atau memiliki
ujung tajam misalnya karena sudah ada bagian
yang patah.
Selain itu pastikan untuk selalu membersihkan
lantai, mainan dan tangan bayi untuk
menghindarinya dari bakteri atau virus yang bisa
membuatnya sakit, namun orangtua juga tak
perlu terlalu takut dengan kebiasaan ini. Serta
beritahu si kecil secara baik-baik jika ia
memasukkan benda-benda yang berbahaya atau
kotor ke dalam mulutnya.

0 komentar:
Posting Komentar